Seorang Suy

tumblr_nw7rh4s81d1uo2qxso1_540

Suy. Sebuah nama yang agak happening beberapa bulan terakhir, dan semakin menggila hingga kini. Suy adalah nama seorang teman kos, adik tingkat, sekaligus teman gila baru dalam menyelami dunia kepribadian dan intelektual. [Aaah, NT banget lah]

Suy is like a gift. Saya bersyukur Allah mempertemukan saya dengan orang ini. Perempuan 22 tahun yang cukup dewasa karena pikirannya terbuka. Saya seperti menemu sahabat saya yang hilang (baca: kini terpisah jarak) dalam pertemanan kami 8 tahun lalu. We called it sisterhood.

Terimakasih Suy, an ENFP girl :* (kiss kiss)

Terimakasih perempuan super baik yang mudah kasihan sama orang, tapi tetap objektif melihat segala sesuatu. Suatu hari, aku yakin, kamu akan bersama yang setujuan :’)

Advertisements

Jadi, bagaimana seharusnya pemahaman kita tentang pendidikan (anak)?

Dini hari ini, masih dari bilik rumah cahaya yang menghangatkan. Saya, ditemani salah satu member B-family membincangkan banyak hal tentang pengembangan kepribadian. Salah satunya adalah tentang trend pendidikan di rumah pada jaman kini. Saya menyampaikan padanya bahwa, di era timeline medsos saya dipenuhi dengan kebanggaan kawan-kawan yang fokus mendidik dari rumah [saja], entah mengapa saya belum menemukan titik ketenangan untuk meng-ikut jalur yang sama. Ada puzzle yang sepertinya belum terpenuhi dengan memilih metode itu. Barangkali ini juga karena kedangkalan ilmu saya tentang itu, ekspektasi yang belum terpenuhi berkaitan dengan metode itu dan as usual, tingkat kepuasan nalar intelektual saya tentang visi-misi pengembangan karakter yang belum terakomodasi dengan metode tersebut.

Suatu waktu di hari yang lain, sembari berselancar di laman-laman artikel mengenai urgensi, konsep, atau metode operasional tentang pendidikan di rumah; saya bertanya pada diri saya sendiri, “apakah itu cara terbaik yang sesuai dengan kondisi dan fase kehidupan masa kini (dan jika nanti akan saya pilih, maka itu harus menjadi pilihan yang mampu dilaksanakan dan dipertanggungjawabkan)?“. Sampai hari ini, saya belum menemukan kecenderungan lebih untuk memilih opsi itu sebagai satu-satunya jalan pendidikan yang akan ditempuh dalam keluarga di masa depan.

Read More »

Persiapan Nikah – ustadz Salim A Fillah

ditulis di notes facebook tahun 2011

Dalam isyarat Nabi tentang Nikah, ialah sunnah teranjur nan memuliakan. Sebuah jalan suci untuk karunia sekaligus ujian cinta-syahwati. Maka Nikah sebagai ibadah, memerlukan kesiapan & persiapan. Ia tuk yang mampu, bukan sekedar mau. “Ba’ah” adalah parameter kesiapannya. Maka berbahagialah mereka yang ketika hasrat Nikah hadir bergolak, sibuk mempersiapkan kemampuan, bukan sekedar memperturutkan kemauan. Persiapan Nikah hendaknya segera membersamai datangnya baligh, sebab makna asal “Ba’ah” dalam hadits itu adalah “Kemampuan seksual.” Imam Asy Syaukani dalam Subulus Salam, Syarh Bulughul Maram menambahkan makna “Ba’ah” yakni: kemampuan memberi mahar & nafkah. Mengompromikan “Ba’ah” di makna utama (seksual) & makna tambahan (mahar, nafkah), idealnya anak lelaki segera mandiri saat baligh. Jika kesiapan  diukur dengan “Ba’ah”, maka persiapannya adalah proses perbaikan diri nan tak pernah usai. Ia terus seumur hidup.

Izinkan saya membagi Persiapan  dalam 5 ranah: Ruhiyah, ‘Ilmiyah, Jasadiyah (Fisik), Maaliyah (Finansial), Ijtima’iyah (Sosial)

Read More »

Hal-hal Menakjubkan Tentang Sahabat

Hai sahabat 🙂
Kali ini, aku akan mengajak kalian, memutar memori, mencermati kembali, se-sosok yang selalu ada di samping kita masing-masing. Siapa lagi jika bukan sahabat kita sendiri. Dia yang selalu ada bersama kita, dengan apa adanya diri kita, sadarkah bahwa banyak hal menakjubkan yang ia lakukan selama berada di samping kita. Mari kita simak kepribadiannya 🙂

Sahabat membuat kita merasa dicintai seluruh dunia. Ia tidak merasa menertawakan sahabatnya adalah hal yang lucu.

Seorang sahabat membiarkan sahabatnya mencoba sepeda barunya.

Sahabat tidak bisa marah lama-lama pada diri kita.

Seorang sahabat, hanya karena ia tidak masuk tim, bukan berarti ia tidak ikut senang ketika sahabatnya masuk.

Seorang sahabat mau menemani ketika sahabatnya sedang dihukum orang tuanya.

Sahabat bisa mengerti diri kita –bahkan ketika kita sendiri tidak mengerti. Ia selalu tau apa yang perlu kita dengar, dan kapan kita tidak perlu mendengar apa-apa.Ia ingat kapan ia melakukan hal yang lebih bodoh daripada yang baru saja kita lakukan.

Read More »

Hasil diskusi di meja makan

Seperti biasanya, dalam ‘ritual’ makan malam keluarga, selalu ada saja hal yang bisa diperbincangkan. Seperti waktu itu, ketika saya pulang dari kampus dan mengurus segala keperluan pasca lulus sarjana. Inilah sari dari diskusi tersebut.


puzzle 1: setiap manusa itu diciptakan on mission, so dia harus punya fungsi seperti yang Allah minta.

question: sudahkah kamu menemukan misimu, f(x)mu?

untuk menuju pencapaian jatidiri fungsi itu, atau aku menyebutnya dengan f(x) itu, ia butuh fokus pada orientasinya, ia mampu mendeterminasikannya, dan ia punya passion dalam mewujudkannya. Dengan itu ia akan paham sebenanya untuk apa, sebagai siapa, ia diciptakan. Yah, tiap orang memang harus fokus, bukan berarti dengan fokus kemudian ia mengabaikan orang lain. menjadi helper bagi orang lain itu boleh, tapi ingat, harus paham konsep helper itu juga. Setiap orang memikul hisabnya masing-masing. Jangan sampai ketika f(x) kita dipertanggung jawabkan justru kita tak mampu menjawab.

Read More »