Seorang Suy

tumblr_nw7rh4s81d1uo2qxso1_540

Suy. Sebuah nama yang agak happening beberapa bulan terakhir, dan semakin menggila hingga kini. Suy adalah nama seorang teman kos, adik tingkat, sekaligus teman gila baru dalam menyelami dunia kepribadian dan intelektual. [Aaah, NT banget lah]

Suy is like a gift. Saya bersyukur Allah mempertemukan saya dengan orang ini. Perempuan 22 tahun yang cukup dewasa karena pikirannya terbuka. Saya seperti menemu sahabat saya yang hilang (baca: kini terpisah jarak) dalam pertemanan kami 8 tahun lalu. We called it sisterhood.

Terimakasih Suy, an ENFP girl :* (kiss kiss)

Terimakasih perempuan super baik yang mudah kasihan sama orang, tapi tetap objektif melihat segala sesuatu. Suatu hari, aku yakin, kamu akan bersama yang setujuan :’)

Persiapan Nikah – ustadz Salim A Fillah

ditulis di notes facebook tahun 2011

Dalam isyarat Nabi tentang Nikah, ialah sunnah teranjur nan memuliakan. Sebuah jalan suci untuk karunia sekaligus ujian cinta-syahwati. Maka Nikah sebagai ibadah, memerlukan kesiapan & persiapan. Ia tuk yang mampu, bukan sekedar mau. “Ba’ah” adalah parameter kesiapannya. Maka berbahagialah mereka yang ketika hasrat Nikah hadir bergolak, sibuk mempersiapkan kemampuan, bukan sekedar memperturutkan kemauan. Persiapan Nikah hendaknya segera membersamai datangnya baligh, sebab makna asal “Ba’ah” dalam hadits itu adalah “Kemampuan seksual.” Imam Asy Syaukani dalam Subulus Salam, Syarh Bulughul Maram menambahkan makna “Ba’ah” yakni: kemampuan memberi mahar & nafkah. Mengompromikan “Ba’ah” di makna utama (seksual) & makna tambahan (mahar, nafkah), idealnya anak lelaki segera mandiri saat baligh. Jika kesiapan  diukur dengan “Ba’ah”, maka persiapannya adalah proses perbaikan diri nan tak pernah usai. Ia terus seumur hidup.

Izinkan saya membagi Persiapan  dalam 5 ranah: Ruhiyah, ‘Ilmiyah, Jasadiyah (Fisik), Maaliyah (Finansial), Ijtima’iyah (Sosial)

Read More »

Hal-hal Menakjubkan Tentang Sahabat

Hai sahabat 🙂
Kali ini, aku akan mengajak kalian, memutar memori, mencermati kembali, se-sosok yang selalu ada di samping kita masing-masing. Siapa lagi jika bukan sahabat kita sendiri. Dia yang selalu ada bersama kita, dengan apa adanya diri kita, sadarkah bahwa banyak hal menakjubkan yang ia lakukan selama berada di samping kita. Mari kita simak kepribadiannya 🙂

Sahabat membuat kita merasa dicintai seluruh dunia. Ia tidak merasa menertawakan sahabatnya adalah hal yang lucu.

Seorang sahabat membiarkan sahabatnya mencoba sepeda barunya.

Sahabat tidak bisa marah lama-lama pada diri kita.

Seorang sahabat, hanya karena ia tidak masuk tim, bukan berarti ia tidak ikut senang ketika sahabatnya masuk.

Seorang sahabat mau menemani ketika sahabatnya sedang dihukum orang tuanya.

Sahabat bisa mengerti diri kita –bahkan ketika kita sendiri tidak mengerti. Ia selalu tau apa yang perlu kita dengar, dan kapan kita tidak perlu mendengar apa-apa.Ia ingat kapan ia melakukan hal yang lebih bodoh daripada yang baru saja kita lakukan.

Read More »

Hasil diskusi di meja makan

Seperti biasanya, dalam ‘ritual’ makan malam keluarga, selalu ada saja hal yang bisa diperbincangkan. Seperti waktu itu, ketika saya pulang dari kampus dan mengurus segala keperluan pasca lulus sarjana. Inilah sari dari diskusi tersebut.


puzzle 1: setiap manusa itu diciptakan on mission, so dia harus punya fungsi seperti yang Allah minta.

question: sudahkah kamu menemukan misimu, f(x)mu?

untuk menuju pencapaian jatidiri fungsi itu, atau aku menyebutnya dengan f(x) itu, ia butuh fokus pada orientasinya, ia mampu mendeterminasikannya, dan ia punya passion dalam mewujudkannya. Dengan itu ia akan paham sebenanya untuk apa, sebagai siapa, ia diciptakan. Yah, tiap orang memang harus fokus, bukan berarti dengan fokus kemudian ia mengabaikan orang lain. menjadi helper bagi orang lain itu boleh, tapi ingat, harus paham konsep helper itu juga. Setiap orang memikul hisabnya masing-masing. Jangan sampai ketika f(x) kita dipertanggung jawabkan justru kita tak mampu menjawab.

Read More »

Ketika Rasulullah bertengkar dengan istrinya

Alangkah baiknya bila kita menyimak kisah Rasulullah ketika menghadapi pertengkaran. Rasulullah tak pernah bertengkar secara emosional dengan istri-istrinya. Saat Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam marah kepada ‘Aisyah, beliau mengatakan, “Tutuplah matamu!” Kemudian Aisyah menutup matanya dengan perasaan cemas karena dimarahi oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian Nabi berkata, “Mendekatlah!” Tatkala Aisyah mendekat, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam memeluk Aisyah sambil berkata, “Khumairahku (panggilan Aisyah karena merah pipinya), telah pergi marahku setelah memelukmu.”

tumblr_nbnp2gZtpD1qediq6o1_1280

Nasihat gurunda tentang mendidik anak

Jangan jadikan anak-anak kita yatim sebelum waktunya. Anak-anak seharusnya yatim ketika orangtua mereka tiada, tapi di jaman kini, ketidakhadiran orang tua dalam pendidikan anaknya mempercepat masa itu tiba. Jangan berharap anak shalih hanya dengan menyekolahkan mereka di sekolah Islam tanpa turut andil; mereka berangkat tanpa pendidikan dan pulang menjadi shalih, itukah yang kita inginkan sebagai orangtua? lalu dimana peran kita, peran keluarga kita sebagai madrasah bagi anak-anak?

Jadilah orang tua yang dikagumi dan bisa diteladani oleh anak. Jadilah orang tua yang berprestasi di bidang kebaikan. Karena orang-orang yang dikagumi akan didengarkan oleh pengagumnya. Dan masalah akan selesai, anak akan mendengarkan bila orangtuanya teladan dan mengagumkan di matanya.

tumblr_mhu72dXJhe1s2mcpxo1_1280

Sekelumit perbincangan tentang menikah

hehehee..

sejujurnya saya agak canggung menulis tentang ini

dan juga tak punya judul yang tepat-bagus, apalagi menarik

baru ditulis sekarang karena lagi musim nikahan

semoga bisa diambil manfaatnya 🙂

ini hanya cuplikan ‘reportase’ obrolan murid dan guru

beberapa bulan yang lalu, sekelumit tentang

cemilan yang tidak ringan: pernikahan

Read More »

Persahabatan ala Asma’ dan Ruqayyah

Sahabat, ijinkan kutuliskan ulang, kisah persahabatan dua wanita pilihan. Mereka berdua adalah Asma’ binti Abu Bakar dan Ruqayyah binti Muhammad. Tentulah engkau pernah mendengar nama mereka berdua. Buah persahabatan kedua ayahnya, Abu Bakar dan Muhammad Rasulullah saw. Kenapa aku menuliskan kembali kisah yang aku kutip dari karya indah “Pengikat Syurga” (sebuah buku, hadiah hijrah dari jalan dakwah); jangan kau tanyakan kenapa, bacalah dulu.. 🙂

Kami berlarian saling kejar mengejar menuju bukit Shafa. Minggu ini kali ketiga kami melakukannya. Skornya 2-1 untuk aku. Dan kali ini, ia, Ruqayyah, sahabatku, mengatakan ia akan menyamakan kedudukan. Tapi tentu saja aku tidak ingin membiarkannya menyamakan skor.

Ini adalah permainan kami, berlomba menuju bukit Shafa. Dan hari ini aku tetap juaranya.

Letih. Kami pun berbaring di atas tanah Shafa. Ditemani pasir nan kuning, dihangatkan mentari pagi. Tak lama Ruqayyah bangkit, duduk. Memandang jauh ke depan. Ia menatapku.

Aku akan menikah, Asma..

Read More »