Games Kelas Bunsay Level 6 : Math Around Us – Day 3

Target ​pembelajaran matematika logis May akan meliputi :

  1. Pengenalan benda✔
  2. Pengenalan warna✔
  3. Pengenalan bentuk✔
  4. Pengenalan nama/sebutan orang di sekitar
  5. Pengenalan angka
  6. Membedakan ukuran benda✔
  7. Membedakan rapi atau tidak rapi
  8. Merangkai puzzle sederhana

MENGENAL BENTUK SEDERHANA DAN WARNA

Pembelajaran bentuk dan warna sudah dimulai sejak beberapa bulan yang lalu, tetapi saya tidak saklek menyebutkan nama-nama nya. Lebih pada pengenalan mandiri saja oleh May. Saat itu May mendapat hadiah bangun ruang yg bisa dimasukkan ke dalam setengah bola sesuai dengan bentuknya. Saya lihat May belum mampu memahami logika mencocokkan bentuk dengan lubanh sehingga saya tidak memaksa. 


Sekitar sebulan yang lalu saya membelikan buku pengenalan bentuk 2 dimensi dan warna dasar untuk May, dia lebih excited dg itu. Aah, saya belum sempat memotret bukunya, judulnya Colors and Shape – Flash Card Book. Saya mengenalkan bentuk longkaran, segitiga, persegi, elips. Selain itu juga mengenalkan warna dasar merah, kuning, biru, hijau. Di dalam buku tersebut juga terdapat contoh barang2 yg sesuai bentuk tsb. Saya sukanya buku ini bisa dipakai dr usia 1 th sampai 4 atau 5 tahun karena ada berbagai stimulasi di dalamnya. Saat ini belum dapat dipralekkan buat May, seperti menghubunhkan dot untuk tau satu bentuk. Menempel stiker bentuk yg sesuai, bermain flash card. 

Utk bangun ruang diatas, sekarang May sudsh naik step, mulai masu memasukkan ke lubang yg tepat ukuran walau amsih harus dibantu da  kesal bila belum mampu. Butuh kesabaran ekstra utk mengenalkan ini pelan2 kepada May. Semangat Bubuu 🙂
#Tantangan10Hari

#Level6

#KuliahBunsayIip

#ILoveMath

#MathAroundUs

Advertisements

Games Kelas Bunsay Level 6 : Math Around Us – Day 2

Target ​pembelajaran matematika logis May akan meliputi :

  1. Pengenalan benda ✔
  2. Pengenalan warna ✔
  3. Pengenalan bentuk ✔
  4. Pengenalan nama/sebutan orang di sekitar
  5. Pengenalan angka
  6. Membedakan ukuran benda
  7. Membedakan rapi atau tidak rapi
  8. Merangkai puzzle sederhana

MENGENAL TEKSTUR

Bismillah, kali ini saya akan menuliskan laporan pembelajaran May mengenal tekstur. Tekstur baru yang dipelajari dan bikin May sangat excited adl tekstur air, tekstur boneka, serta remah-remah biskuit.

May mengenal tekstur air ketika dia sudah belajar berdiri sendiri di kamar mandi dan memegang ember mandi besar sendiri. Saya memfasilitasi beberapa timba kecil yang dapat mengapung agar dia bisa bereksplorasi dg air itu. Selain itu, May juga mengenal air dari gelas air minum. Alhamdulillah May sekarang bisa minum dari gelas dan memegang gelasnya sendiri. Jadi selain belajar air, May belajar tau bermacam-macam gelas, yaitu gelas plastik, gelas keramik, gelas kaca. Dalam eksplorasi gelas, saya mendampingi May jika yang dipegang adl gelas kaca. Gelas kaca hanya boleh dimainkan diatas puzzle karena rawan pecah. Helas keramik sudah pernah dipe ahkan oleh May. Dia belajar tau bahwa tempat minum itu bisa pecah. 

Hal paling menyenangkan bagi May saat ini adl belajar menuang air dari teko ke dalam gelas. Dan may sangat suka bila gelas transparan, yaitu bahan kaca atau gelas dengan pegangan plastik. Dia tertarik sekali bagaimana air dapat mengalir dan jika dipegang memberi sensasi dingin. Selebihnya, dia akan menuang air ke puzzle dan meratakannya. Entah apa maksudnya, hehe. Dalam hal ini, saya menandai May belajar minum sendiri. Dia juga senang jika ada sendok kecil disamping gelas. Dia belajar menyendok minumannya sendiri, selain itu, juga belajar menyapi orang lain, hehee.

Tekstur berikutnya adl boneka. May sejak semula sebenarnya tidak terlalu tertarik boneka. Namun belakangan saya mengenalkan boneka kepadanya sebagai teman. May boleh mengekspresikan sesuatu kepada boneka. May tertarik pada hal detail. Misalnya hidung monyet Monyo, kalung kerincingam Doraemon, dan mulut bebek. Dia senang sekali memain-mainkan itu. Dan lebih senang jika bonekanya diajak bermain ke tubuhnya, misalnya peluk boneka, dikilik-kilik sama boneka, atau terbang bersama boneka. 

Tekstur lain yang lagi asik dipelajari adl tekstur remah biskuit. Alih-alih makan biskuit sendiri, May lebih suka membagi biskuit menjadi kecil-kecil sampai jadi remah-remah lalu diratakan ke lantai puzzle. Wkwkwk.. sampai saat ini May belum terbiasa makan sendiri, karena giginya juga sedang sakit, tumbuh gigi beruntun, jadi May lebih nyaman untuk disuapi. Saya tidak ingin memaksakan lebih dulu poin ini sebelum urusan gigi inj beres, agar pembelajaran menjadi nyaman dan menyenangkan. 🙂

#Tantangan10Hari

#Level6

#KuliahBunsayIip

#ILoveMath

#MathAroundUs

Games Kelas Bunsay Level 6 : Math Around Us – Day 1

Bismillahirrahmanirrahiiim

*Tantangan 10 hari*

*Level 6*

Matematika bukan hanya tentang angka dan hitungan namun juga ada hubungannya pada kelogisan berpikir dan pemecahan masalah.

Matematika tersebar di sekitar kita, seperti saat hebohnya bersama anak anak mencari segala sesuatu yang berbentuk bulat di dalam rumah, semua berlarian, melihat sekeliling dan berebutan menyebutkan benda yang ditemukannya.

Atau saat seru ngobrol dengan si kakak sambil menghitung jumlah rumah di 1 blok komplek sehingga menemukan jumlah rumah seluruh cluster yang terdiri dari 6 blok.

Atau saat indahnya si kecil memotong kue supaya cukup dibagi bersama kakak kakaknya.

Atau saat cerianya bersama anak anak menghitung jumlah langkah kaki ke masjid terdekat.

Saat saat menunggu kakak selesai mengerjakan desain interior kamarnya sendiri,

dan seterusnya …dan seterusnya.
🌸Tantangan 10 hari level 6🌸

 *Temukan Matematika di sekitarmu*

 ❤ Bagi yang sudah menikah dan memiliki anak, temukan matematika dalam aktivitas sehari-hari bersama ananda. Jadikan momen aha!

💫_Mengikat Makna, Mengikat Ilmu_

*Tuliskan* momen-momen seru yang terjadi setiap harinya, di blog (lebih disarankan) atau platform lainnya. Anda boleh menambahkan gambar atau video agar tulisan menjadi lebih menarik dan portofolio anda/keluarga semakin lengkap. 

—–

Wow level 6, yeay!

Alhamdulillah our home team sampai pada level ini, thanks Allah :)))

Aaah a little bit late utk menuliskannya ke blog, as usual, hahaha, emaknya lagi rempong urusan darat laut udara 😂😂😂

Pada tantangan kali ini, May belum masuk di usia yg harus serius dikenalkan ttg matematika dg segala kurikulumnya. Tetapi ada fase yg harus ia lewati, yaitu fase kognitif, yeah! Yuk diintip ☺

Dari poin2 diatas maka pembelajaran matematika logis May akan meliputi :

  1. Pengenalan benda
  2. Pengenalan warna
  3. Pengenalan bentuk
  4. Pengenalan nama/sebutan orang di sekitar
  5. Pengenalan angka
  6. Membedakan ukuran benda
  7. Membedakan rapi atau tidak rapi
  8. Merangkai puzzle sederhana

Okay! Let’s start yaah

Tapi sebelum itu saya ingin menyampaikan dulu apa saja sih yg sdh dilakukan May hari2 ini? Yg akan di post di late post tantangan 10 hari

  1. Mengenal tesktur
  2. Mengenal bentuk sederhana dan warna
  3. Mengenal logika kosong dan berisi
  4. Stimulasi pra menulis
  5. Mengenal angka – indonesia – arab
  6. Mengenal jenis transportasi dan suaranya
  7. Mengenal sebutan orang di sekitar
  8. Menyusun silinder bertingkat
  9. Mengenal kata “iya” dan “tidak”, dan beberapa kata kunci lainnya
  10. Stimulasi belajar berjalan dan serba serbi tentangnya

selamat menyimak 😊😊😊

#Tantangan10Hari

#Level6

#KuliahBunsayIip

#ILoveMath

#MathAroundUs

Stimulan agar anak mengenal dan menyukai matematika

_Cemilan rabu ke-1_
_Materi#6_

*Stimulan agar anak mengenal dan menyukai Matematika*

🍃 *Usia 2-4 Tahun* 🍃

🐣 Memisahkan benda-benda berdasarkan warna dengan menghitung
🐣 Membandingkan ukuran benda-benda/mainan bisa dilakukan seperti memancing ikan
🐣 Memilah benda berdasarkan ukurannya.
🐣 Permainan mencari benda-benda yang ada di sekitar rumah, berdasarkan warna atau bentuk. Atur letak benda ditempat yang menyenangkan dan mudah.
🐣 Mengklasifikasikan dan memilah benda-benda yang besar atau kecil.
🐣 Memasangkan benda yang sama warna/bentuk.
🐣Menyusun gambar berdasarkan ukuran melalui permainan garis.
🐣 Menuangkan air/makanan sesuai ukuran
🐣 Memilah dan mencocokkan biji-bijian
🐣 Mrngelompokkan benda-benda yang lucu, bisa dibuat sendiri.

🍃 *Usia 4-6 Tahun* 🍃

🐥 Memilah kancing sesuai bentuk
🐥 Membandingkan berat benda-benda yang ada di sekitar dirumah.
🐥 Mengumpulkan benda-benda menarik seperti daun, bunga biji, ranting, rumput atau kelereng saat di taman /kebun. Selanjutnya dibuat grafik angka sederhana yang bernuansa lingkungan.
🐥 Memahami waktu dan mengenalkan hari dalam kegiatan sehari-hari. Misal kalau si anak sudah sekolah, seragam ini dipakai di hari…., adik kalau berangkat sekokah jam…, seharusnya mandi jam…. Dan sebagainya.
🐥 Permainan angka
Menghitung benda-benda yang ada di sekitar
🐥 menggambar bentuk dengan bahan alami seperti ditanah kemudian mencari benda yang mirip dengan bentuk tersebut.
🐥 Menulis angka atau huruf dipasir sambil bermain.
🐥 Mempelajari geometri dengan cara yang menyenangkan misal dengan menggambar yang mudah dan sederhana dipasir atau tanah.
🐥 Menimbang benda-benda disekitar, membedakan ringan dan berat.

🍃 *Usia 6-8 Tahun* 🍃

🐔 Menggambar angka
🐔 Mengukur benda
🐔 Menimbang benda
🐔 Permainan melempar dadu dengan keluarga misal ular tangga dan menyebutkan angka-angkanya.
🐔 Permainan mencari angka seperti permainan mencari harta karun.
🐔 Belajar bilangan genap dan ganjil dengan permainan, misal membuat kotak-kotak dilantai dan kita tuliskan angka kemudian lompat di bilangan ganjil atau genap.
🐔 Melempar bola ke lubang sambil berhitung.

🍃 *Usia 8-10 Tahun* 🍃

🐦 Memperkirakan jarak yang ditempuh dan waktu yang diperlukan saat bepergian.
🐦 Mencocokkan waktu, bermain dengan jam dinding atau jam tangan atau jam yang dibuat sendiri.
🐦 Menjumlahkan benda-benda yang ada di sekitar.
🐦 Permainan angka jam dengan menggunakan dadu.

🍃 *Usia 10-12 Tahun* 🍃

🐧 Belajar menggunakan kalender dan menandai tanggal-tanggal yang penting.
🐧 Belajar menggunakan uang dengan membuat anggaran atau belanja.
🐧 Belajar perkalian dan kuadrat.

*Salam Ibu Profesional*
_Tim Fasilitator Bunda Sayang Batch #2_

Sumber :
Buku “Anakku penyejuk hatiku”
Penulis Dr. H. Irwan Prayitno, Psi, Msc.
Datuak Rajo Bandaro Basa

Materi Kelas Bunsay 6 : Menstimulus Matematika Logis Pada Anak

_Institut Ibu Profesional_
_Kelas Bunda Sayang sesi #6_

*MENSTIMULUS MATEMATIKA LOGIS PADA ANAK*

Semua anak lahir cerdas, masing-masing diberikan potensi dan keunikan yang menjadi jalan mereka untuk cerdas di bidangnya masing-masing. Dua macam kecerdasan dasar yang memicu munculnya kecerdasan yang lain adalah kecerdasan bahasa dan kecerdasan matematis logis. Dimana di dua kecerdasan ini banyak orangtua yang salah menstimulus, tidak paham tujuannya untuk apa, ingin anak-anaknya segera cepat menguasai dua hal tersebut, sehingga banyak diantara anak-anak BISA menguasai dua kecerdasan tersebut tetapi mereka TIDAK SUKA. Sebagaimana kita ketahui di materi sebelumnya bahwa

” *Membuat anak BISA itu mudah, membuatnya SUKA baru tantangan* ”

*MATEMATIKA LOGIS*

Pada dasarnya setiap anak dianugerahi kecerdasan matematika logis. Gardner mendefinisikan kecerdasan matematis logis sebagai _kemampuan penalaran ilmiah, perhitungan secara matematis, berpikir logis, penalaran induktif/deduktif, dan ketajaman pola-pola abstrak serta hubungan-hubungan_.

Dapat diartikan juga sebagai *_kemampuan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kebutuhan matematika sebagai solusinya_*

Menurut Gardner ada kaitan antara kecerdasan matematika logis dan kecerdasan bahasa. Pada kemampuan matematika, anak menganalisa atau menjabarkan alasan logis, serta kemampuan mengkonstruksi solusi dari persoalan yang timbul. Kecerdasan bahasa diperlukan untuk merunutkan dan menjabarkannya dalam bentuk bahasa.

*CIRI-CIRI ANAK DENGAN KECERDASAN MATEMATIKA LOGIS*

a. Anak gemar bereksplorasi untuk memenuhi rasa ingin tahunya seperti menjelajah setiap sudut

b. Mengamati benda-benda yang unik baginya

c. Hobi mengutak-atik benda serta melakukan uji coba

d. Sering bertanya tentang berbagai fenomena dan menuntut penjelasan logis dari tiap pertanyaan yang diajukan.

e. Suka mengklasifikasikan berbagai benda berdasarkan warna, ukuran, jenis dan lain-lain serta gemar berhitung

Yang sering salah kaprah di dunia pendidikan dan keluarga saat ini adalah buru-buru menstimulus matematika logis anak dengan cara memberikan pelajaran berhitung sejak dini. Padahal berhitung adalah bagian kecil dari sekian banyak stimulus yang harus kita berikan ke anak untuk merangsang kecerdasan matematika logisnya.Dan harus diawali dengan berbagai macam tahapan pijakan sebelumnya.

Yang perlu kita pelajari di Ibu Profesional adalah Bagaimana kita merangsang kecerdasan matematis logis anak sejak usia dini? Bagaimana kita menanamkan konsep matematis logis sejak dini? bukan buru-buru mengajarkan kemampuan berhitung ke anak.

*STIMULASI MATEMATIKA LOGIS DI SEKITAR KITA*

*Bermain Pasir*
Dengan bermain pasir anak sesungguhnya belajar estimasi dengan menuang atau menakar yang kelak semua itu ada dalam matematika.

*Bermain di Dapur*

a.Saat berada di dapur, kita bisa mengenalkan konsep klasifikasi dan pengelompokan yang berkaitan dengan konsep logika matematika, misalnya dengan cara anak diminta mengelompokkan sayuran berdasarkan warna.

b. Mengasah kemampuan berhitung dalam pengoperasian bilangan sederhana, misalnya ketika tiga buah apel dimakan satu buah maka sisanya berapa.

c. Membuat bentuk-bentuk geometri melalui potongan sayuran.

d. Membuat kue bersama, selain dapat menambah keakraban dan kehangatan keluarga, anak-anak juga dapat belajar matematika melalui kegiatan menimbang, menakar, menghitung waktu.

*Belajar di Meja Makan*
Saat dimeja makan pun kita bisa mengajarkan pembagian dengan bertanya pada anak, misalnya supaya kita sekeluarga kebagian semua, roti ini kita potong jadi berapa ya? Lalu bila roti sudah dipotong-potong, angkat satu bagian dan tanyakan seberapa bagiankah itu? Hal ini terkait dengan konsep pecahan.

*Belajar Memahami Kuantitas*

a. ketika melihat akuarium, tanyakan berapa jumlah ikan hias di akuarium tersebut?

b.Ketika duduk di depan ruma atau sedang jalan-jalan, tanyakan berapa jumlah sepeda motor yang lewat dalam jangka waktu 1 menit?

*Belajar mengenalkan konsep perbandingan, kecepatan, konsep panjang dan berat*

a. Menanyakan pada anak roti mana yang ukurannya lebih besar, roti bolu atau donat?

b. Mengenalkan dan menanyakan pada anak, mana yang lebih cepat, mobil atau motor?

c. Mengenalkan dan menanyakan ke anak mana yang lebih tinggi pohon kelapa atau pohon jambu?

d. Menanyakan ke anak mana yang lebih berat, tas kakak atau tas adik?

*Kegiatan di Luar Rumah*

a.Mengajak anak berbelanja
ketika kita mengajak anak berbelanja, libatkan ia dalam transaksi sehingga semakin melatih keterampilan pengoperasian seperti penjumlahan dan pengurangan.

b. Bisa juga dengan permainan toko-tokoan atau pasar-pasaran dengan teman-temannya.

c. Kita juga dapat memberikan anak mainan-mainan yang edukatif seperti balok-balok, tiruan bentuk-bentuk geometri dengan dihubungkan dengan benda-benda disekitar mereka Ada bentuk-bentuk geometri seperti segitiga, segiempat, lingkaran, persegi panjang dan lain-lain. Pengenalan bentuk geometri yang baik, akan membuat anak lebih memahami lingkungannya dengan baik. Saat melihat roda mobil misalnya anak akan tahu kalau bentuknya lingkaran, meja bentuknya segiempat, atap rumah segitiga dan sebagainya.

d. Permainan Tradisional
Permainan-permainan tradisional pun dapat merangsang dan meningkatkan kecerdasan matematis logis anak seperti permainan congklak atau dakon sebagai sarana belajar berhitung, permainan patil lele, permainan lompat tali, permainan engklek dll.

e.Belajar Memecahkan Masalah ( problem solving) melalui mainan
Menyusun lego atau bermain puzzle adalah cara agar anak berlatih menghadapi masalah, tetapi bukan masalah sebenarnya, melainkan sebuah permainan yang harus dikerjakan anak. Masalah yang mengasyikkan yang membuat anak tanpa sadar dilatih untuk memecahkan sebuah masalah. Hal ini akan memperkuat kemampuan anak keluar dari masalah. Misalnya ketika sedang menalikan sepatu, anak akan berusaha menggunakan seluruh kemampuannya untuk menyelesaikan hingga tuntas.

Dengan memberikan stimulus-stimulus tersebut diharapkan anak akan menyukai pelajaran matematika karena matematika ternyata ada disekitar mereka dan mereka mengetahui tujuan belajar matematika. Dengan model stimulus ini anak-anak akan paham makna kabataku (kali, bagi, tambah, kurang) sebagai sebuah proses alamiah sehari-hari, bukan deretan angka yang bikin pusing. Mereka jadi paham bahwa :

Menambah ➡ proses menggabungkan

Mengurangi ➡ proses memisahkan

Mengalikan ➡ proses menambah/menjumlahkan secara berulang.

Membagi ➡ proses mengurangi secara berulang.

Tentu hal ini harus didukung dengan pola pengajaran matematika di rumah dan di sekolah yang menyenangkan, kreatif, kontekstual, realistik, menekankan pada proses dan pemahaman anak dan problem solving (pemecahan masalah).

Kreatif dalam mengenalkan dan mengajarkan konsep matematika serta dengan berbagai macam permainan dan alat peraga yang menarik.

Dengan demikian matematika akan menjadi pelajaran yang menyenangkan dan ditunggu-tunggu.

_Salam Ibu Profesional_

/ _Tim Fasilitator Bunda Sayang_/

📚Sumber bacaan:

_Hernowo, Menjadi Guru yang Mampu dan Mau Mengajar dengan Menyenangkan, MLC, 2005_

_Howard Gardner, Multiple Intelligence, Gramedia, 2000_

_Septi Peni Wulandani, Jarimatika, Mudah dan Menyenangkan, Kawan Pustaka, Agromedia, 2009_

Game Kelas Bunsay Level 5 : Family Reading Time – Day 10

Hari kesepuluh kami. Yaps, hari ini ada surprise. Paket pesanan wall sticker sudah sampai. Yeya! Kami bisa menjalankan project ini hari ini.

Ada beberapa wallsticker yang kami pesan: world map black version, house rules, pengukur tinggi badan giraffe, tree, transportation, dan alphabet. Sebelumnya sudh ada wolrd map animal version dan travelling yang sudhs ditempel di rumah.

Saya memang suka banget wallsticker ini karena ini mudah banget dan bagus kalo ditempel di rumah ‘kosongan’ kami. Langsung edukatif pula. Jadi hari ini proyeknya adalah memasang yang penting dulu.

Berdasarkan hasil diskusi dg Yaya, kami memutuskan yang ditempel dulu adl pengukur tinggi badan dan tree. Pengukur tinggi digunakan utk cek progres tinggi may, haha saya jarang bgt bs update growth chart nya may. Baru sabtu besok rencana mau ke posyandu komplek buat minta vit A dan timbang, hehehe.

Sedangkan tree akan digunakan sebagai latar home team framework kami. Berikut penampakan ngasal tempelannya, wkwk. Maafin kamera hape tidak mendukung, jadi kualitasnya seadanya.

Before

After *blur tapi 😂😂😂

Berasa banget nyusun yang tree ini, karena itu ranting dam dedaunannya benat2 harus disusun sendiri, ahahhahaa 😅 Ya Allah keringetan.

Setelah ini, Bubu masih punya project untuk menempel apa-apa yang diperlukan di dinding framework tersebut. Doakan jadi yah!

Termasuk di dlmnya literasi yang sudah dibaca masing-masing anggota rumah.

Yaya, setelah ditanya Bubu, aktivitas beberapa hari ini adalah menyelesaikan paper utk dipresentasikan pekan depan, download jurnal-jurnal yang siap dibaca, menerukan baca buku Why Nation Fail.

Okay, gutlak everyone. May, thanks udah bantu bubu yaa mengerjakan proyek ini 🙂

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

Game Kelas Bunsay Level 5 : Family Reading Time – Day 9

Waw waw waw, hari ke sembilaaaan

Fiuuuh.

Tidak terasa terakhir posting adalah 5 hari lalu, hiks, kemana aja neng?

Akhirnya dini hari ini bisa merenung bahwa challenge terbesar kelas IIP adalah mempublish pembelajaran. Kenapa? Karena saya bukan tipe yang dikit-dikit bisa cekrak-cekrek saat nemenin anak bereksperimen.

Sekarang saya coba nginget-inget apa saja yang sudsh dilakukan 5 hsri ke belakang.

Ahiya! Maryam get new book! Ini seperti pop-up book. Hadiah dari teman Bubu habis hunting BBW. Alhamdulillah, rizqi minallah 😉

May seneng banget dapat hadiah ini, walo belom sempet difoto bukunya, *tuh kaan, kayaknya saya habis ini harus punya jadwal buat cekrek2 deh.

Saya ceritain aja yah. Bukunya temanya adala First Word about Home. Bentumnya rumah, yang bisa dibuka-buka. Setiap sisinya berisi ruangan dalam rumah beserta barang-barangnya, in english.

May senang sekali jika membaca itu. Saya mengenalkannya “Rumah Maryam”.

Says ketuk2, “assalamualaikum, maryam ada?”. May sangat antusias menyimak. Kemudian, perlahan, saya buka pintunya, dan mengenalkan satu per satu barang di masing-masing ruang. Ada playroom, kitchen, living room, bathroom, dan bedroom. Waw, amazing. Terimakasih yanh sudhs memberi gift buat maryam. She learn a lot today.

Dan tema beberapa hari pun bertambah, selain pengenalan kebiasaan mandiri, juga pengenalan barang.

Bagaimana dengan Bubu? Bubu sekarang lagi fokus perbaikin yaumiyah, jadi bacanya adl baca quran 😊 targetnya read quran everyday, seberapa banyak pun. Bubu bikin challenge dzikr morning-afternoon-beforesleep dan reading quran bareng ate-ate shalihah 🌻 sunflower team. Alhamdulillah berjlan lancaar.

Bagaimana dg Yaya? Yaya lagi banyak kunjungan dan ketemu orang. Beberapa hari kemarin, Yaya bertemu gurunya, sensei Edi Sukur, Pak Warsito, Bu Feny, ikut majelisnya Hanan Attaki juga, next day k3 kantor pusat IDE JETRO di Tokyo utk FGD, congrats ayah! Keep shining!

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst