Apa yang melandasi cinta kita?

aku tak tahu apakah pesonanya yang memikat

atau mungkin akalku yang tidak lagi di tempat

Setiap orang mencintai sesuatu punya alasan karena apa ia mencintainya. Coba tanya diri kita, apa alasan yang membuat kita mencintai sesuatu yang kita cintai itu:

a. Apakah karena sifat orang yang kita cintai?

b. Apakah karena pesona keindahannya?

c. Apakah karena perasaan kita kepadanya?

d. Apakah karena keserasian (keselarasan dan kesesuaian) kta dengan dirinya?

Coba tanya diri kita, karena apa kita mencintainya..

Read More »

Gerakan Cinta dari Tuhan dan Respon Kita sebagai Manusia

hehehheee, sebelum berkutat lagi dengan dunia arsi, saya akan report lagi hasil belajar saya dari Kitab Ibnu Qayyim tentang Taman Orang-orang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu ๐Ÿ™‚

Untuk melakukan sesuatu, kita pasti melakukan perpindahan, atau biasa kita sebut bergerak. Untuk mendapatkan reaksi, perlu aksi terlebih dahulu. Perlu gerak. Sepakat ga? Nah, gerakan ini bermacam-macam. Ada gerak yang berdasarkan kehendak, ada gerak alami, dan gerak karena paksaan. Gerak karena kehendak, artinya ia dilakukan karena memang ada keinginan dari yang melakukan. Gerak alami, mengikuti pusat dan tempatnya, seperti batu yang jatuh ke bawah. Gerak alami juga ada yang dikarenakan paksaan dari pihak luar, tidak selalu berasal dari paksaan pribadi. Seperti pada pengaturan alam ini. Allah mewakilkan berbagai planet, matahari, bulan untuk menggerakkannya. Allah mewakilkan angin, setetes air, awan, untuk digerakkan oleh malaikat. Allah mewakilkan kepada malaikat: gunung untuk dijaga, rahim untuk dipantau, manusia untuk menjaga dan mencatat amalnya, kematian seseorang, pengajuan petanyaan di alam kubur, syurga, neraka dan sebagainya. Artinya, kita memahami bahwa setiap gerakan di alam ini disebabkan oleh para malaikat. Dan gerakan mereka merupakan ketaatan kepada Allah berdasarkan perintah dan kehendakNya ๐Ÿ™‚ Yang kesemuanya itu didasari cinta.

Read More »

(Mengenal-kembali) Cinta

Memang tidak akan pernah habis membahas tentang cinta. Bahkan dalam kitab Ibnu Qayyim beliau menjelaskan ada 60 lebih definisi tentang cinta. Cinta bisa seperti singa dan pedang; cinta bisa seperti bencana besar; cinta juga bisa seperti arak yang memabukkan.

Cinta itu al-mahabbah. Ia bening dan bersih. Seperti air yang meluap selepas hujan yang lebat. Ia tenang dan teguh, mantap hati. Tetapi sebaliknya, ia juga berarti gundah yang tidak pernah tetap, seperti anting yang terus berayun. Cinta seoerti usungan belanja yang memikul berat demi yang dicinta.

Read More »

Muqaddimah Cinta

Sehabis beraktivitas seharian, bahagia bisa ngelanjut baca karya Ibnu Qayyim al Jauziyah tentang Taman Orang-Orang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu, dan menginternalisasi kembali fitrah cinta dan mengelola cinta dengan anugerah akal dariNya. ๐Ÿ™‚ (september, 2013)

Segala puji bagi Allah, yang telah menciptakan kecintaan, untuk mendapatkan apa yang dicintai sebagai jalan. Yang menciptakan ketaatan dan ketundukan kepadaNya, berdasarkan ketulusan cinta sebagai bukti. Yang menggerakkan jiwa, kepada berbagai bentuk kesempurnaan, sebagai sugesti untuk mencari dan mendapatkan cinta.

Mahasuci Allah yang membalikkan hati seperti yang dikehendaki, dan seperti yang tidak dikehendaki, menurut kekuasaanNya. Yang telah mengeluarkan segala yang hidup berdasarkan hikmahNya untuk kepentingannya. Yang membalikkan hati menjadi beberapa bagian dan kelompok. Yang menjadikan segala yang dicintai untuk kepentingan yang mencintai sebagai bagian baginya, baik yang dicintai itu benar maupun salah, yang dengan cintanya itu dia dijadikan bahagia atau menderita. Mahasuci Allah, yang telah membagi-bagi hati, antara yang mencintai Allah, mencintai berhala, api, salib, negara, saudara, wanita, anak, harta, iman, bahasa, maupun Al Qur-an.

Read More »

Belajar dari Chapter 1 #Sharing – Handry Satriago

Karena hidup memerlukan keteladanan.
Pertama kali saya baca judul ini, ya tentu saya sepakat dengan statement tersebut. Kita hidup dan bertumbuh, mau tidak mau melihat dan meniru cara tumbuh orang lain. Kita mempelajari, kemudian mengambil inspirasi mereka dalam bertumbuh, sehingga kita mampu menjadi pribadi yang seperti kita lihat di cermin hari ini.

Saya pun tumbuh belajar dari keteladanan; dari orang tua, rekan, sahabat, keluarga, mereka semua masing-masing memberikan cara dan warna tersendiri untuk mengajarkan keteladanan untuk kebaikan dan perbaikan hidup saya. Seperti kali ini, saya belajar dari seseorang yang gemar #sharing dan menulis buku dengan judul “#sharing” tentang bagaimana ia menjalani kehidupan. Saya takkan berpanjang lebar lagi, berikut poin-poin catatan kecil saya yang saya ambil dari apa yang beliau #sharing-kan.
Read More »

Wanita-Wanita Al Qur’an

Di posting di facebook pada tanggalย March 4, 2015 at 5:43pm

Bismillahirrahmanirrahiim, hai, sahabat ๐Ÿ™‚

Semoga kabar baik, nikmat indah selalu menaungi hari-hari kita dariNya ๐Ÿ™‚

Tidak terasa, sudah catatan ke 229 saja ya. Bermula dari ocehan tidak penting (dan tidak mutu barangkali), catatan kecil ini beranjak mendewasa sebagaimana pemiliknya yang terus belajar untuk menjadi pribadi lebih baik setiap waktu yang dilewati. Alhamdulillahilladzi bini’mati tatimmush shaalihat ๐Ÿ™‚

Sahabat, beberapa waktu lalu saya membaca buku berjudul Wanita-Wanita Al Quran atau dalam judul aslinyaย Nisa’ Fil Hayat Al Anbiya, karya Fathi Fawzi Abd Al Muthi. Barangkali belum tentu itu buku yang sempurna menjelaskan perempuan-perempuan yang bisa kita pelajari di masanya, tetapi setidaknya buku yang bersumber dari Quran, Injil, dan Taurat itu memberikan wawasan pada kita, apa sih yang harus kita pelajari dari mereka?

1925060_10204223031558873_118692489336308183_n

Bila tertarik, sila disimak, berikut hikmah dan ibrah yang saya ambil dari hasil membaca. Mungkin agak panjang, tetapi itu tidak seberapa dibanding nilai di dalamnya, saya coba sederhanakan dari 300 halaman bagian pertama menjadi kurang lebih 4 lembar A4, semoga tak mengurangi esensinya ๐Ÿ™‚

Read More »