Game Kelas Bunsay Level 4 : Memahami Gaya Belajar Anak – Day 4

Hari ini saya akan mencoba mengeksplorasi apakah BabyMay menggunakan gaya belajar kinestetik.

Seperti sebelumnya, saya juga akan menggunaka tanda checklist untuk mempermudah observasi.

Saya memberi tanda

🆘 bila poin tsb blm dapat diujikan,

✔bila ditemukan pada May,

❌ bila belum ditemukan

❓ bila saya ragu apakah poin tsb ada pada May

Oke mari kita mulai

🌸GAYA BELAJAR KINESTETIK (belajar dengan cara bergerak, bekerja dan menyentuh)

Lirikan kebawah bila berbicara, berbicara lebih lambat. 🆘

Anak yang mempunyai gaya belajar kinestetik belajar melalui bergerak, menyentuh, dan melakukan. ✔

Anak seperti ini sulit untuk duduk diam berjam-jam karena keinginan mereka untuk beraktifitas dan eksplorasi sangatlah kuat. ✔

Anak yang bergaya belajar ini belajarnya melalui gerak dan sentuhan.✔

*Ciri-ciri gaya belajar kinestetik :*

🔹Berbicara perlahan🆘

🔹Penampilan rapi🆘

🔹Tidak terlalu mudah terganggu dengan situasi keributan✔

🔹Belajar melalui memanipulasi dan praktek✔

🔹Menghafal dengan cara berjalan dan melihat🆘

🔹Menggunakan jari sebagai petunjuk ketika membaca🆘

🔹Merasa kesulitan untuk menulis tetapi hebat dalam bercerita🆘

🔹Menyukai buku-buku dan mereka mencerminkan aksi dengan gerakan tubuh saat membaca🆘

🔹Menyukai permainan yang menyibukkan✔

🔹Tidak dapat mengingat geografi, kecuali jika mereka memang pernah berada di tempat itu🆘

🔹Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka.✔

🔹Menggunakan kata-kata yang mengandung aksi.✔

*Strategi proses belajar anak kinestetik yg pernah dicpba:*

🔹Jangan paksakan anak untuk belajar sampai berjam-jam.✔

🔹Ajak anak untuk belajar sambil mengeksplorasi lingkungannya (contohnya: ajak dia baca sambil bersepeda, gunakan obyek sesungguhnya untuk belajar konsep baru).✔

🔹Izinkan anak untuk mengunyah permen karet pada saat belajar.❌

🔹Gunakan warna terang untuk menghilite hal-hal penting dalam bacaan.❌

🔹Izinkan anak untuk belajar sambil mendengarkan musik.✔

Pada usia under 1 year sebetulnya gaya belajar kinestetik begitu dominan pada bayi, menurut saya. Hal ini karena bayi sedang up up nya belajar motorik, baik motorik kasar maupun halus. Ada pembelajaran lain tapi tak sedominan itu.

Apakah bakat ini akan menerus di babyMay? Kita lihat nanti ya ☺

#Tantangan10Hari
#Level4
#GayaBelajarAnak

Advertisements

Game Kelas Bunsay Level 4 : Memahami Gaya Belajar Anak – Day 3

Hari ini saya akan mencoba mengeksplorasi apakah BabyMay menggunakan gaya belahar auditori.

Seperti sebelumnya, saya juga akan menggunaka tanda checklist untuk mempermudah observasi.

Saya memberi tanda

🆘 bila poin tsb blm dapat diujikan,

✔bila ditemukan pada May,

❌ bila belum ditemukan

❓ bila saya ragu apakah poin tsb ada pada May

Oke mari kita mulai

🌸GAYA BELAJAR AUDITORI (belajar dengan cara mendengar)

Lirikan kekiri/kekanan mendatar bila berbicara. 🆘

Anak yang bertipe auditori mengandalkan kesuksesan belajarnya melalui telinga ( alat pendengarannya ), untuk itu maka ibu/ guru sebaiknya harus memperhatikan siswa/anaknya hingga ke alat pendengarannya. Anak yang mempunyai gaya belajar auditori dapat belajar lebih cepat dengan menggunakan diskusi verbal dan mendengarkan apa yang guru/ibu katakan. ✔

Anak auditori dapat mencerna makna yang disampaikan melalui tone suara, pitch (tinggi rendahnya), kecepatan berbicara dan hal-hal auditori lainnya.✔

Informasi tertulis terkadang mempunyai makna yang minim bagi anak auditori dibandngkan dengan mendengarkannya. 🆘

Anak-anak seperi ini biasanya dapat menghafal lebih cepat dengan membaca teks dengan keras dan mendengarkan kaset.✔

*Ciri-ciri gaya belajar auditori :*

🔹Saat bekerja suka bicara kepada diri sendiri✔

🔹Penampilan rapi.🆘

🔹Mudah terganggu oleh keributan❓

🔹Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan dari pada yang dilihat✔

🔹Senang membaca dengan keras dan mendengarkan🆘

🔹Menggerakkan bibir mereka dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca🆘

🔹Biasanya ia pembicara yang fasih Lebih pandai mengeja dengan keras daripada menuliskannya🆘

🔹Lebih suka gurauan lisan daripada membaca komik✔

🔹Mempunyai masalah dengan pekerjaan-pekerjaan yang melibatkan Visual🆘

🔹Berbicara dalam irama yang terpola🆘

🔹Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, berirama dan warna suara🆘

*Strategi proses belajar anak auditori yg pernah dicoba:*

🔹Ajak anak untuk ikut berpartisipasi dalam diskusi baik di dalam kelas maupun di dalam keluarga.✔

🔹Dorong anak untuk membaca materi pelajaran dengan keras.🆘

🔹Gunakan musik untuk mengajarkan anak.✔

🔹Diskusikan ide dengan anak secara verbal.✔

🔹Biarkan anak merekam materi pelajarannya ke dalam kaset dan dorong dia untuk mendengarkannya sebelum tidur.🆘

Gaya belajar auditori adl gaya belajar yg paling mudah saya kenali pada May. Responnya thdp suara begitu menakjubkan. Tetapi saya tak ingin memvpnis lebih awal, apakah ia seorang auditori sungguhan?

#Tantangan10Hari

#Level4

#GayaBelajarAnak

Game Kelas Bunsay Level 4 : Memahami Gaya Belajar Anak – Day 2

Pada sesi 2 ini, saya akan mencoba lebih mengeksplorasi apakah BabyMay termasuk anak yg belajar dg gaya visual? Saya coba repost deskripsi gaya visual dan tandai mana yg saya temukan pada May

Saya memberi tanda

🆘 bila poin tsb blm dapat diujikan,

✔bila ditemukan pada May,

❌ bila belum ditemukan

❓ bila saya ragu apakah poin tsb ada pada May

Oke mari kita mulai

🌸GAYA BELAJAR VISUAL ( Belajar dengan cara melihat)

Lirikan keatas bila berbicara, berbicara dengan cepat. 🆘

Bagi anak yang bergaya belajar visual, mata / penglihatan (visual) memegang peranan penting dalam belajar, dalam hal ini metode pengajaran yang digunakan ibu/guru sebaiknya lebih banyak / dititikberatkan pada peragaan / media, ajak mereka ke obyek-obyek yang berkaitan dengan pelajaran tersebut, atau dengan cara menunjukkan alat peraganya langsung pada siswa atau menggambarkannya di papan tulis. ✔

Anak yang mempunyai gaya belajar visual harus melihat bahasa tubuh dan ekspresi muka gurunya/ibunya untuk mengerti materi pelajaran. ✔

Mereka cenderung untuk duduk di depan agar dapat melihat dengan jelas.🆘

Mereka berpikir menggunakan gambar-gambar di otak mereka dan belajar lebih cepat dengan menggunakan tampilan-tampilan visual, seperti diagram, buku pelajaran bergambar, dan video.✔

*Ciri-ciri gaya belajar visual :*

🔹Bicara agak cepat🆘

🔹Mementingkan penampilan dalam berpakaian/presentasi🆘

🔹Tidak mudah terganggu oleh keributan✔

🔹Mengingat yang dilihat, dari pada yang didengar❓

🔹Lebih suka membaca dari pada dibacakan🆘

🔹Pembaca cepat dan tekun🆘

🔹Seringkali mengetahui apa yang harus dikatakan, tapi tidak pandai memilih kata-kata🆘

🔹Lebih suka melakukan demonstrasi dari pada pidato🆘

🔹Lebih suka musik✔

🔹Mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis, dan seringkali minta bantuan orang untuk mengulanginya.🆘

*Strategi proses belajar visual yg pernah dicoba:*

🔹Gunakan materi visual seperti, gambar-gambar, diagram dan peta.✔

🔹Gunakan warna untuk menghilite hal-hal penting.✔

🔹Ajak anak untuk membaca buku-buku berilustrasi. Gunakan multi-media (contohnya: komputer dan video).✔

🔹Ajak anak untuk mencoba mengilustrasikan ide-idenya ke dalam gambar.🆘

Alhamdulillah, dari hasil diatas, pada beberapa poin saya yakin May punya bakat belajar visual, akan tetapi masih banyak yg hrs dieksplorasi. Hal ibu karena ada banyak ciri yg blm bisa diujikan sekarang. okai, kita simpan ini utk bekal pembelajarn berikutnya.

Dear May, this qoute is for you.

#Tantangan10Hari #Level4 #GayaBelajarAnak

Game Kelas Bunsay Level 4 : Memahami Gaya Belajar Anak – Day 1

🎗GAME LEVEL 4🎗

📖 Gaya belajar anak 📖

Setiap anak itu cerdas. Hanya saja kemampuan anak untuk mengerti hal yang berbeda tergantung pada gaya belajar anak. Bisa dominan hanya pada 1 gaya belajar saja, namun bisa juga gabungan dari beberapa gaya belajar dengan urutan belajar yang berbeda. Dengan mengetahui gaya belajarnya anak akan lebih mudah mempelajari sesuatu.

🔍Pengamatan mendalam terhadap keseharian anak bisa membantu orangtua mengenali gaya belajar anak

🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

*Tantangan 10 hari level 4*

📝Bagi yang sudah mempunyai anak

1. Lakukan pengamatan terhadap anak pada saat kegiatan sehari-hari. Gunakan tabel untuk memudahkan pengamatan (tabel terlampir)

2. Tuliskan hasil pengamatan setiap harinya

3. Cermati gaya belajar anak berdasarkan hasil pengamatan

📝Bagi yang single dan belum punya anak lakukan pengamatan terhadap diri sendiri ataw orang terdekat

📝Bagi yang sudah berhasil menemukan gaya belajar anak dan diri sendiri bisa menuliskan hasil pengamatannya (dari mulai proses sampai berhasil menemukan gaya belajarnya)

Form pengamatan anak 👇🏻👇🏻 http://bit.ly/2gAkzSa

Jawaban:

Bismillahirrahmanirrahiim, aaah tugas 4 ini samsek belom di upload.

Ini disebabkan BabyMay sedang sakit dua peka lebih dan Bubu sedang fokua utk persiapan keberangkatan Yaya, jadi sekip sekali posting di blog.

Dari diskusi di kelas Bunsay, untuk anak under 1 year, memahami gaya belajar bisa dg stimulasi apa saja aktivitas keseharian BabyMay, baik motorik, maupun visual dan auditori.

Okay, karena BabyMay sedang sakit, Bubu coba mereview dulu asumsi awal gaya belajar May.

May selalu excited dengan bunyi.

May tidak begitu tertarik televisi.

May senang menggenggam.

May bila fokus pada sesuatu yg lagi diulik, abai pada yg lain.

May pemberani, berani mencoba.

May selalu berhati-hati, mengukur resiko.

May tidak khawatir gagal.

May berkemauan keras.

May senang memindah barang.

May senang membongkar.

May senang eksplorasi hal baru.

May tertarik dengan buku, quran, dan senang menyobeknya.

May suka mencabut tisu dari kotaknya sampai habis.

May bila bisa satu hal baru, ia mencoba terus tanpa bosan.

May babbling.

May bisa mengatakan keinginan “nenen, mamam”

May bisa menunjuk keinginan.

May bisa mengungkapkan kekesalan.

May bisa memanggih “yah, teteh”

May suka angin dan air.

May suka berkegiatan di luar rumah.

May suka bertemu orang.

May ramah pada orang lain.

Aaah udahlah itu dulu, hihihi. Ternyata banyak juga ya jika ditulis segala tentang May. Mari panjut mengeskplorasi. 🙂

#Tantangan10Hari

#Level4

#GayaBelajarAnak

#KuliahBunsayIIP

Materi Kelas Bunsay 4 : Memahami Gaya Belajar Anak, Mendampingi dengan Benar

Institut Ibu Profesional

Kelas Bunda Sayang Materi #4

MEMAHAMI GAYA BELAJAR ANAK, MENDAMPINGI DENGAN BENAR

Dulu kita adalah anak/murid yang selalu menerima apa saja yang diberikan orangtua/guru kita, apabila ada hal-hal yang belum kita pahami, lebih cenderung diam, tidak berani untuk menanyakan kembali. Karena paradigma yang muncul saat itu, banyak bertanya dianggap bodoh atau mengganggu proses pembelajaran. Itu baru tingkat pemahaman, guru/orangtua kita sangat sedikit yang mau memahami bagaimana cara kita bisa belajar dengan baik, yang ada kita harus menerima gaya orangtua/guru kita mengajar. Sehingga anak yang gaya belajarnya tidak sesuai dengan gaya mengajar guru/orangtuanya, akan masuk kategori “siswa dengan tingkat pemahaman rendah” dan kadang mendapat label “bodoh”. Jaman berubah, dan terus akan berubah.

Sudah saatnya kita harus mengubah paradigma baru di dunia pendidikan. Dari sisi orangtua/pendidik. Apabila anak tidak bisa belajar dengan cara/gaya kita mengajar, maka kita harus belajar mengajar dengan cara mereka BISA belajar Dari sisi anak/siswa: Setiap anak/siswa PASTI BISA belajar dengan baik, setiap anak akan belajar dengan CARA yang BERBEDA.

Sudah saatnya kita belajar memahami gaya belajar anak-anak Learning Styles) dan memahami gaya mengajar kita sebagai pendidik (Teaching Styles) karena kedua hal tersebut di atas akan berpengaruh pada gaya bekerja kita dan anak-anak (Working Styles).

Karena kalau tidak, kita dan anak-anak akan masuk kategori masyarakat buta huruf abad 20, yang didefinisikan Alvin Toffler sbb : Mereka yang dikategorikan buta huruf di abad 20 bukanlah individu yang tidak bisa membaca dan menulis, melainkan orang yang tidak mampu belajar, tidak mau belajar dan tidak kembali belajar.

Sebelum kita membahas lebih lanjut tentang gaya belajar ada baiknya kita memahami terlebih dahulu untuk apa anak-anak ini harus belajar.

Ada 4 hal penting yang menjadi tujuan anak-anak belajar yaitu :

a.Meningkatkan Rasa Ingin Tahu anak ( Intellectual Curiosity)

b. Meningkatkan Daya Kreasi dan Imajinasinya ( Creative Imagination)

c. Mengasah seni / cara anak agar selalu bergairah untuk menemukan sesuatu ( Art of Discovery and Invention)

d.Meningkatkan akhlak mulia anak-anak ( Noble Attitude)

Fokuslah kepada 4 hal tersebut selama mendampingi anak-anak belajar.

Buatlah pengamatan secara periodik, apakah rasa ingin tahunya naik bersama kita/selama di sekolah?

Apakah kreasi dan imajinasinya berkembang dengan bagus selama bersama kita/selama di sekolah?

Apakah anak-anak suka menemukan hal baru, dan keluar Aha! (Moment teriakan “Aha! Aku tahu sekarang” atau ekspresi lain yang menunjukkan kebinaran matanya) selama belajar?

Apakah dengan semakin banyaknya ilmu yang anak-anak dapatkan di rumah/di sekolah semakin meningkatkan akhlak mulianya?

Setelah memahami tujuan anak-anak belajar baru kita memasuki tahapan-tahapan memahami berbagai gaya belajar anak-anak.

Gaya belajar dapat menentukan prestasi belajar anak. Jika diberikan strategi yang sesuai dengan gaya belajarnya, anak dapat berkembang dengan lebih baik. Gaya belajar otomatis tergantung dari orang yang belajar. Artinya, setiap orang mempunyai gaya belajar yang berbeda-beda. Modalitas belajar adalah cara informasi masuk ke dalam otak melalui indra yang kita miliki.

Tiga macam modalitas belajar anak:

☘Auditory : modalitas ini mengakses segala macam bunyi, suara, musik, nada, irama, cerita, dialog, dan pemahaman materi pelajaran dengan menjawab atau mendengarkan lagu, syair, dan hal-hal lain yang terkait.

☘ Visual : modalitas ini mengakses citra visual, warna, gambar, catatan, tabel diagram, grafik, serta peta pikiran, dan hal-hal lain yang terkait.

☘ Kinestetik: modalitas ini mengakses segala jenis gerak, aktifitas tubuh, emosi, koordinasi, dan hal-hal lain yang terkait.

Mari kita pahami gaya belajar tersebut secara detil, kita pahami ciri-cirinya dan bagaimana strategi kita untuk mendampingi anak-anak dengan gaya belajarnya masing-masing.

🌸GAYA BELAJAR VISUAL ( Belajar dengan cara melihat)

Lirikan keatas bila berbicara, berbicara dengan cepat. Bagi anak yang bergaya belajar visual, mata / penglihatan (visual) memegang peranan penting dalam belajar, dalam hal ini metode pengajaran yang digunakan ibu/guru sebaiknya lebih banyak / dititikberatkan pada peragaan / media, ajak mereka ke obyek-obyek yang berkaitan dengan pelajaran tersebut, atau dengan cara menunjukkan alat peraganya langsung pada siswa atau menggambarkannya di papan tulis. Anak yang mempunyai gaya belajar visual harus melihat bahasa tubuh dan ekspresi muka gurunya/ibunya untuk mengerti materi pelajaran. Mereka cenderung untuk duduk di depan agar dapat melihat dengan jelas. Mereka berpikir menggunakan gambar-gambar di otak mereka dan belajar lebih cepat dengan menggunakan tampilan-tampilan visual, seperti diagram, buku pelajaran bergambar, dan video.

*Ciri-ciri gaya belajar visual :*

🔹Bicara agak cepat

🔹Mementingkan penampilan dalam berpakaian/presentasi

🔹Tidak mudah terganggu oleh keributan

🔹Mengingat yang dilihat, dari pada yang didengar

🔹Lebih suka membaca dari pada dibacakan

🔹Pembaca cepat dan tekun

🔹Seringkali mengetahui apa yang harus dikatakan, tapi tidak pandai memilih kata-kata

🔹Lebih suka melakukan demonstrasi dari pada pidato

🔹Lebih suka musik

🔹Mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis, dan seringkali minta bantuan orang untuk mengulanginya.

*Strategi untuk mempermudah proses belajar anak visual :*

🔹Gunakan materi visual seperti, gambar-gambar, diagram dan peta.

🔹Gunakan warna untuk menghilite hal-hal penting.

🔹Ajak anak untuk membaca buku-buku berilustrasi. Gunakan multi-media (contohnya: komputer dan video).

🔹Ajak anak untuk mencoba mengilustrasikan ide-idenya ke dalam gambar.

🌸GAYA BELAJAR AUDITORI (belajar dengan cara mendengar)

Lirikan kekiri/kekanan mendatar bila berbicara. Anak yang bertipe auditori mengandalkan kesuksesan belajarnya melalui telinga ( alat pendengarannya ), untuk itu maka ibu/ guru sebaiknya harus memperhatikan siswa/anaknya hingga ke alat pendengarannya. Anak yang mempunyai gaya belajar auditori dapat belajar lebih cepat dengan menggunakan diskusi verbal dan mendengarkan apa yang guru/ibu katakan. Anak auditori dapat mencerna makna yang disampaikan melalui tone suara, pitch (tinggi rendahnya), kecepatan berbicara dan hal-hal auditori lainnya. Informasi tertulis terkadang mempunyai makna yang minim bagi anak auditori dibandngkan dengan mendengarkannya. Anak-anak seperi ini biasanya dapat menghafal lebih cepat dengan membaca teks dengan keras dan mendengarkan kaset.

*Ciri-ciri gaya belajar auditori :*

🔹Saat bekerja suka bicara kepada diri sendiri

🔹Penampilan rapi.

🔹Mudah terganggu oleh keributan

🔹Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan dari pada yang dilihat

🔹Senang membaca dengan keras dan mendengarkan

🔹Menggerakkan bibir mereka dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca

🔹Biasanya ia pembicara yang fasih Lebih pandai mengeja dengan keras daripada menuliskannya

🔹Lebih suka gurauan lisan daripada membaca komik

🔹Mempunyai masalah dengan pekerjaan-pekerjaan yang melibatkan Visual

🔹Berbicara dalam irama yang terpola

🔹Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, berirama dan warna suara

*Strategi untuk mempermudah proses belajar anak auditori :*

🔹Ajak anak untuk ikut berpartisipasi dalam diskusi baik di dalam kelas maupun di dalam keluarga.

🔹Dorong anak untuk membaca materi pelajaran dengan keras.

🔹Gunakan musik untuk mengajarkan anak.

🔹Diskusikan ide dengan anak secara verbal.

🔹Biarkan anak merekam materi pelajarannya ke dalam kaset dan dorong dia untuk mendengarkannya sebelum tidur.

🌸GAYA BELAJAR KINESTETIK (belajar dengan cara bergerak, bekerja dan menyentuh)

Lirikan kebawah bila berbicara, berbicara lebih lambat. Anak yang mempunyai gaya belajar kinestetik belajar melalui bergerak, menyentuh, dan melakukan. Anak seperti ini sulit untuk duduk diam berjam-jam karena keinginan mereka untuk beraktifitas dan eksplorasi sangatlah kuat. Anak yang bergaya belajar ini belajarnya melalui gerak dan sentuhan.

*Ciri-ciri gaya belajar kinestetik :*

🔹Berbicara perlahan

🔹Penampilan rapi

🔹Tidak terlalu mudah terganggu dengan situasi keributan

🔹Belajar melalui memanipulasi dan praktek

🔹Menghafal dengan cara berjalan dan melihat

🔹Menggunakan jari sebagai petunjuk ketika membaca

🔹Merasa kesulitan untuk menulis tetapi hebat dalam bercerita

🔹Menyukai buku-buku dan mereka mencerminkan aksi dengan gerakan tubuh saat membaca

🔹Menyukai permainan yang menyibukkan

🔹Tidak dapat mengingat geografi, kecuali jika mereka memang pernah berada di tempat itu

🔹Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka.

🔹Menggunakan kata-kata yang mengandung aksi.

*Strategi untuk mempermudah proses belajar anak kinestetik:*

🔹Jangan paksakan anak untuk belajar sampai berjam-jam.

🔹Ajak anak untuk belajar sambil mengeksplorasi lingkungannya (contohnya: ajak dia baca sambil bersepeda, gunakan obyek sesungguhnya untuk belajar konsep baru).

🔹Izinkan anak untuk mengunyah permen karet pada saat belajar.

🔹Gunakan warna terang untuk menghilite hal-hal penting dalam bacaan.

🔹Izinkan anak untuk belajar sambil mendengarkan musik.

Ketika belajar memahami anak-anak, sejatinya kita sedang belajar memahami diri kita sendiri. Apabila bunda semuanya bisa melihat gaya belajar anak-anak karena sering mengamati perkembangan mereka, maka kitapun akan dengan mudah mengamati gaya belajar kita, gaya mengajar kita dan gaya bekerja kita. Hal ini akan lebih membuat kita bahagia menjalankan proses belajar. Dijamin proses belajar juga tidak akan pernah berhenti dari buaian sampai ke liang lahat.

Anak-anak sangat menyukai bermain, karena energi yang dimunculkan ketika bermain tidak akan pernah habis. Apabila kita bisa memaknai belajar dan bekerja selayaknya anak-anak bermain, sudah dapat dibayangkan betapa asyiknya belajar dan bekerja dalam kehidupan ini. Karena setiap saat anak-anak akan menemukan energi yang terbarukan dalam proses belajarnya dan kita akan mendapatkan energi yang terbarukan dalam proses bekerja.

_Don’t Teach me , I Love to Learn_

Salam Ibu Profesional,

/Tim Fasilitator Bunda Sayang/

Sumber Bacaan:

Gordon Dryden and JeanetteVos, The Learning Revolution, ISBN-13: 978-1929284009

Barbara Prashing, The Power of Learning Styles, Kaifa, 2014

Institut Ibu Profesional, Bunda Sayang : Memahami Gaya Belajar Anak, GazaMedia, 2016

Games Kelas Bunsay Level 2 : Melatih Kemandirian Anak – Day 7

​alhamdulillah hari ke 7.

Hari ini seperti biasa, May melakukan rutinitas pagi. Berikutnya, agak hectic krn Yaya pulang, jd May menemani Yaya memenuhi jadwal aktivitasnya agar bs daddy time. 

Seusai mengikuti aktivitas Yaya, May mendapat kesempatan belajar motorik lagi. Yeay, dan surprisingly May bisa berdiri berpegangan. Alhamdulillah berhasil, hore! 

Belajar ditemani Kung memang asik. Tidak dimanjakan tetapi dilatih 🙂 terimakasih Kung 🙂

#Level2

#BunsayIIP

#MelatihKemandirian 

#Tantangan10hari

#day7

Game Kelas Bunsay Level 1 Komunikasi Produktif – Day 6

Bismillah, late post latihan komprod selasa kemarin. MasyaAllah mendekati akhir Ramadhan jadwal semakin padat, dan selasa kemarin home team kami harus membagi tugas serta pergi bersama sampai larut malam. Saya menulis dengan setting hari selasa ya, jadi ngga menceritakan masa lalu.

Sejak pagi kami berkoordinasi tentang jadwal hari ini. Karena prioritas May bisa istirahat dg nyenyak, efek saya sedang sakit juga, saya mengesampingkan dulu agenda publik. Hari ini harus mengisi kajian online, mengirim barang banyak banget ke ekspedisi, dan ke Jakarta hingga ifthar. 

Sangat takjub kepada Allah, May mengerti kondisi ini. Hujan-hujanan di jalan. Pulang larut malam. 

Pembelajaran hari ini dalam komprpd adl apresiasi thdp kerjasama May, dan momen perjalanan home team yg jadi couple time sama Yaya. Kami banyak mendiskusikan problem2 yang happening di ranah kontribusi kami. Alhamdulillah.

✅ Hal menarik apa saja yang anda dapatkan ketika mempraktikkan poin tersebut dalam komunikasi sehari-hari bersama keluarga?

Alhamdulillah miskomunikasi semakin minimal

✅ Perubahan apa yang anda buat hari ini dalam berkomunikasi?

Husnudzan billah. 
#level1

#day6

#tantangan10hari

#komunikasiproduktif

#kuliahbunsayiip