Menulis Cerita #30haribercerita

Suatu hari, saya bertanya pada diri saya, apa yg membuat saya senang bercerita lewat tulisan? Saya coba flashback, bbrp orang2 yg menginspirasi saya utk merangkai kata-kata.

(1) Umar ibn Khattab. Dia pernah berkata, “Ajarkanlah sastra kepada anak2mu, agar mereka berani melawan ketidak-adilan. Ajarkanlah sastra pd anak2mu agar mereka berani menegakkan kebenaran. Ajarkanlah sastra pd anak2mu agar jiwa2 mereka hidup. Ajarkanlah sastra kpd anak2mu. Sebab sastra akan mengubah yg pengecut menjadi pemberani.”

(2) Pramoedya Ananta Toer. Ia bilang, “Kalian boleh maju dlm pelajaran, mgkn mencapai deretan gelar kesarjanaan apa sj, tp tanpa mencintai sastra, kalian tinggal hny hewan yg pandai. Orang blh pandai setinggi langit, tp selama ia tdk menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat & dr sejarah. Menulis adl bekerja utk keabadian. Menulis adl sebuah keberanian. Dlm hidup kita, cuma satu yg kita pny, yaitu keberanian. Kalau tdk punya itu, lantas apa harga hidup kita ini?”

Saya setuju dg quotes di atas. Bhw sbnrny bercerita-menulis cerita membantu kita utk mengeluarkan keberanian diri menyampaikan sesuatu. Bercerita jg memudahkan kita utk menstrukturkan pengalaman-menarik saripati perjalanan, sehingga kita mampu mengambil hikmah dari setiap yg kita tapaki dlm kehidupan.

Cerita, cara paling cepat utk menyampikan pesan pd manusia. Itulah mengapa Quran kita pun 2/3nya berisi cerita/kisah. “Kami menceritakan kepadamu kisah yg paling baik dgn mewahyukan al-Qur’an ini kpdmu” (Yûsuf:3). Dikisahkan oleh Pembuat Skenario Terbaik, “Dan siapakah orang yg lbh benar perkataannya drpd Allâh?” (An-Nisa:87). Dan semua itu disuguhkan pd kita utk apa? “Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah2 itu agar mereka berfikir” (QS. Al A’raf: 176).

Maka 30 hari ke depan, sy akn kmbli bljr bercerita lewat @30haribercerita. Saya ingin membagi pembelajaran saya bersama #30hbc19. Temen2 yg pengen ikutan baca & cerita boleh jg. Doakan, smg istiqomah & manfaat yaa 😊 Bismillah!

Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapa pun? Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh d kmudian hari – Pram

#30haribercerita #ummumaryambercerita

Advertisements

Barangkali ini suatu kecerobohan

Hari ini sembari berjalan pulang menuju rumah cahaya saya tetiba mengingat pesan seorang senior terhadap saya,

Kamu itu kurang berani, Ta!

Di detik berikutnya, pada sisi lain, saya mengingat pesan seorang teman sepergerakan beberapa tahun lalu,

Kamu hanya perlu menulisnya, memulai untuk menuangkannya

Waktu itu saya berdalih seperti ini: saya tidak ingin terjebak dengan euforia kebanggan diri dalam menuangkan ini dan itu. Ahh, betapa absurdnya pikiran saya hari ini.

Read More »

Kisah Mimpi seorang Hamba Sahaya

“Setiap diri kita adalah pemimpin, dan akan dimintai pertanggung jawaban atas apa yang kita pimpin”

suatu saat khalifah Umar bin Abdul Azis mendengar cerita dari seorang hamba sahaya tentang mimpinya.

Umar bin Abdul Azis tertarik waktu hamba sahaya itu bercerita. “Ya, Amirul Mukminin. Semalam saya bermimpi kita sudah tiba di hari kiamat.Semua manusia dibangkitkan Allah, lalu dihisab. Saya juga melihat jembatan shiratal mustaqim.”

Umar bin Abdul Azis mendengarkan dengan seksama. “Lalu apa yang engkau lihat?” tanyanya.

Read More »