Kisah Mimpi seorang Hamba Sahaya

“Setiap diri kita adalah pemimpin, dan akan dimintai pertanggung jawaban atas apa yang kita pimpin”

suatu saat khalifah Umar bin Abdul Azis mendengar cerita dari seorang hamba sahaya tentang mimpinya.

Umar bin Abdul Azis tertarik waktu hamba sahaya itu bercerita. “Ya, Amirul Mukminin. Semalam saya bermimpi kita sudah tiba di hari kiamat.Semua manusia dibangkitkan Allah, lalu dihisab. Saya juga melihat jembatan shiratal mustaqim.”

Umar bin Abdul Azis mendengarkan dengan seksama. “Lalu apa yang engkau lihat?” tanyanya.

Read More »

Advertisements

Umar The Conqueror Quotes

1# Ya Allah, jika Engkau mencatat kami sebagai orang yang celaka dan berdosa di sisiMU, sesungguhnya Engkau bias menghapusnya kapanpun sesuai dengan keinginanMu dan ketetapanMu. Di sisiMu ada Al Quran, maka jadikanlah Al Quran sebagai kitab suci yang mendatangkan kebahagiaan dan ampunan.

2# Jika engkau memiliki harta yang dipinjam orang, dirimu adalah orang yang mulia. Jika engkau adalah orang yang memiliki akal, dirimu adalah orang yang memiliki kewibawaan. Jika engkau adalah orang yang memiliki harta yang banyak, dirimu adalah orang yang terhormat. Namun, jika engkau adalah orang yang tidak memiliki apa-apa, dirimu tidak jauh beda dengan keledai.

Read More »

Jika suatu saat nanti kau jadi ibu

Jika suatu saat nanti kau jadi ibu, ketahuilah bahwa telah lama umat menantikan ibu yang mampu melahirkan pahlawan seperti Khalid bin Walid. Agar kaulah yang mampu menjawab pertanyaan Anis Matta dalam Mencari Pahlawan Indonesia: “Ataukah tak lagi ada wanita di negeri ini yang mampu melahirkan pahlawan? Seperti wanita-wanita Arab yang tak lagi mampu melahirkan lelaki seperti Khalid bin Walid?”

Jika suatu saat nanti kau jadi ibu, jadilah seperti Asma’ binti Abu Bakar yang menjadi inspirasi dan mengobarkan motivasi anaknya untuk terus berjuang melawan kezaliman. “Isy kariman au mut syahiidan! (Hiduplah mulia, atau mati syahid!),” kata Asma’ kepada Abdullah bin Zubair. Maka Ibnu Zubair pun terus bertahan dari gempuran Hajjaj bin Yusuf as-Saqafi, ia kokoh mempertahankan keimanan dan kemuliaan tanpa mau tunduk kepada kezaliman. Hingga akhirnya Ibnu Zubair syahid. Namanya abadi dalam sejarah syuhada’ dan kata-kata Asma’ abadi hingga kini.

Read More »

Wanita-Wanita Al Qur’an

Di posting di facebook pada tanggal March 4, 2015 at 5:43pm

Bismillahirrahmanirrahiim, hai, sahabat 🙂

Semoga kabar baik, nikmat indah selalu menaungi hari-hari kita dariNya 🙂

Tidak terasa, sudah catatan ke 229 saja ya. Bermula dari ocehan tidak penting (dan tidak mutu barangkali), catatan kecil ini beranjak mendewasa sebagaimana pemiliknya yang terus belajar untuk menjadi pribadi lebih baik setiap waktu yang dilewati. Alhamdulillahilladzi bini’mati tatimmush shaalihat 🙂

Sahabat, beberapa waktu lalu saya membaca buku berjudul Wanita-Wanita Al Quran atau dalam judul aslinya Nisa’ Fil Hayat Al Anbiya, karya Fathi Fawzi Abd Al Muthi. Barangkali belum tentu itu buku yang sempurna menjelaskan perempuan-perempuan yang bisa kita pelajari di masanya, tetapi setidaknya buku yang bersumber dari Quran, Injil, dan Taurat itu memberikan wawasan pada kita, apa sih yang harus kita pelajari dari mereka?

1925060_10204223031558873_118692489336308183_n

Bila tertarik, sila disimak, berikut hikmah dan ibrah yang saya ambil dari hasil membaca. Mungkin agak panjang, tetapi itu tidak seberapa dibanding nilai di dalamnya, saya coba sederhanakan dari 300 halaman bagian pertama menjadi kurang lebih 4 lembar A4, semoga tak mengurangi esensinya 🙂

Read More »

Di Ramadhan ke-sekian ini, bagaimana persiapan kita?

11351336_10204836987907398_5946812112855538684_n

Di posting di catatan facebook pada tanggal June 4, 2015 at 6:34pm

Beberapa waktu yang lalu, saya membuka kembali lembaran-lembaran nasihat mengenai Ramadhan, kemudian saya menemukan satu ungkapan Ibnul Qayyim Al Jauziyah yang sangat menarik, yakni

“Perumpamaan 12 bulan itu seperti 12 anaknya Ya’qub. Sebagaimana Yusuf adalah anak yang paling dicintai Ya’qub, maka begitulah Ramadhan, bulan yang paling dicintai Allah swt. Sebagaimana Allah mengampuni semua saudara-saudara Yusuf itu hanya karena doa satu orang (doa Yusuf ketika menjadi pemimpin Mesir, ketika saudara-saudara Yusuf datang dan meminta maaf, kemudian Yusuf mengatakan, “Laa tadriiba ‘alaykumul yaum, yaghfirullahu lakum, tidak ada masalah, saudara-saudaraku, mudah-mudahan Allah mengampuni kalian semua”). Maka demikian dengan Ramadhan, Allah mengampuni dosa 11 bulan itu dengan keberkahan satu bulan Ramadhan.”

— Ibnul Qayyim al Jauziyah

 

Semua diantara kita barangkali telah pernah membaca kisah Yusuf, yang dibuang oleh saudaranya ke dasar sumur, yang kemudian perjalanannya menjadi sangat berbeda, diperdagangkan, dijadikan pembantu di istana, digoda majikan, dipenjara; namun kemudian berakhir menjadi bendahara negara nan mulia. Allaaah. Jikalau Ramadhan diperumpamakan oleh Ibnul Qayyim seperti Yusuf, jangan sampai kita menjadikannya sebagaimana saudara-saudara Yusuf, membuangnya jauh ke dasar, melupakannya, ‘memperdagangkan’ Ramadhan kita dengan harga murah, tanpa mengetahui betapa bernilainya Ramadhan itu dalam dunia dan akhirat kita. Na’udzubillah.

Read More »

Belajar dari Obsesi Pernikahan Ksatria Baitul Maqdis

3245aefbf2

Di posting di facebook pada tanggal April 20, 2015 at 6:23am

Saya menemu artikel ini dalam sebuah grup pembinaan keluarga, disimpan disini utk mengingati diri dan barangkali ada manfaatnya bagi yang ingin membaca 🙂

—–
KSATRIA BAITUL MAQDIS
ظل نجم الدين أيوب -أمير تكريت-لم يتزوج لفترة طويلة،فسأله أخوه -أسد الدين شيراكوه-قائلًا :ياأخي لما لاتتزوج ؟
Sanya Nazmuddin Ayyub -penguasa Tikrit- belum menikah dalam waktu yg lama, maka bertanyalah saudaranya -Asaduddin Syerkuh- : “saudaraku kenapa kamu belum menikah?”
فقال له نجم الدين :
لا أجد من تصلح لي
Najmuddin menjawab:
“Aku belum mendapatkan yang cocok”
فقال له أسد الدين: ألا أخطب لك؟
Asaduddin berkata: “maukah aku lamarkan seseorang untukmu?”

Read More »