Seorang Suy

tumblr_nw7rh4s81d1uo2qxso1_540

Suy. Sebuah nama yang agak happening beberapa bulan terakhir, dan semakin menggila hingga kini. Suy adalah nama seorang teman kos, adik tingkat, sekaligus teman gila baru dalam menyelami dunia kepribadian dan intelektual. [Aaah, NT banget lah]

Suy is like a gift. Saya bersyukur Allah mempertemukan saya dengan orang ini. Perempuan 22 tahun yang cukup dewasa karena pikirannya terbuka. Saya seperti menemu sahabat saya yang hilang (baca: kini terpisah jarak) dalam pertemanan kami 8 tahun lalu. We called it sisterhood.

Terimakasih Suy, an ENFP girl :* (kiss kiss)

Terimakasih perempuan super baik yang mudah kasihan sama orang, tapi tetap objektif melihat segala sesuatu. Suatu hari, aku yakin, kamu akan bersama yang setujuan :’)

Gerobak orang-orang shalih

Gerobak orang-orang shalih

10398674_10205672845643319_3060526786882806105_n

Betapa menakjubkan melihat orang-orang shalih yang berlalu lalang di jalan kehidupan. Setiap jalan yang ia lalui, tidak ia tinggalkan kecuali dengan keharuman amalnya, indahnya taburan bunga kebaikan dan kebermanfaatan, menghibur setiap yang duka, membantu setiap yang membutuhkan, melunakkan hati yang keras, menguatkan yang rapuh dan lena. Orang shalih dengan gerobak keshalihannya itu terus mengayuh ke hadapan.

Maka, di bekas jalan-jalan orang shalih itu, melihatnya saja, kau ‘kan menemu keteladanan, bahkan dari caranya tersenyum menyapa setiap pengguna jalan. Setiap perkataan lisannya adalah doa dan prasangka baik, setiap tatapnya adalah keteduhan. Bahkan kasih sayangnya tidak hanya diungkapan di hadapan kita, tapi ia sampaikan ke langit sana. Betapa menakjubkan, karena setiap langkah, laku, dan tuturnya adalah efek aura keshalihan yang memancar dari dalam dirinya. Menitip harta dan kedudukan kepadanya tidak membuat kita khawatir, karena kita tau harta dan kedudukan akan aman di tangan orang-orang shalih. Di hadapan orang-orang shalih itu, dunia pun tunduk menaatinya.

Tidakkah kita ingin menjadi orang-orang itu, atau mengikuti jalan-jalan penuh bunga itu?
Selamat memetik keteladanan

#jumatbarakah

‘Ruang Dan Tempat’ Urban: Antara Lokalitas Dan Universalitas

Karena antara kita dan kota jang kita tinggali

Karena antara rumah dan kita sendiri, tiada lagi hubungan.

— Ajip Rosidi, cukilan puisi “Djembatan Dukuh”, 1956

Fenomena Ruang Urban Kita

Ada hal yang tidak dapat dipisahkan dalam ruang urban kita hari ini (Tardiyana, 2011), yakni yang biasa disebut dengan urban culture, yang dapat diuraikan dalam beberapa poin, yaitu work hard, play hard; café culture; consumtive society; dan aesthetic daily life. Pada kondisi kota masa kini setiap hal berjalan dengan cepat, aktivitas manusia kota sangat padat, dimana hal tersebut menyebabkan tingkat stress yang tinggi bagi penghuni kota. Kultur ‘nongkrong’ duduk berlama-lama di café membutuhkan desain café yang artistik dan menarik. Selain itu, kesibukan yang tinggi menyebabkan penduduk kota menjadi masyarakat yang konsumtif, terutama budaya perkotaan yang selalu menjadi sasaran pertama program globalisasi dunia, sehingga banyak sekali produk barang dan jasa masuk dan merambah di sudut-sudut horisontal maupun sudut vertikal perkotaan. Kehidupan sosial yang estetis menjadi tuntutan perkembangan jaman yang tidak dapat dielakkan. Arsitektur sebagai penyokong fisik perkotaan tidak bisa terlepas dari tuntutan ini juga. Perancangan ruang urban, mau-tidakmau, harus mengakomodir kebutuhan tersebut.

Read More »

Kisah Mimpi seorang Hamba Sahaya

“Setiap diri kita adalah pemimpin, dan akan dimintai pertanggung jawaban atas apa yang kita pimpin”

suatu saat khalifah Umar bin Abdul Azis mendengar cerita dari seorang hamba sahaya tentang mimpinya.

Umar bin Abdul Azis tertarik waktu hamba sahaya itu bercerita. “Ya, Amirul Mukminin. Semalam saya bermimpi kita sudah tiba di hari kiamat.Semua manusia dibangkitkan Allah, lalu dihisab. Saya juga melihat jembatan shiratal mustaqim.”

Umar bin Abdul Azis mendengarkan dengan seksama. “Lalu apa yang engkau lihat?” tanyanya.

Read More »

Umar The Conqueror Quotes

1# Ya Allah, jika Engkau mencatat kami sebagai orang yang celaka dan berdosa di sisiMU, sesungguhnya Engkau bias menghapusnya kapanpun sesuai dengan keinginanMu dan ketetapanMu. Di sisiMu ada Al Quran, maka jadikanlah Al Quran sebagai kitab suci yang mendatangkan kebahagiaan dan ampunan.

2# Jika engkau memiliki harta yang dipinjam orang, dirimu adalah orang yang mulia. Jika engkau adalah orang yang memiliki akal, dirimu adalah orang yang memiliki kewibawaan. Jika engkau adalah orang yang memiliki harta yang banyak, dirimu adalah orang yang terhormat. Namun, jika engkau adalah orang yang tidak memiliki apa-apa, dirimu tidak jauh beda dengan keledai.

Read More »

Mbah Putri tercinta

16 Desember 2011

Sebenarnya tidak ada yang istimewa dengan tanggal ini,
Hanya saja,kini kukenang,
Bahwa hari itu ada dua duka,
Duka dalam perjuangan yang dipergilirkan menang kalahnya,
Duka dalam perjalanan yang dipergilirkan hidup dan matinya

Yah,
Kali ini aku tak akan membahas tentang duka perjuangan,
aku hanya membahas duka perjalanan,
Bagaimanapun dalam perjalanan kita,
dipergilirkan kehidupan dan kematian
bagi setiap pengembara perjalanan
yang berujung keabadian itu
Read More »

Jika suatu saat nanti kau jadi ibu

Jika suatu saat nanti kau jadi ibu, ketahuilah bahwa telah lama umat menantikan ibu yang mampu melahirkan pahlawan seperti Khalid bin Walid. Agar kaulah yang mampu menjawab pertanyaan Anis Matta dalam Mencari Pahlawan Indonesia: “Ataukah tak lagi ada wanita di negeri ini yang mampu melahirkan pahlawan? Seperti wanita-wanita Arab yang tak lagi mampu melahirkan lelaki seperti Khalid bin Walid?”

Jika suatu saat nanti kau jadi ibu, jadilah seperti Asma’ binti Abu Bakar yang menjadi inspirasi dan mengobarkan motivasi anaknya untuk terus berjuang melawan kezaliman. “Isy kariman au mut syahiidan! (Hiduplah mulia, atau mati syahid!),” kata Asma’ kepada Abdullah bin Zubair. Maka Ibnu Zubair pun terus bertahan dari gempuran Hajjaj bin Yusuf as-Saqafi, ia kokoh mempertahankan keimanan dan kemuliaan tanpa mau tunduk kepada kezaliman. Hingga akhirnya Ibnu Zubair syahid. Namanya abadi dalam sejarah syuhada’ dan kata-kata Asma’ abadi hingga kini.

Read More »

Tentang Dakwah

Memang seperti itu dakwah.

Dakwah adalah cinta.

Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu.

Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu.

Berjalan, duduk, dan tidurmu.

Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah.

Tentang umat yang kau cintai.

Lagi-lagi memang seperti itu.

Dakwah. Menyedot saripati energimu.

Sampai tulang belulangmu. Sampai daging terakhir yang menempel di tubuh rentamu.

Tubuh yang luluh lantak diseret-seret. .. Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari.

Seperti itu pula kejadiannya pada rambut Rasulullah.

Beliau memang akan tua juga. Tapi kepalanya beruban

karena beban berat dari ayat yg diturunkan Allah.

Sebagaimana tubuh mulia Umar bin Abdul Aziz.

Dia memimpin hanya sebentar. Tapi kaum muslimin sudah dibuat bingung.

Tidak ada lagi orang miskin yang bisa diberi sedekah. Tubuh mulia itu terkoyak-koyak.

Sulit membayangkan sekeras apa sang Khalifah bekerja.

Tubuh yang segar bugar itu sampai rontok.

Hanya dalam 2 tahun ia sakit parah kemudian meninggal.

Toh memang itu yang diharapkannya; mati sebagai jiwa yang tenang.

Dan di etalase akhirat kelak, mungkin tubuh Umar bin Khathab juga terlihat tercabik-cabik. Kepalanya sampai botak. Umar yang perkasa pun akhirnya membawa tongkat ke mana-mana. KURANG HEROIK [KAH]?!

Akhirnya diperjelas dengan salah satu luka paling legendaris sepanjang sejarah;

luka ditikamnya seorang Khalifah yang sholih,

yang sedang bermesra-mesraan dengan Tuhannya saat sholat.

Dakwah bukannya tidak melelahkan.

Bukannya tidak membosankan. Dakwah bukannya tidak menyakitkan.

Bahkan juga para pejuang risalah bukannya sepi dari godaan kefuturan.

TIDAK…!!! Justru kelelahan. Justru rasa sakit itu selalu bersama mereka sepanjang hidupnya.

Setiap hari. Satu kisah heroik, akan segera mereka sambung lagi dengan amalan yang jauh lebih “tragis”.

Justru karena rasa sakit itu selalu mereka rasakan, selalu menemani…

Justru karena rasa sakit itu selalu mengintai ke mana pun mereka pergi…

akhirnya menjadi adaptasi.

Kalau iman dan godaan rasa lelah selalu bertempur, pada akhirnya salah satunya harus mengalah.

Dan rasa lelah itu sendiri yang akhirnya lelah untuk mencekik iman. Lalu terus berkobar dalam dada.

Begitu pula rasa sakit. Hingga luka tak kau rasa lagi sebagai luka.

Hingga “hasrat untuk mengeluh” tidak lagi terlalu menggoda dibandingkan jihad yang begitu cantik.

Begitupun Umar. Saat Rasulullah wafat, ia histeris.

Saat Abu Bakar wafat, ia tidak lagi mengamuk. Bukannya tidak cinta pada abu Bakar.

Tapi saking seringnya “ditinggalkan” , hal itu sudah menjadi kewajaran.

Dan menjadi semacam tonik bagi iman..

Karena itu kamu tahu. Pejuang yang heboh ria memamer-mamerkan amalnya adalah anak kemarin sore. Yang takjub pada rasa sakit dan pengorbanannya juga begitu. Karena mereka jarang disakiti di jalan Allah. Karena tidak setiap saat mereka memproduksi karya-karya besar.

Maka sekalinya hal itu mereka kerjakan,

sekalinya hal itu mereka rasakan, mereka merasa menjadi orang besar.

Dan mereka justru jadi lelucon dan target doa para mujahid sejati,

“Ya Allah, berilah dia petunjuk… sungguh Engkau Maha Pengasih lagi maha Penyayang… “

Maka satu lagi seorang pejuang tubuhnya luluh lantak.

Jasadnya dikoyak beban dakwah. Tapi iman di hatinya memancarkan cinta…

Mengajak kita untuk terus berlari…

“Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.

Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu.

Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu.

Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu.

Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu.”

(alm. Ust Rahmat Abdullah)

Read More »