Umar The Conqueror Quotes

1# Ya Allah, jika Engkau mencatat kami sebagai orang yang celaka dan berdosa di sisiMU, sesungguhnya Engkau bias menghapusnya kapanpun sesuai dengan keinginanMu dan ketetapanMu. Di sisiMu ada Al Quran, maka jadikanlah Al Quran sebagai kitab suci yang mendatangkan kebahagiaan dan ampunan.

2# Jika engkau memiliki harta yang dipinjam orang, dirimu adalah orang yang mulia. Jika engkau adalah orang yang memiliki akal, dirimu adalah orang yang memiliki kewibawaan. Jika engkau adalah orang yang memiliki harta yang banyak, dirimu adalah orang yang terhormat. Namun, jika engkau adalah orang yang tidak memiliki apa-apa, dirimu tidak jauh beda dengan keledai.

Read More »

Advertisements

Change! – inspirasi Rhenald Kasali

images

Tak peduli berapa jauh jalan salah yang telah kau jalani, putar arah sekarang juga! You have to CHANGE !

BERUBAH atau MATI!

Perubahan menandakan adanya sebuah kehidupan. Benda yang tidak bergerak, tidak mampu menggerakkan diri  maka ia dinamakan benda mati. Tidak ada kata yang begitu magis dan misterius seperti kata change. Kadang ia melekat pada diri seseorang dan memberikan efek yang begitu kuat. Change  mampu mengubah sesuatu yang biasa dilakukan selama bertahun-tahun dan menghancurkannya dengan luar biasa layaknya tornado ataupun tsunami. Dan seketika change itu terjadi, mulanya seakan semua menjadistrange. Bisa jadi kita menolak atau pun menerimanya. Bisa juga kita melawan atau justru mem-follow nya. 

Read More »

Jika suatu saat nanti kau jadi ibu

Jika suatu saat nanti kau jadi ibu, ketahuilah bahwa telah lama umat menantikan ibu yang mampu melahirkan pahlawan seperti Khalid bin Walid. Agar kaulah yang mampu menjawab pertanyaan Anis Matta dalam Mencari Pahlawan Indonesia: “Ataukah tak lagi ada wanita di negeri ini yang mampu melahirkan pahlawan? Seperti wanita-wanita Arab yang tak lagi mampu melahirkan lelaki seperti Khalid bin Walid?”

Jika suatu saat nanti kau jadi ibu, jadilah seperti Asma’ binti Abu Bakar yang menjadi inspirasi dan mengobarkan motivasi anaknya untuk terus berjuang melawan kezaliman. “Isy kariman au mut syahiidan! (Hiduplah mulia, atau mati syahid!),” kata Asma’ kepada Abdullah bin Zubair. Maka Ibnu Zubair pun terus bertahan dari gempuran Hajjaj bin Yusuf as-Saqafi, ia kokoh mempertahankan keimanan dan kemuliaan tanpa mau tunduk kepada kezaliman. Hingga akhirnya Ibnu Zubair syahid. Namanya abadi dalam sejarah syuhada’ dan kata-kata Asma’ abadi hingga kini.

Read More »

Tentang Dakwah

Memang seperti itu dakwah.

Dakwah adalah cinta.

Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu.

Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu.

Berjalan, duduk, dan tidurmu.

Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah.

Tentang umat yang kau cintai.

Lagi-lagi memang seperti itu.

Dakwah. Menyedot saripati energimu.

Sampai tulang belulangmu. Sampai daging terakhir yang menempel di tubuh rentamu.

Tubuh yang luluh lantak diseret-seret. .. Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari.

Seperti itu pula kejadiannya pada rambut Rasulullah.

Beliau memang akan tua juga. Tapi kepalanya beruban

karena beban berat dari ayat yg diturunkan Allah.

Sebagaimana tubuh mulia Umar bin Abdul Aziz.

Dia memimpin hanya sebentar. Tapi kaum muslimin sudah dibuat bingung.

Tidak ada lagi orang miskin yang bisa diberi sedekah. Tubuh mulia itu terkoyak-koyak.

Sulit membayangkan sekeras apa sang Khalifah bekerja.

Tubuh yang segar bugar itu sampai rontok.

Hanya dalam 2 tahun ia sakit parah kemudian meninggal.

Toh memang itu yang diharapkannya; mati sebagai jiwa yang tenang.

Dan di etalase akhirat kelak, mungkin tubuh Umar bin Khathab juga terlihat tercabik-cabik. Kepalanya sampai botak. Umar yang perkasa pun akhirnya membawa tongkat ke mana-mana. KURANG HEROIK [KAH]?!

Akhirnya diperjelas dengan salah satu luka paling legendaris sepanjang sejarah;

luka ditikamnya seorang Khalifah yang sholih,

yang sedang bermesra-mesraan dengan Tuhannya saat sholat.

Dakwah bukannya tidak melelahkan.

Bukannya tidak membosankan. Dakwah bukannya tidak menyakitkan.

Bahkan juga para pejuang risalah bukannya sepi dari godaan kefuturan.

TIDAK…!!! Justru kelelahan. Justru rasa sakit itu selalu bersama mereka sepanjang hidupnya.

Setiap hari. Satu kisah heroik, akan segera mereka sambung lagi dengan amalan yang jauh lebih “tragis”.

Justru karena rasa sakit itu selalu mereka rasakan, selalu menemani…

Justru karena rasa sakit itu selalu mengintai ke mana pun mereka pergi…

akhirnya menjadi adaptasi.

Kalau iman dan godaan rasa lelah selalu bertempur, pada akhirnya salah satunya harus mengalah.

Dan rasa lelah itu sendiri yang akhirnya lelah untuk mencekik iman. Lalu terus berkobar dalam dada.

Begitu pula rasa sakit. Hingga luka tak kau rasa lagi sebagai luka.

Hingga “hasrat untuk mengeluh” tidak lagi terlalu menggoda dibandingkan jihad yang begitu cantik.

Begitupun Umar. Saat Rasulullah wafat, ia histeris.

Saat Abu Bakar wafat, ia tidak lagi mengamuk. Bukannya tidak cinta pada abu Bakar.

Tapi saking seringnya “ditinggalkan” , hal itu sudah menjadi kewajaran.

Dan menjadi semacam tonik bagi iman..

Karena itu kamu tahu. Pejuang yang heboh ria memamer-mamerkan amalnya adalah anak kemarin sore. Yang takjub pada rasa sakit dan pengorbanannya juga begitu. Karena mereka jarang disakiti di jalan Allah. Karena tidak setiap saat mereka memproduksi karya-karya besar.

Maka sekalinya hal itu mereka kerjakan,

sekalinya hal itu mereka rasakan, mereka merasa menjadi orang besar.

Dan mereka justru jadi lelucon dan target doa para mujahid sejati,

“Ya Allah, berilah dia petunjuk… sungguh Engkau Maha Pengasih lagi maha Penyayang… “

Maka satu lagi seorang pejuang tubuhnya luluh lantak.

Jasadnya dikoyak beban dakwah. Tapi iman di hatinya memancarkan cinta…

Mengajak kita untuk terus berlari…

“Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.

Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu.

Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu.

Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu.

Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu.”

(alm. Ust Rahmat Abdullah)

Read More »

Collaborative Planning – belajar dari Kang Emil

belajar dari Kang Emil: Collaborative Planning

(dalam Diskusi Kampung Wajah Kota – Gaung Bandung)

1380746_10200943450451395_318017997_n

“Jadi begini, di dalam teori kekuasaan, pemerintah itu bisa merubah sebesar 25%, jadi saya, dan jajaran saya, juga anggaran, itu hanya bisa merubah 25%. Berikutya, capital, itu bisa merubah 25%, civil soceity 25%, dan media 25%. Dulu saya mencoba membuat apa yg bisa saya lakukan dengan BCCF, Indonesia Berkebun, dsb tapi itu kekuatannya hanya 25%. Sekarang kita berada disini, ini kekuatannya 50%.”

Read More »

Ketika Khalid Menang (Lagi)

Siapa tak mengenal Khalid?

Ijinkan saya menuliskan kembali alasan Abu Bakar menunjuknya sebagai Panglima Perang ummat Islam masa itu.

Demi Allah, aku tidak tahu apakah Abu Ubaidah lebih baik dari Khalid. Jasanya begitu banyak. Akan tetapi Khalid bagaikan mushibah bagi orang yang berperang dengannya. Bukan Abu Ubaidah, dan bukan pemimpin yang lain. Adapun Abu Ubaidah, dia adalah seseorang yang lembut hatinya dan tidak takut mati. Ia hanya sering terburu-buru dan itu akna membawa kerugian bagi pasukan muslim. Itu akan memperlambat. Amr bin Ash, punya strategi dan cara berpolitik yang baik. tapi kadang perhitungannya kurang matang, maka itu kurang baik. Ikrimah bin Yazid, Surakhbil; semuanya bagus. Tetapi tidak seperti Khalid dalam mengatur dan menjalankan strategi. Adapun Khalid, seperti yang dikatakan banyak orang-orang; jeli seperti elang, buas seperti singa, cepat dan cekatan, tanpa kompromi. Mempunyai strategi yang bagus dan bagus dalam berperang.

-Abu Bakar Ash Shiddiq, Tentang Khalid bin Walid

Suatu hari ketika terdengar kabar bahwa Khalid menang lagi dalam pertempuran, Abu Bakar, Umar, dan Utsman sedang duduk-duduk bersama. Mereka pun berbincang demikian.

Abu Bakar mengatakan, “Abu Sulaiman belum pernah mengecewakanku. ALhamdulillah. Aku selalu berdoa kepada Allah agar tujuannya bisa tercapai sebelum pasukan Romawi mengalahkan kita. Dan sekarang aku lebih tenang.”

Read More »

Sikap Umar di Masa-masa Awal Kepemimpinan

Masih dari serial belajar kepemimpinan ala nabawiyah ya sahabat. Catatan ini saya lanjutkan berkaitan dengan catatan sebelumnya, masih dari bilik kepemimpinan Umar ibn Al Khattab. Sila disimak 🙂

Masih ingat ketika Umar berpidato di hadapan rakyatnya di catatan yang lalu? Di momen yang sama, Umar juga menyampaikan wasiat Abu Bakar yang disampaikan kepadanya sebelum beliau wafat. Umar mengatakan,

Wahai manusia, dengarkanlah. Berdirilah, Mutsanna. Ini adalah saudara kalian… Mutsanna bin Harits As-Saybani. Aku telah mengetahui ujian yang diterimanya di Irak. Orang-orang muslim di sana hanya sedikit dan lemah. Mereka takut akan orang Persia yang ingin merebut kembali tanah kelahirannya Irak. Sebelum Abu Bakar meninggal beliau berpesan kepadaku agar tidak melupakan dan terlambat untuk mengembalikan pasukan kepada Mutsanna. Demi Allah, ini adalah Jihad, dan pengorbanan.”

Seketika itu, apa yang terjadi? Terjadi kasak kusuk diantara rakyat yang dipimpin oleh beliau.

Read More »