Games Kelas Bunsay Level 2 : Melatih Kemandirian Anak – Day 10

​Yippi, alhamdulillah, ga kerasa, udah hari ke 10 ajaah. Fiuuh.

Hari ini, sejak pagi baby May beraktivitas bersama Bubu. Dari bangun, matsurat bareng, nyiapin sarapan nasi goreng salmon, jalan-jalan pagi pakai stroller di depan sambil nyapa ayam dan kucing plus berbagi makan sama ayam, wkwk. Habis itu persiapan mandi, mandi, dana ganti baju lalu bobo. 

Setelah itu, bangun, menemani Bubu sarapan, dan Uti pulang dari senam. Jadi bisa sama Uti dulu, Bubunya mandi, hihihi. Setelah itu melantai sebentar, kemudian ngantuk, nen, dan ternyata eksplorasi di kasur.

Hari ini da sedikit accident, hihi, May melompat terlalu kencang, nimpa muka Bubunya. Bubu gusinya berdarah, nyoba cari2 May apanya yg luka, ga nemu. Pas digendong baru tau, huks, cian Alis dan kelopak mata kanan bengkak. Alhamdulillah nangisnya bentar, oles minyam zaitun. Keluar melantai lagi. Merangkak beberapa waktim “Jeduk!” Huks, kejeduk. Oalah, nduk, memang kamu ngantuk. Yuk, bobo. Alhamdulillah bisa bobo. 

Sore hari, May beraktivits spt biasa, makan, menyiram tanaman bersama Uti, lalu mandi. 

Yg spesial hari ini adl May merangkak sampai mana-mana dsn berlatih berdiri lebih lama dari biasanya. May sdh lebih jado, lebih curious, lebih pembelajar. Alhamdulillah one target done. One skill done. Clapping the water juga dilakuin hari ini. Stimulasi ruhiyah jg dilakuin. Happy 🙂

#Level2

#BunsayIIP

#MelatihKemandirian 

#Tantangan10hari

#day10

Games Kelas Bunsay Level 2 : Melatih Kemandirian Anak – Day 9

Hari ini karena Kung sedang bersih2 rumah Kidul, May hanya beraktivitas dg Uti dan Bubu. Secara bergantian, Uti dan Bubu menemani May belajar. 

Hari ini May mendengar Bubu tilawah kenceng lagi, dengan lantunan yg bisa ia dengar. Seperti moodbooster, May begembira setepah seharian kurang semangat makan, sepertinya tumbuh gigi. 

Stimulasi hari ini lebih banyak ke motorik sesuka May dan dekapan, karena May sedang bituh support, gusinya gatal giginya belum turun sempurna yg atas. Tidak rewel alhamdulillah 🙂

​​#Level2

#BunsayIIP

#MelatihKemandirian 

#Tantangan10hari

#day9

Games Kelas Bunsay Level 2 : Melatih Kemandirian Anak – Day 8

Aah, tidak terasa sudah hari ke 8. Ya Rabb, istiqomah nulis itu susye banget yaks. Kadang ga jodoh pikitan , perbuatan, wkwk.

Hari ini spesial banget krn May sedang daddytime. Jadi jalan-jalan ke swalayan sama Yaya. May juga jalan-jalan pagi sama Yaya. Banyak latiham motorik dan bahasa yang dilakukan. May jadi babbling banyak sekali, kami asyik mendengarkan dna menanggapi. 

Hari ini May juga ikut Uti pengajian lagi di sore hari. Pengajian yg berkesan juga buat Bubunya May. Aaaah, nice. May bertemu Uti-Uti baru lagi dan alhamdulillah ramah ke orang walau sempet sedikit insiden tetiba diajak seorang Uti dan duarrr crying. Hehehe, maaf ya Ti..

May banyak latihan di stroller baru (baca: sewa jilid 2, chocolate rival, asik gila). Ini stroller nyamannya lumayan, May jd bisa bergerak bebas. Alhamdulillah. 

Hari ini dr menu mpasi, May juga makan menu baru yg ternyata disukai, hahaha, menu lama datang kembali, sup daging cincang, plus jagung pipil kacang polong buncis wortel. Endeess ternyatah saudara saudara. Hihihi. Emak bahagia, sekian. 🙂 

Barokallah.

​​#Level2

#BunsayIIP

#MelatihKemandirian 

#Tantangan10hari

#day8

Games Kelas Bunsay Level 2 : Melatih Kemandirian Anak – Day 6

Latihan kemandirian hari ini sebetulnya agak failed karena beberapa hal. Bubu sejak kemarin malam juga belum fokus betul karena sedang mengurus keperluan Yaya. Maafkan ya Dear May. 

Tetapi hari ini pembelajaran baru May adl ikut ke angkringan bersama Uti. Disana May melihat suasana baru yakni orang-orang yg berolahraga, karena lokasi angkringan tidak jauh dr lapangan. Hohoho, seperti biasa May kalo liat sesuatu yg baru dia menganalisis. 

May beradaptasi duduk lesehan tikar di angkringan sambil menemani Uti menunggu buka puasa sunnah syawwal. Sesekali ia penasaran dg suguhan angkringan. Susu jahe panas, sate ati ampela, gorengan, apalagi nasi kucing. Maaf ya May, blum bisa nyicipin dulu. Terimakasij sudh belajar suasana baru hari ini dan pulang dengan bobo, hihihi.

​​#Level2

#BunsayIIP

#MelatihKemandirian 

#Tantangan10hari

#day6

Games Kelas Bunsay Level 2 : Melatih Kemandirian Anak – Day 5

​Bismillah 🙂

Hari ini, latihan kemandirian May lebih pada interaksi. Latihan motorik as usual tetap dikerjain, cuman karena ada momen nemenin Uti pengajian jadi May bisa berkenalan dg banyak orang, belajar di forum baru yang sebelumnya beluk pernah diikuti.

Alhamdulillah after preparing all, May sedikit mengantuk, jadi nen dulu sebelum berangkat. Seperti biasa, kalau ketemu orang banyak May tidak jadi tidur. Bereksplorasi. 

Ada satu hal yang saya kangenin dr May dan hari ini terwujud. May menikmati forum pengajian. Merangkak ke area tengah (pengajian di aula RT dan semua ibu2 duduk lesehan melingkari ruangan, jd tengah kosong). May bebas melantai. Awalnya beberapa kali ia memegang tangan saya. Saya yakinkan ia bahwa tidak apa-apa kesana sendiri. Ia merangkak beberapa langkah, kemudian melihat saya, semakin jauh, melihat lagi, hingga sampai pada jarak yang ia ekspektasikan, ia melompat kegirangan. Awsam, dear! 

Dia melompat lompat smabil duduk tak henti. Seperti akrobat lucu, ibu2 gemas melihatnya. Ia menikmati keadaan. Dan aha, ia menemu tekstur baru: Tikar! Yaps, May selama ini belum kenal tikar. Hari ini ia belajar kenal tikar. Ditarik2 mau digulung tikarnya, wkwkwk. Anak shalihah pinter, daya observing nya masyaAllah. 

Terakhir, dia babbling sambil minta nen mendekati acara ditutup. Alhamdulillah yeay, hari ini berhasil ya nak merasa aman di kerumunan orang banyak. Ternyata it’s okay kan dear, tidak ada yg perlu dikhawatirkan 🙂

Hanyasaja, May seperti biasa, tidak suka dipaksa, sehingga ketika Uti ingin menunjukkan kepada teman-teman Uti ttg cucunya, dan kemudian orang2 me-noel2 tanpa kelemahlembutan, sorry, May kesal. Hehe, maaf ya Uti, May tidak suka.

#Level2

#BunsayIIP

#MelatihKemandirian 

#Tantangan10hari

#day5

Games Kelas Bunsay Level 2 : Melatih Kemandirian Anak – Day 4

Hari ini pembelajaran May di hari yang sekian tentang merangkak dan berdiri. Ada satu hal progres baru yang lagi hits banget bagi May, yakni beajar ngerti level lantai *semacam level hidup ya nak, wkwk, canda. 

May sedang asik naik turun level lantai ruang keluarga dan kamar uti kungnya. Dia seperti penasaran apa sih ini, dan terpacu adrenalinnya ingin menaklukkan ketakutan beda level itu. Alhamdulillah May sudsh jauh lebih lancar merangkak kali ini, lebih berhati-hati sehingga tidak kepentok mencium lantai granit uti yang masyaAllah, itu keras dear May..

Sebuah pelajaran berharga lainnya hari ini adalah menyadari bahwa Yummy Bites bukan lagi cemilan hits bagi May. Kerupuk beras ala ala ini kini hanya jadi remah-remah yang dipotong-potong gigit leleh buang, huks. Nak, itu belinya mahal dan jauh, sayang. Kita harus punya cemilan baru. Alhamdulillah uti hari ini bikinin bakso lagi buat May, hmm, bakso topping jamur wortel buncis jagung kacang polong ini larus maniis, jangankan May, emaknya aja doyan bangeetts. Makasi uti.. *sungkem

Hari ini May juga mencoba eksplorasi baru, yaitu bermain sempoa. Hahaha. Lucu sekali ekspresi May mengenal barang satu ini, detil. Terakhir, catatan pendampingan hari ini adl May tampaknya masih sedikit belum toleransi terhadap konsumsi susu sapi emak yg agak kebanyakan. Pupup agak sering dan tekstur terdekat after minum susu adl lembek cair kekuningan. May malam ini sempet ditinggal makan sebentar karena emak belum makan sore, hiks, cepet-cepet makan daaaan duar, tinggal sedikit May udah bangun, huks. Alhamdulillah segera meluncur ke kamar dan mendapati pinternya bocah tau itu dipan tinggi, dia nangis berhenti di pinggir kasur. I know kamu nyari Ibu ya sayang, sembabnya, langsung deh gendong peluk.. alhamdulillah kamu ngga nerusin merangkak nak sehingga tidak jatuh. Thanks Allah selalu menjaga May dimanapun berada..

​​#Level2
#BunsayIIP

#MelatihKemandirian 

#Tantangan10hari

#day4

Games Kelas Bunsay Level 2 : Melatih Kemandirian Anak – Day 3

Hari ini saya mencoba menstimulasi May dengan mengajaknya berbaring ceria dengan buku-buku bantalnya. Sudah lama buku-buku ini tidak lagi disentuh May. Hmmm, barangkali agak tifak menarik lagi karena May mengenal ini sejak dini. Masa excited nya sudh usai. Tapi Bubu tidak boleh patah ide dn semangat, kita cari cara asik menikmati buku bantal. Kali ini yang dipilih adalah buku bantal angka arab 1-10. Saya nyanyikan lagu angka arab yg terkenal dari saya kecil untuknya, lalu saya ajak dia mengenali setiap hewan di masing-masing contoh jumlah angka. Saya menjelaskan dengan bernyanyi tentang hewan itu, menirukan suara, dan gerakannya di sekitar May. Betapa senangnya hati Bubu ketika May excited, tertawa lepas menikmati pembelajaran ini, matanya berbinar, terlihat sekali sensor sentuhan, pendengaran, dan penglihatan merespon dg baik. . Hati Bubu leleh, Nak..

Berikutnya, masih tentang belajar merangkak dan berdiri. Hahaha, May hari ini memperlebar area belajar. Ke dapuuur. May belajar turun level lantai, okay, wait, ada yang menarik Bu, yaitu hanger pakaian, mesin cuci yang sedang beroperasi terlihat memutar (punya uti mesinnya yang bukaan depan, bukan atas sehingga proses cuci terlihat), dan stop kontak. Aaah, ini jadi catatan, nanti kalau pulang ke Depok, tampaknya harus menata ulang nih. Hihihi. Rasa penasaran May tidak boleh dihalangi tetapi diarahkan, dan jangan sampai kita kecolongan bikin bahaya anak.

Sisi lain. Yang masih menjadi kecurigaan saya adl mengapa beberapa hari terakhir May sama sekali tidak mau ditinggal berendam sendirian di bak mandinya. Dududu. Kenapa yah? Apa ada pengalaman yang kurang menyenangkan sebelumnya, atau ia sedang butuh perhatian? Hmmm, ini masih menjadi misteri, smeoga terpecahkan. Mari lanjut belajar!

#Level2

#BunsayIIP

#MelatihKemandirian 

#Tantangan10hari

#day3

Materi Kelas Bunsay #2 : Melatih Kemandirian Anak

Mengapa melatih kemandirian anak itu penting?
Kemandirian anak erat kaitannya dengan rasa percaya diri. Sehingga apabila kita ingin meningktkan rasa percaya diri anak, mulailah dari meningkatkan kemandirian dirinya.

Kemandirian erat kaitannya dengan jiwa merdeka. Karena anak yang mandiri tidak akan pernah bergantung pada orang lain. Jiwa seperti inilah yang kebanyakan dimiliki oleh para enterpreneur, sehingga untuk melatih enterpreneur sejak dini bukan dengan melatih proses jual belinya terlebih dahulu, melainkan melatih kemandiriannya.

Kemandirian membuat anak-anak lebih cepat selesai dengan dirinya, sehingga ia bisa berbuat banyak untuk orang lain.

Kapan kemandirian mulai dilatihkan ke anak-anak?

Sejak mereka sudah tidak masuk kategori bayi lagi, baik secara usia maupun secara mental. Secara usia seseorang dikatakan bayi apabila berusia 0-12 bulan, secara mental bisa jadi pola asuh kita membiarkan anak-anak untuk selalu dianggap bayi meski usianya sudah lebih dari 12 bulan.

Bayi usia 0-12 bulan kehidupannya masih sangat tergantung pada orang lain. Sehingga apabila kita madih selalu menolong anak-anak di usia 1 th ke atas, artinya anak-anak tersebut secara usia sudah tidak bayi lagi, tetapi secara mental kita mengkerdilkannya agar tetap menjadi bayi terus.

Apa saja tolok ukur kemandirian anak-anak?

☘Usia 1-3 tahun

Di tahap ini anak-anak berlatih mengontrol dirinya sendiri. Maka sudah saatnya kita melatih anak-anak untuk bisa setahap demi setahap meenyelesaikan urusan untuk dirinya sendiri.

Contoh :

✅Toilet Training

✅Makan sendiri

✅Berbicara jika memerlukan sesuatu

🔑Kunci Orangtua dalam melatih kemandirian anak-anak di usia 1-3 th  adalah sbb :

👨‍👩‍👦‍👦 Membersamai anak-anak dalam proses latihan kemandirian, tidak membiarkannya berlatih sendiri.

👨‍👩‍👦‍👦 Mau repot di 6 bulan pertama. Bersabar, karena biasanya 6 bulan pertama ini orangtua mengalami tantangan yang luar biasa.

👨‍👩‍👦‍👦Komitmen dan konsisten dengan aturan

Contoh:

Aturan berbicara :

Di rumah ini hanya yang berbicara baik-baik yang akan sukses mendapatkan apa yang diinginkannya.

Maka jangan pernah loloskan keinginan anak apabila mereka minta sesuatu dengan menangis dan teriak-teriak.

Aturan bermain:

Di rumah ini boleh bermain apa saja, dengan syarat kembalikan mainan yang sudaj tidak dipakai, baru ambil mainan yang lain.

Maka tempatkanlah mainan-mainan dalam tempat yang mudah di ambil anak, klasifikasikan sesuai kelompoknya. Kemudian ajarilah anak-anak, ambil mainan di tempat A, mainkan, kembalikan ke tempatnya, baru ambil mainan di tempat B. Latih terus menerus dan bermainlah bersama anak-anak, jadilah anak-anak yang menjalankan aturan tersebut, jangan berperan menjadi orangtua. Karena anak-anak akan lebih mudah mencontoh temannya. Andalah teman terbaik pertama untuknya.
☘Anak usia 3-5 th

Anak-anak di usia ini sedang menunjukkan inisiatif besar untuk melakukan kegiatan berdasarkan keinginannya

Contoh :

✅ Anak-anak lebih suka mencontoh perilaku orang dewasa.

✅Ingin melakukan semua kegiatan yang dilakukan oleh orang dewasa di sekitarnya

🔑Kunci Orangtua dalam melatih kemandirian anak di usia 3-5 th adalah sbb :

👨‍👩‍👦‍👦Hargai keinginan anak-anak

👨‍👩‍👦‍👦Jangan buru-buru memberikan pertolongan

👨‍👩‍👦‍👦 Terima ketidaksempurnaan

👨‍👩‍👦‍👦 Hargai proses, jangan permasalahkan hasil

👨‍👩‍👦‍👦 Berbagi peran bersama anak

👨‍👩‍👦‍👦 Lakukan dengan proses bermain bersama anak

Contoh :

✅Apabila kita setrika baju besar, berikanlah baju kecil-kecil ke anak.

✅Apabila anda memasak, ajarkanlah ke anak-anak masakan sederhana, sehingga ia sdh bisa menyediakan sarapan untuk dirinya sendiri secara bertahap.

✅Berikanlah peran dalam menyelesaikan kegiatannya, misal manager toilet, jendral sampah dll. Dan jangan pernah ditarget apapun, dan jangan diberikan sebagai tugas dari orangtus.Mereka senang mengerjakan pekerjaannya saja itu sudah sesuatu yang luar biasa.
☘Anak-anak usia sekolah

Apabila dari usia 1 tahun kita sudah menstimulus kemandirian anak, mka saat anak-anak memasuki usia sekolah, dia akan menjadi pembelajar mandiri. Sudah muncul internal motivation dari dalam dirinya tentang apa saja yang dia perlukan untuk dipelajari dalam kehidupan ini.

⛔Kesalahan fatal orangtua di usia ini adalah terlalu fokus di tugas-tugas sekolah anak, seperti PR sekolah,les pelajaran dll. Sehingga kemandirian anak justru kadang mengalami penurunan dibandingkan usia sebelumnya.

🔑Kunci orangtua dalam melatih kemandirian anak di usia sekolah 

👨‍👩‍👦‍👦Jangan mudah iba dengan beban sekolah anak-anak sehingga semua tugas kemandirian justru dikerjakan oleh orangtuanya

👨‍👩‍👦‍👦Ijinkan anak menentukan tujuannya sendiri

👨‍👩‍👦‍👦Percayakan manajemen waktu yang sudah dibuat oleh anak-anak.

👨‍👩‍👦‍👦Kenalkan kesepakatan, konsekuensi dan resiko

Contoh :

✅Perbanyak membuat permainan yang dibuatnya sendiri ( DIY = Do It Yourself)

✅Dibuatkan kamar sendiri, karena anak-anak yang mahir mengelola kamar tidurnya, akan menjadi pijakan awal kesuksesan ia dalam mengelola rumahnya kelak ketika dewasa.

☘Ketrampilan-ketrampilan dasar yang harus dilatihakan untuk anak-anak usia sekolah ini adalah sbb:

1⃣Menjaga kesehatan dan keselamatan dirinya

2⃣Ketrampilan Literasi

3⃣Mengurus diri sendiri

4⃣Berkomunikasi

5⃣Melayani

6⃣Menghasilkan makanan

7⃣Perjalanan Mandiri

8⃣Memakai teknologi

9⃣Transaksi keuangan

🔟Berkarya
☘3Hal yang diperlukan secara mutlak di orangtua dalam melatih kemandirian anak adalah :

1⃣Konsistensi

2⃣Motivasi

3⃣Teladan

Silakan tengok diri kita sendiri, apakah saat ini kita termasuk orangtua yang mandiri? 

☘Dukungan-dukungan untuk melatih kemandirian anak

1⃣Rumah harus didesain untuk anak-anak

2⃣Membuat aturan bersama anak-anak

3⃣Konsisten dalam melakukan aturan

4⃣Kenalkan resiko pada anak

5⃣Berikan tanggung jawab sesuai usia anak

Ingat, kita tidak akan selamanya bersama anak-anak.Maka melatih kemandirian itu adalah sebuah pilihan hidup bagi keluarga kita
Salam,

/Tim Fasilitator Bunda Sayang/

Sumber bacaan:

Institut Ibu Profesional, Bunda Sayang, antologi, gaza media, 2014

Septi Peni, Mendidik anak mandiri, pengalaman pribadi, wawancara

Aar Sumardiono, Ketrampilan dasar dalam mendidikan anak sukses dan bahagia, rumah inspirasi

Games Kelas Bunsay Level 2 : Melatih Kemandirian Anak – Day 2

Latihan kemandirian Day 2 hari ini May berlatih berdiri berpegangan ditemani uti, kung, dan saya secara bergantian. Hari ini ternyata masih ada insiden kejeduk lantai saat merangkak. Huks, maaf ya Dear, tidak apa-apa, terimakasih selalu tetap semangat menangis tidak lama-lama. 

Hari ini May juga mendengar dengan sangat bahagia ketika ikut mengaji. Saya sempat mencoba trial menonton video edukasi pengasuhananak dari Youtube yang sudh saya unduh. Tapi melihat May menjadi terpapar video, saya stop dan urungkan, yok, kita mengaji saja sembari menunggu kantuk May. Saya sangat bersyukur sejak kecil May sangat famioiar dg tilawah. May selalu excited ketika diajak mengaji. Kali ini pun sama. Dia tertawa2 girang menyimak memegang lengan saya. Tak cukup itu, seperti biasa, dia meraih mushaf dan ingin membaca sendiri. Oh dear, smoga shalihah ya Nak. Terimakasih sudsh istiqomah mencintai quran sejauh ini. Bubu tak ingin mencederai memori indahmu bersamanya, tak ingin kedekatanmu dengan quran digeser oleh hal-hal mubah lain yang dikenalkan padamu. Ah0llahummathamna bil qur’an…

​​#Level2

#BunsayIIP

#MelatihKemandirian 

#Tantangan10hari

#day2

Games Kelas Bunsay Level 2 : Melatih Kemandirian Anak – Day 1

*GAME LEVEL 2 – Tantangan 10 hari Melatih Kemandirian Anak*
(Periode 14 – 30 Juli 2017)

Dalam tantangan 10 hari di materi kemandirian  kali ini, kita akan memberikan apresiasi kemandirian dalam beberapa kategori yaitu:

👪 Bagi anda yang sudah memiliki putra/i 

Bagaimana caranya?

1⃣ Buatlah list kemampuan kemandirian apa saja yang ingin anda latihkan baik kepada putra/putri anda (bagi Ibu yang sudah memiliki anak).

2⃣ Buatlah program *One Week One Skill* Dalam satu bulan ini min. melatih 1 kemandirian dan max. 4 kemandirian.

3⃣ Abadikan portofolio kemandirian anak ➡👪

Bisa  dalam bentuk foto dengan caption atau tulisan narasi yang anda posting setiap hari,  minimum selama 10 hari dan max. tak berbatas waktu, bergantung komitmen yang anda buat.

——

Bismillahirrahmanirrahiim.

Syawal tlah tiba, kelas IIP Bunsay pun telah dimulai 😊

Alhamdulillah berkesempatan naik level 2, masihada 8 level lagi mak, wkwk. Kuliahnya setahun. Di level ini tugasnya adl kemandirian anak sesuai jenjang usia masing-masing. Utk case saya, qadarallah BabyMay masuk under 1 year yang memang naturalnya belum dapat dilatih kemandirian secara utuh, karena pada kurikulum perkembangan anak yg umum itu dilatihkan diatas usia 1 tahun. Tetapi mak, bukan berarti lalu ngga latihan, tenang, ada list tumbang yg bisa tetep dijadwalkan.

Seperti biasa, karena aktivitas harian May tidak bergantung pada target kuliah IIP, seringkali progres kami lebih melesat dr apa yg ditargetkan karena emak tidak menuliskan hasil pengamatan, mencatat di pikiran dan rapat keluarga saja. Hmmm, let see, setelah saya cek, masyaAllah, alhamdulillah laa quwwata illa billah, perkembangan May luar biasa. Dalam usianya yg masih muda, *eleuh, May sudah mampu melakukan beberapa hal yg belum usianya, saya terharu. 

Jadi, tidak banyak tumbang yg akan dilatihkan, karena yg lainnya sudah biasa dilakukan. BabyMay, 8m18d, saat ini sedang asik2nya belajar berdiri berpegangan, sambil terus merangkak kemana2. Dalam porsi makan, dia sudah makan 4 🌟 dengan tekstur nasi dan lauk sayur cincang. Kini, ia mampu bersosialisasi dg baik dengan orang-orang disekitarnya. Merespon balik setiap stimulasi dengan sangat atraktif. 

Saya kemudian berpikir, apa ya yang mau dilatih ke baby May ini? Tak tuk tak tuk. Okei deh, mengacu pada list tumbang yg diunduh dari rumahinspirasi.com dan standar tumbang anak dari PAUD versi pemerintah, maka berikut poin-poin yg akan dilatihkan pada May:

👼moral agama: bereaksi ketika didengarkan doa maupun cerita keagamaan

🙌🙆 sosial emosi kemandirian (interaksi): mengangkat tangan utk melambai dan menutup muka bermain cilukba, bersosialisasi dg orang lain (tamu)

🏃💃👐 fisik / motorik kasar dan halus: berdiri berpegangan, bertepuk tangan, merambat

😆😯😙😲 bahasa: bereaksi dg isyarat sederhana (kedipan, anggukan, geleng, dsb)

📖 sensory play every time

Yaps, itu yg akan dilatihkan pada May selama 10 hari kedepan, 1 pekan maks 4 skill, jadi ada kombinasi latihan di dalamnya. Okey, kita mulai games pertama saat weekend, mumpung si Yaya pulang. Haha, kami sedang stay di Jogja agak lama, jd bahasanya Yaya pulang on weekend krn sedang persiapan diklat. 

Day 1 ini May berlatih beberapa hal: berdiri berpegangan, menutup muka cilukba, dan menjenguk bayi.

May banyak melakukan latihan kemandirian bersama Yaya. Karena May juga sedang asik eksploring merangkak, poin ini seringkali membuat May excited kadang kebablasan sehingga cedera karena kepleset lantai, huks. Pun hari ini juga masih seperti itu. 

Hal baru yg sungguh sangat menyenangkan dlm perkembangan kemandirian hari ini adl respon interaksi May dengan dede kembar yg dikunjungi. Usianya 3,5 bulan lebih muda dari May. Bukan pertama kali ini May bertemu teman bayi, tapi baru kali ini saya melihat May ramah pada anak lain dengan memegang tangannya. Selain itu, juga babbling bersama, dan May tertawa merespon gerak gerik dede bayi yg menurutnya lucu. Aaah, unyuuuk sekalii. 

Terakhir, hari ini latihan ditutup dengan belajar digendong dengan gendongan ergo. Awalnya May agak rewel karena dicoba saat sedang mengantuk. Ttapi saat kemudian sekalian coba nenen sambil gendong duduk M shape ala ergo, alhamdulillah May bs nyenyak 2,5 jam di jalan, warung makan, keliling2. Amazing. 

Thank you May, buat usaha May hari ini. Mom loves you. 😙

#Level2

#BunsayIIP

#MelatihKemandirian 

#Tantangan10hari

#day1