Nice Home Work #9 Bunda sebagai Agen Perubahan

_Matrikulasi IIP batch #3_

_Nice HomeWork #9_

*BUNDA sebagai AGEN PERUBAHAN*

Bunda, kalau sudah menemukan passion (ketertarikan minat) ada di ranah mana, mulailah lihat isu sosial di sekitar anda, maka belajar untuk membuat solusi terbaik di keluarga dan masyarakat.

Rumus yang kita pakai :

*PASSION + EMPHATY = SOCIAL VENTURE*

Social venture adalah suatu usaha yang didirikan oleh seorang social enterpreneur baik secara individu maupun organisasi yang bertujuan untuk memberikan solusi sistemik untuk mencapai tujuan sosial yang berkelanjutan.

Sedangkan social enterpreneur adalah orang yg menyelesaikan isu sosial di sekitarnya menggunakan kemampuan enterpreneur.

Sehingga bunda bisa membuat perubahan di masyarakat diawali dari rasa emphaty, membuat sebuah usaha yang berkelanjutan diawali dengan menemukan passion dan menjadi orang yang merdeka menentukan nasib hidupnya sendiri.

Hal ini akan membuat kita bisa menyelesaikan permasalahan sosial di sekitar kita dengan kemampuan enterpreneur yang kita miliki. Sehingga untuk melakukan perubahan tidak perlu menunggu dana dari luar, tapi cukup tekad kuat dari dalam.

Mulailah dari yg sederhana,  lihat diri kita, apa permasalahan yg kita hadapi selama ini, apabila kita bisa menyelesaikan permasalahan kita, dan membagikan sebuah solusi, bisa jadi ini menjawab permasalahan yg dihadapi oleh orang lain. Karena mungkin banyak di luar sana yg memiliki permasalahan yg sama dengan kita.

Setelah selesai dengan permasalahan kita sendiri, baru keluar melihat isu sosial yg ada di sekitar kita.

Bagaimana caranya? Isilah bagan-bagan di bawah ini:

Contoh:

Selamat menjadi agen perubahan

Karena

_Everyone is a Changemaker_ 

( Setiap orang adalah agen perubahan)

Sampai jumpa di perkuliahan Ibu Profesional selanjutnya untuk bisa lebih memahami secara detil matrikulasi IIP ini.

Salam,

/Tim Fasilitator IIP/

Jawaban:

Bismillah, sebetulnya, melihat tugas ini saya seperti flashback pada diri saya bertahun-tahun yang lalu. Jauh sebelum mengenal IIP, saya sebetulnya adalah orang yang tipe nya meng-create sesuatu untuk menyalurkam energi lebih saya, misalnya dengan membuat kelas belajar quran gratis, membuat akun souncloud tentang motivasi perbaikan diri, dan tergabunh dalam komunitas maupun organisasi yang membuat saya berkembang hingga saat ini.

Sekarang pun, selain masih aktif menjadi ketua departemen kaderisask salah satu organisasi kepemudaan di Indonesia, saya juga terlibat membina kelas pra nikah bagi muslimah secara online. 

Aaah, tetiba muncul ide di kepala saya, bagaimana jika saya mengoptimalkan peran yang ada sambil melebarkan sayap agar tetap mampu terbang di masa adaptasi berumah tangga dan merawat cahaya mata saya, babymaryam.

Coba saya buat coretan ya,


Bismillah, doakan ini istiqomah dan berkembang lebih baik ya 🙂

Nice Home Work #8 Misi Hidup dan Produktivitas

Nice HomeWork #8

MISI HIDUP DAN PRODUKTIVITAS

Bunda, setelah di materi sesi #8 kita belajar tentang bagaimana pentingnya menemukan misi hidup untuk menunjang produktivitas keluarga. Maka saat ini kita akan lebih menggali bagaimana menerapkannya secara teknis sbb :

a. Ambil salah satu dari ranah aktivitas yang sudah teman-teman tulis di kuadran SUKA dan BISA (lihat NHW#7)

b. Setelah ketemu satu hal, jawablah pertanyaan “BE  DO HAVE” di bawah ini :

1. Kita ingin menjadi apa ? (BE)

2. Kita ingin melakukan apa ? (DO)

3. Kita ingin memiliki apa? (HAVE)

c. Perhatikan 3 aspek dimensi waktu di bawah ini dan isilah:

1. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)

2.Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan ( strategic plan)

3. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun ( new year resolution)

Mulailah dengan PERUBAHAN, karena pilihannya hanya satu BERUBAH atau KALAH

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulsi IIP/

Jawaban:

Bismillahirrahmanirrahim, pada tugas kali ini saya mencoba me review apa yanh saya tulis di tugas sebelumnya. Dan berikut yang saya temukan. 👇

Kuadran  1 : Aktivitas yang anda SUKA dan anda BISA

mengamati dan menganalisis segala sesuatu, memimpin dan mengatur, memotivasi, merencanakan, travelling belajar dari perjalanan, menyetrika, mengajar dan berbagi

MY PERSONAL BRANDING 



a. Ambil salah satu dari ranah aktivitas yang sudah teman-teman tulis di kuadran SUKA dan BISA (lihat NHW#7)

Saya memilih menggabungkan 2 pointers pada penugasan sebelumnya untuk diramu dalam menjawab NHW kali ini karena saya lihat kesemuanya itu memiliki benang merah. Dan saya menyadari, bahwa aktivitas saya selama ini memang tidak jauh-jauh dari itu. Mengisi kuliah-kuliah online, kajian-kajian offline-online, yang isinya memotivasi-menganalisis-mengevaluasi-mengarahkan; disamping itu, saya juga aktif dalam organisasi dan komunitas kepemudaan yang mengasah kemamouan visioner, mengatur, memimpin, dan ambasador dalam diri saya. 

Kuliah dan kajian yang saya ampu seputar kepemudaan dan keislaman (kajian pra nikah, kajian keperempuanan, kajian tentang arsitektur islami, kajian sirah – sejarah orang2 mulia dalam islam)

b. Setelah ketemu satu hal, jawablah pertanyaan “BE  DO HAVE” di bawah ini :

1. Kita ingin menjadi apa ? (BE)

kembali pada awal sekali niat saya belajar, maka saya yakin, saya ingin menjadi:

Arsitek Peradaban, yaitu seseorang yang terlibat dalam merancang dan mendesain bagaimana sebuah peradaban berjalan. Peradaban disini tentu saja dikaitkan dengan latar belakang saya sebagai muslim, sehingga nuansa yang yang saya kenalkan adalah bagaimana islam mengajari saya mengambil peran menjadi bagian dari peradaban. 

2. Kita ingin melakukan apa ? (DO)

– menjadi duta islam dalam berbagai aktivitas kebaikan dan perbaikan

– menjadi inspirator kebaikan dan perbaikan bagi orang lain dan lingkungan sekitar

– mengambil hikmah pada setiap pembelajaran dan membagi hikmah tersebut dengan orang lain di sekitat melalui media yang ada

3. Kita ingin memiliki apa? (HAVE)

Haha, saya bingung dengan pertanyaan ini sebenarnya. Apa yang ingin saya miliki ya? 

Saya merasa tidak perlu memiliki apa-apa kecuali pembelajaran-pembelajaran pada setiap fase hidup, yang membuat saya semakin taat kepada Allah. Yang ingin saya miliki barangkali adalah hikmah yang mengantarkan kedekatan saya, kesyukuran saya kepada Allah setiap waktu.

c. Perhatikan 3 aspek dimensi waktu di bawah ini dan isilah:

1. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)

Menjadi arsitek peradaban baik dlm peran domestik maupun peran publik

2.Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan ( strategic plan)

– menjadi istri dan ibu kebanggaan keluarga (mampu menjadi shalih dan mushlih dalam keluarga)

– menjadi inspirator bagi pemuda dan perempuan muslimah

3. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun ( new year resolution)

– menaklukkan diri sendiri, mengoptimalkan peran menjadi ibu bagi babymaryam, mendampingi dan membantu tumbuh kembangnya berjalan optimal sesuai fasenya, serta mengoptimalka peran sebagai istri shalihah bagi suami

– mendidik diri terus menerus dan mengerjakan setiap amanah yang dititipkan dengan baik, mempertanggungjawabkan amanah yang dititipkan (amanah sebagai hamba, sebagai istri dan ibu, sebagai bagian dr organisasi dsn komunitas yang diikuti)

– menulis hikmah-hikmah dari pembelajaran dalam media online secara rutin untuk dijadikan milestone pertumbuhan diri dan menjadi pembelajaran bersama bagi pembaca

Bismillah 🙂 doakan istiqamah 🙂 

Nce Home Work #6  Belajar Menjadi Manajer Keluarga Handal

_NICE HOMEWORK #6_

*BELAJAR MENJADI  MANAJER KELUARGA HANDAL*

Bunda, sekarang saatnya kita masuk dalam tahap “belajar menjadi manajer keluarga yang handal.

Mengapa? karena hal ini akan mempermudah bunda untuk menemukan peran hidup kita dan semoga mempermudah bunda mendampingi anak-anak menemukan peran hidupnya.

Ada hal-hal yang kadang mengganggu proses kita menemukan peran hidup yaitu

 *_RUTINITAS_*

Menjalankan pekerjaan rutin yang tidak selesai, membuat kita _Merasa Sibuk_sehingga kadang tidak ada waktu lagi untuk proses menemukan diri.

Maka ikutilah tahapan-tahapan sbb :

1⃣ Tuliskan 3 aktivitas yang paling penting, dan 3 aktivitas yang paling tidak penting

2⃣Waktu anda selama ini habis untuk kegiatan yang mana?

3⃣Jadikan 3 aktivitas penting menjadi aktivitas dinamis sehari-hari untuk memperbanyak jam terbang peran hidup anda, tengok NHW sebelumnya ya, agar selaras.

4⃣Kemudian kumpulkan aktivitas rutin menjadi satu waktu, berikan “kandang waktu”, dan patuhi cut off time ( misal anda sudah menuliskan bahwa bersih-bersih rumah itu dari jam 05.00-06.00, maka patuhi waktu tersebut)

5⃣Jangan ijinkan agenda yang tidak terencana memenuhi jadwal waktu harian anda.

6⃣Setelah tahap di atas selesai anda tentukan. Buatlah jadwal harian yang paling mudah anda kerjakan. (Contoh kalau saya membuat jadwal rutin saya masukkan di subuh-jam 07.00 – jadwal dinamis ( memperbanyak jam terbang dari jam 7 pagi- 7 malam, setelah jam 7 malam kembali ke aktivitas rutin yang belum selesai, sehingga muncul program 7 to 7)

7⃣Amati selama satu minggu pertama, apakah terlaksana dengan baik?

kalau tidak segera revisi, kalau baik, lanjutkan sampai dengan 3 bulan.

_SELAMAT MENGERJAKAN_

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulasi IIP/

Jawaban

Aah, ini sebenarnya saya banget, hiks. Berasa waktu 24 jam tidak pernah cukup dengan PR seabrek. Saya sempat mengevaluasi juga dg jangkauan multitasking yang saya mampu. Hanyasaja, semua sudah dimulai, jadi yang harus diatur manajemennya. 

1.

3 Aktivitas paling penting: mengurus babymaryam dan suami, mengerjakan pekerjaan rumah tangga, menjalankan amanah publik (ngaji pekanan, AYLF, Bridetalk, KAMMI)

*sebenarnya ngga cukup kalau 3 saja

3 Aktivitas paling ga penting: terdistraksi oleh whatsapp yang tidak perlu (masih galau left grup tidak penting), leha2 dengan cuci mata online alibi searching2 eh bablas, yah intinya kayaknya yg paling bikin ga produktif adalah gadget ya, tapi juga perlu gadget, pdhl sudah diminimalisir #curhat

*selebihnya waktu ga cukup krn tepar, rehat dulu,

2.mengurus babymaryam dan gadget time krn ranah publik juga dan apdet info, kayaknya perlu dievaluasi juga nih info2nya mana yg harus dipantengin

3. Siap

4. Nah, ini, setelah ini saya harus bikin LAGI jadwal aktivitas harian, agar meminimalisir waktu ga produktif dan keteparan yang menjadi-jadi.

5. 6. 7. Siap dicoba dan dievaluasi.

Bismillah 🙂

Mari realisasi dinding rencana di rumah 🙂

Nice Home Work #5 Belajar Bagaimana Caranya Belajar

_NICE HOMEWORK #5_

_MATRIKULASI INSTITUT IBU PROFESIONAL  BATCH #3_

📝 *BELAJAR BAGAIMANA CARANYA BELAJAR*📝 (Learning  How to Learn)

Setelah siang ini kita mempelajari  tentang “Learning How to Learn”  maka kali ini kita akan praktek membuat *Design Pembelajaran* ala kita.

Kami tidak akan memandu banyak, mulailah mempraktekkan “learning how to learn” dalam membuat NHW #5.

Munculkan rasa ingin tahu bunda semua tentang apa itu design pembelajaran.

Bukan hasil  sempurna yg kami harapkan, melainkan “proses” anda dalam mengerjakan NHW #5 ini yg perlu anda share kan ke teman-teman yg lain.

Selamat Berpikir, dan selamat menemukan hal baru dari proses belajar anda di NHW #5 ini.

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulasi IIP/

Jawaban

Bismillah, tentang desain pembelajaran, saya pernah mengikuti jejak salah satu teman yang begitu rapi membuat desain pembelajsran di rumah untuk anaknya. Saya pun tertarik mengikuti jejak tersebut.

Saya belum bisa mengunggahnya ke blog ini, hanya saya akan menyampaikan step-step yang akan saya lakukan untuk membuat desain pembelajaran tersebut hingga siap digunakan.

1. Menentukan kurikulum pembelajaran yang akan dianut.

Pada ranah domestik ada satu buku panduan keluarga sakinah beserta evaluasinya yang akan saya gunakan.

Untuk parenting, saya dan suami memiliki rujukan ilmu beberapa ustadz yang kami anut untuk diambil pembelajarannya konsepnya dalam pendidikan anak utk diterapkan.

Untuk tumbuh kembang anak, kami menggunakan aplikasi PRIMA dari IDAI untuk melakukan kontrol.

Untuk ranah publik, upgrading ilmu dilakukan lebih banyak dengan membeli jam terbang, yakni belajar dari expert dan berbagi ilmu kepda orang lain atas apa yang dimiliki.

Untuk ilmu arsitektur, saya masih menjadwalkan pertemuan dan diskusi2 kecil dengan senior2 dalam ilmu tersebut.

Untuk ilmu kepemudaan dan kaderisasi, saya terlibat aktif dalam perkumpulan ASEAN Young Leader Forum yang akan kami besarkan bersama. Saya juga masih menekuni kaderisasi KAMMI untuk mengasah dan berbagi pengalaman kepemudaan.

Untuk ilmu bisnis fashion anak, saya bergabung dengan GHAZIA FAMILY dan Faza Corporation, mulai membangun branding dan menjajal bisnis on-line untuk tau bagaimana pasar berjalan dalam bisnis ini. 

2. Membuat bagan milestone

Saya akan menentukan perjalanan jam terbang disesuaikan dengan KM yang ingin saya raih pada milestone saya.

3. Membuat 1 map tersendiri masing2 perjalanan suami, saya, dan babymaryam. Semua rekam milestone kami akan diletakkan disana. Di dalamnya adapula kurikulum yang disepakati untuk pembelajaran ke depan. 

Bismillah, semoga ini terealisasi dengan baik ya. 🙂

Nice Home Work #4 Mendidik dengan Kekuatan Fitrah

📚NICE HOME WORK #4

🍀MENDIDIK DENGAN KEKUATAN FIITRAH 🍀

Bunda dan calon bunda peserta matrikulasi IIP, masih semangat belajar?

Kali ini kita akan masuk tahap #4 dari proses belajar kita. Setelah bunda berdiskusi seru seputar mendidik anak dengan kekuatan fitrah , maka sekarang kita akan mulai mempraktekkan ilmu tersebut satu persatu.

a. Mari kita lihat kembali Nice Homework #1 , apakah sampai hari ini anda tetap memilih jurusan ilmu tersebut di Universitas Kehidupan ini? Atau setelah merenung beberapa minggu ini, anda ingin mengubah jurusan ilmu yang akan dikuasai?

b.  Mari kita lihat Nice Homework #2,  sudahkah kita belajar konsisten untuk mengisi checklist harian kita? Checklist ini sebagai sarana kita untuk senantiasa terpicu “memantaskan diri” setiap saat. Latih dengan keras diri anda, agar lingkungan sekitar menjadi lunak terhadap diri kita.

b.Baca dan renungkan kembali  Nice Homework #3, apakah sudah terbayang apa kira-kira maksud Allah menciptakan kita di muka bumi ini? Kalau sudah, maka tetapkan bidang yang  akan kita kuasai, sehingga peran hidup anda akan makin terlihat.

Contoh : 

Seorang Ibu setiap kali beraktivitas selalu memberikan inspirasi banyak ibu-ibu yang lain. Bidang pelajaran yang paling membuatnya berbinar-binar adalah “Pendidikan Ibu dan Anak”. Lama kelamaan sang ibu ini memahami peran hidupnya di muka bumi ini adalah sebagai inspirator.

Misi Hidup : memberikan inspirasi ke orang lain

Bidang : Pendidikan Ibu dan Anak

Peran : Inspirator

c. Setelah menemukan 3 hal tersebut,  susunlah ilmu-ilmu apa saja yang diperlukan untuk menjalankan misi hidup tersebut. 

Contoh :  Untuk bisa menjadi ahli di bidang Pendidikan Ibu dan Anak maka Ibu tersebut menetapkan  tahapan ilmu yang harus dikuasai oleh sebagai berikut :

1. Bunda Sayang : Ilmu-ilmu seputar pengasuhan anak

2. Bunda Cekatan : Ilmu-ilmu seputar manajemen pengelolaan diri dan rumah tangga

3. Bunda Produktif : Ilmu-ilmu seputar minat dan bakat, kemandirian finansial dll.

4. Bunda Shaleha : Ilmu tentang berbagi manfaat kepada banyak orang 

d. Tetapkan Milestone untuk memandu setiap perjalanan anda menjalankan Misi Hidup

contoh : Ibu tersebut menetapkan KM 0 pada usia 21 th, kemudian berkomitmen tinggi akan mencapai  10.000 (sepuluh ribu ) jam terbang  di satu bidang tersebut, agar lebih mantap menjalankan misi hidup. Sejak saat itu setiap hari sang ibu mendedikasikan 8 jam waktunya untuk mencari ilmu, mempraktekkan, menuliskannya bersama dengan anak-anak.  Sehingga dalam jangka waktu kurang lebih 4 tahun, sudah akan terlihat hasilnya. 

Milestone  yang ditetapkan oleh ibu tersebut  adalah sbb  :

KM 0 – KM 1 ( tahun 1 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Sayang

KM 1 – KM 2 (tahun 2 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Cekatan

KM 2 – KM 3 (tahun 3 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Produktif

KM 3 – KM 4 ( tahun 4) : Menguasai Ilmu seputar Bunda shaleha

e. Koreksi kembali checklist anda di NHW#2, apakah sudah anda masukkan waktu-waktu untuk mempelajari ilmu-ilmu tersebut di atas. Kalau belum segera ubah dan cantumkan.

f. Lakukan, lakukan, lakukan, lakukan

Sang Ibu di contoh di atas adalah perjalanan sejarah hidup Ibu Septi Peni, sehingga menghadirkan kurikulum Institut Ibu Profesional, yang program awal matrikulasinya sedang kita jalankan bersama saat ini. 

Sekarang buatlah sejarah anda sendiri. 

Karena perjalanan ribuan mil selalu dimulai oleh langkah pertama, segera tetapkan KM 0 anda.

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulasi IIP/

Jawaban:

a. Tidak, saya sudah mantap dengan jurusan yang saya pilih.

b. Konsisten penuh belum, saya maish beradaptasi dengan cara baru mengatur diri dan aktivitas saya, tapi saya tetap semangat berusaha menjadi lebih baik.

 c. Saya merenungi, mengapa Allah menciptakan saya di muka bumi sebagai berikut.

Misi hidup: Menjadi muslimah yang shalihah di ranah domestik dan menjadi muslih di ranah publik

Bidang: 

secara domestik yang sdh saya tekuni adalah bidang pernikahan dan membangun rumah tangga islami; 

secara publik yaitu bidang profesi riset arsitektur, kaderisasi kepemudaan, dan bisnis

Peran: pelaku dan inspirator kebaikan dan perubahan

d. Ilmu yang perlu saya kuasai dikelompokkan menjadi 2, yaitu ilmu domestik dan publik

Ilmu domestik:

– ilmu tentang membangun keluarga sakinah mawaddah wa rahmah wad dakwah

– ilmu parenting islami

Ilmu publik:

– ilmu riset arsitektur tentang hunian, permukiman, dan lingkungan binaan

– ilmu tentang organisasj kepemudaan dan kaderisasi pemuda

– ilmu tentang bisnis fashion anak (produksi maupun marketing)

e. Nah, tentang milestone ini, saya akan membuat lebih detil, dikolaborasikan dengan NHW #2 karena ilmu2 diatas juga perlu diturunkan dan masing2 ilmu memiliki KM 0 berbeda.

Semoga saya mampu menyusun dan merealisasikannya dengan baik. Bismillah 🙂

NICE HOME WORK #3 MEMBANGUN PERADABAN DARI DALAM RUMAH

​NICE HOMEWORK #3

📚MEMBANGUN PERADABAN DARI DALAM RUMAH 📚

Bunda, setelah kita belajar tentang “Membangun Peradaban dari Dalam Rumah” maka pekan ini kita akan belajar mempraktekkannya satu persatu. 

👨‍👩‍👦‍👦Nikah

Bagi anda yang sudah berkeluarga dan dikaruniai satu tim yang utuh sampai hari ini.

a. Jatuh cintalah kembali kepada suami anda, buatlah surat cinta yang menjadikan anda memiliki “alasan kuat” bahwa dia layak menjadi ayah bagi anak-anak anda.Berikan kepadanya dan lihatlah respon dari suami.

b.Lihatlah anak-anak anda, tuliskan potensi kekuatan diri mereka masing-masing.

c. Lihatlah diri anda, silakan cari kekuatan potensi diri anda. kemudian tengok kembali anak dan suami, silakan baca kehendak Allah, memgapa anda dihadirkan di tengah-tengah keluarga seperti ini dengan bekal kekuatan potensi yg anda miliki.

d. Lihat lingkungan dimana anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan anda? adakah anda menangkap maksud Allah, mengapa keluarga anda dihadirkan disini?

Setelah menjawab pertanyaan – pertanyaan tersebut di atas, sekarang belajarlah memahami apa sebenarnya “peran spesifik keluarga” anda di muka bumi ini.

Selamat membaca hati dan menuliskannya dengan nurani. Sehingga kata demi kata di nice homework #3 kali ini akan punya ruh, dan menggerakkan hati yang membacanya.

Salam Ibu Profesional

/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/

Jawab:

Bismillahirrahmanirrahiim, 

Tsaah, masyaAllah, rasanya, NHW kali ini benar2 akan menguras pikiran dan hati untuk menyelesaikannya. Jika kemarin-kemarin saya mengerjakan NHW dengan sharing kepada suami, kali ini tidak bisa dulu, karena saya harus  membuat  surprise berupa surat cinta. Aah.. rasanya flashback pada masa-masa penantian-perkenalan-persiapan pernikahan.. Tidak terasa sudah sejauh ini melangkah bersama..

Baiklah, saya mulai.

(a)

Untuk suamiku tercinta, Kangmas AR Yogatama, yang semoga selalu dirahmati Allah dimanapun berada..

Assalaamu’alaykum warahmatullah wabarakatuh, mas, bagaimana kabarnya? Semoga mas selalu disayangi, dilindungi, dicintai Allah dimanapun berada.. 

Mas mungkin kaget tiba-tiba menerima surat ini, ada apa kok aku tiba-tiba ngasih surat, di hari-hari kita baru balik ke rumah sederhana kita di Depok, tepat setelah hari miladku yang memang tak pernah dibiasakan untuk dirayakan dalam tradisi keluarga, kecuali dengan doa dan kecupan di kening olehmu saja. 

Selalu dan selalu, ita ucapkan terimakasih sudah membersamai dengan sangat baik-kooperatif-bijaksana sejak kita diperkenalkan oleh Allah Ramadhan tahun lalu hingga kini menjadi partner home team yang masyaAllah, ngerjain semuanya urusan bersama-sama. Jika teringat kala itu, tidak ada modal kecuali keyakinan pada Allah bahwa Allah akan mempertemukan orang-orang yang setujuan serta rasa itmi’nan setelah membaca CV, bahwa insyaAllah kita bisa membangun rumah bersama menuju surga dunia akhirat. 

Masku, tidak terbayang, dengan segala kekurangan compang camping yang kita bawa masing-masing, harapan orangtua masing-masing, bahwa semua akan berjalan dengan jauh diatas nalar kita apa yang sudah kita lalui hingga saat ini. Bahwa tawakkal pada Allah akan menjawab segala kegundahan kerisauan berbagai macam rizki lahir batin kita. Terimakasih atas teguran demi teguran setiap kali kemalasan, ketidakseimbangan rasa, dan prasangka muncul pada tiap-tiap keadaan yang menguji iman.

Aku masih ingat ketika kita pertama bertemu kemudian kutanya, apa visi pernikahan kita, dan mas menjawab dengan tenang, singkat, namun mendalam: “Menjadi jembatan ishlahul fardhi dan irsyadul mujtama”, dan rasanya kala itu, seperti diguyur hujan di hati, dingin sejuk menentramkan. Semoga Allah selalu memudahkan memampukan kita mewujudkan visi ini ya mas. Sejak kita diperkenankan bersama, tidak pernah satu waktu pun kita lewatkan tanpa berbagi semua aktivitas kita, gagasan-gagasan kita, pembelajaran-pembelajaran kita dalam berbagai hal di kehidupan yang kita lalui. Semoga kesemuanya itu, mengacu pada visi keluarga kita ya mas, visi yang semoga diridhai oleh Allah.

Kini, kita sudah bersama, tidak ada yang tersembunyi diantara kita. Semua keaslian kita telah kita ketahui bersama. Dari kebersamaan ini, sungguh aku belajar, bahwa mas adalah pemimpin keluarga yang penyayang, lembut namun tegas, selalu berorientasi pembelajar dengan setiap hari bertanya hari ini aku dan babymaryam belajar apa, selalu menyampaikan konsep-konsep prinsip yang harus kita terapkan di rumah kita. Mas selalu ingin aku bisa mengoperasionalkan konsep-konsep itu. Mas tidak pernah bertanya hasilnya secara langsung, mas selalu mengapresiasi setiap perubahan baik, dan mas menasihati dengan lembut setiap terjadi kesalahan.

Masku, terimakasih sudah menjadi suami dan ayah yang baik bagi maryam, semoga Allah selalu karuniakan keshalihan dan mampukan menjadi mushlih bagi ummat. Sesungguhnya, aku bersyukur kepada Allah telah menerima mas sebagai pasangan sehidup sesurga,  aku tidak salah menerima pinangan, ketika mas dulu bertanya kenapa mau dengan mas sedangkan kita tidak pernah sekalipun kenal-tahu sebelumnya, aku menjawab, “Karena mas adalah jawaban doa-doa ibuku..”. 

Sekarang, aku akan menjawab, mengapa aku mau membangun separuh agamaku bersama mas. 

Mas shalihku, engkau adalah pribadi yang tangguh, dan tidak banyak orang yang mampu bertahan dengan kondisi yang engkau lalui. Betapa air mataku tidak pernah mampu terbendung setiap kali ibu bercerita tentang kisah “nyawa sambungan” mu itu. Dan juga kisah perjalanan hidup mas yang selalu membuatku belajar.

Kepribadian tangguhmu itu menempamu menjadi pribadi yang sabar, bahkan tak pernah bernada tinggi, maka kelembutan adalah nuansa pertama yang terasa sejak pertama interaksi kita.

Mas shalihku, engkau adalah pribadi yang santun, sangat menghormati dan menghargai orang lain. Ketika kudengar ibu menyampaikan bahwa engkau ‘tidak pernah kenal wanita’, hal itu benar-benar terasa ketika kita bersama. Engkau benar-benar memuliakan aku, dan aku merasa sangat bersyukur dengan itu. Baktimu kepada ibu mewariskan sifat penyayang dan hormatmu kepada perempuan. Dan engkau tidak pernah kutemui memotong pembicaraan orang lain, selalu menjadi pendengar yang seksama, baru kemudian mengambil hak bicaramu setelah dipersilahkan.

Kesungguhan dan kelurusan pribadimu sejak awal, tidak tergoda apapun dalam ujian persiapan pernikahan kita, dan itupun terbukti ketika kita sudah bersama. Kegigihanmu dalam mencari nafkah, sungguh-sungguh menuntaskan kewajiban pekerjaan, walau setiap malam, raut lelah tidak bisa disembunyikan dalam tidur yang jarang nyenyak itu. Engkau juga pribadi yang sederhana, selalu memprioritaskan kebutuhan kami daripada diri sendiri. 

Laki-laki dengan passion keilmuan yang tinggi, yang membuatku tidak menyangka rak buku kita akan penuh dengan kegemaran yang sama: profesi dan keislaman. Masku, semoga kita senantiasa menjadi pribadi pembelajar yang selalu haus akan ilmu dan meerapkan mengamalkan ilmu. Semoga keluarga kita menjadi keluarga berilmu, dengan passion riset-riset kita, tulis menulis kita, kajian-kajian kita. Aku tidak pernah menyangkaakan menikah dengan orang yang kesibukannya sama di akhir pekan: mengisi kuliah-kuliah online keilmuan. Semoga Allah memberkahi keluarga kita.

Mas shalihku, aah, sungguh surat ini belum sepenuhnya mewakili yang bisa aku sampaikan, karena begitu banyak yang menjadi pembelajaran bagiku tentang dirimu. Namun, ketahuilah, aku menuliskan semua ini, agar engkau tau bahwa, engkau adalah sosok Ayah yang luar biasa bagi anak kita. Aku ingin mas menularkan kepribadian indah itu kepada anak-anak, mendekap anak-anak dengan akhlaq dan amal shalih yang mulia. Aku ingin mas terus mengajari dan membimbing kami, kita sekeluarga menuju surga. 

Love,

Your Rayhana 💖

(b)

Baby Maryamku, perempuan cantik mungil nan tangguh sejak dalam kandungan. Engkau, walau dibawa mondar mandir ke berbagai kota, masyaAllah engkau begitu kuat, Nak. Kehamilanmu adalah kebahagiaan bagi ibu karena dirimu tidak pernah menyusahkan ibu. Kelahiranmu adalah hadiah tak terkira karena engkau lahir tanpa catatan apapun, sehat wal afiat. Perkembanganmu masyaAllah pesatnya, respon tanggapmu, telinga pekamu, mata berbinar dan senyum ceriamu, celoteh riang dan semburan ludahmu mencerminkan kecerdasan panca indera mu, shalihah. Keantengan dan kesabaranmu, mengajari ibu menjadi ibu yang lebih penyayang padamu, Nak. Sungguh, insyaAllah engkau akan menjadi perempuan shalihah yang cantik cerdas dan menawan nanti.

(c)

Kekuatan potensi saya, saya adalah seorang E/I-NT-J/P-A. Saya seseorang dengan energi intuitif dan nature pemikir yang menjalankan sesuatu dengan ukuran penilaian namun tetap mampu mengakomodasi pilihan-pilihan terbuka. Saya mampu mengkolaborasikan ide, merencanakan sekaligus merealisasikan ide, detil dalam pengerjaan dan evaluasi. 

Saya dihadirkan di tengah-tengah keluarga saya untuk mengeksekusi konsep-konsep yang telah direncanakan bersama suami. Menjadi manager operasional konsep-konsep tersebut, menerapkannya dalam rumah tangga, lalu melakukan evaluasi serta merapatkan progres dari konsep-konsep yang disepakati bersama. Dengan karakter yang pemikir intuitif, beda dengan suami yang perasa intuitif, membuat suasana kolaborasi menjadi begitu klop dan menyenangkan karen kami bisa memadu-padankan pikiran dan perasaan bersama. Babymaryam selalu kami libatkan dengan kami pahamkan melalui obrolan di setiap aktivitas yang kami lakukan bersama. Kemampuan ekstrovert-introvert yang berimbang pada diri saya, menjadi kendali bagaimana mengatur pola komunikasi yang hebat kepada suami dan lingkungan di luar rumah.

(d)

Tantangan lingkungan: perbedaan usia, tingkat pendidikan, kesejahteraan sosial warga sekitar, dan hobi.

Kesempatan lingkungan: seringnya waktu berbagi dan berkumpul bersama

Sejauh ini, kami masih menjadi keluarga baru di lingkungan, sehingga PR kami adalah mendekap hangat lingkungan sekitar dengan apa-apa yang kami miliki, sebelum kemudian menularkan apa-apa yang manfaat dari diri kami. Kontribusi pertama adalah selalu terlibat dalam waktu berbagi dan berkumpul (harus memiliki peran berbagi).

Rencananya, saya akan mulai menerapkan konsep-konsep kami dalam berumahtangga di rumah. Mengenalkan dengan memberi contoh. Aktivitas di lingkungan akan lebih intens dilakukan saat abymaryam sudah dapat diajak bermain bersama teman-teman di lingkungan.

Apakah kami sudah menyadari peran kami di lingkungan? 

Sejauh ini kami masih mengobservasi peran-peran apa yang bisa kami ambil lebih jauh. 🙂 

Bismillah 🙂

NICE HOME WORK #2 CHECKLIST INDIKATOR PROFESIONALISME PEREMPUAN

​📚NICE HOME WORK #2📚

Bunda, setelah memahami tahap awal menjadi Ibu Profesional, Kebanggaan Keluarga. Pekan ini kita akan belajar membuat 

📝✅“CHECKLIST INDIKATOR PROFESIONALISME PEREMPUAN”✅📝

a. Sebagai individu

b. Sebagai istri

c. Sebagai ibu

Buatlah indikator yg kita sendiri bisa menjalankannya. Buat anda yang sudah berkeluarga, tanyakan kepada suami, indikator istri semacam apa sebenarnya yang bisa membuat dirinya bahagia, tanyakan kepada anak-anak, indikator ibu semacam apa sebenarnya yang bisa membuat mereka bahagia.Jadikanlah jawaban-jawaban mereka sebagai referensi pembuatan checklist kita.

Buat anda yang masih sendiri, maka buatlah indikator diri dan pakailah permainan “andaikata aku menjadi istri” apa yang harus aku lakukan, “andaikata kelak aku menjadi ibu”, apa yang harus aku lakukan.

Kita belajar membuat “Indikator” untuk diri sendiri.

 Kunci dari membuat Indikator kita singkat menjadi SMART yaitu:

– SPECIFIK (unik/detil)

– MEASURABLE (terukur, contoh: dalam 1 bulan, 4 kali sharing hasil belajar)

– ACHIEVABLE (bisa diraih, tidak terlalu susah dan tidak terlalu mudah)

– REALISTIC (Berhubungan dengan kondisi kehidupan sehari-hari)

– TIMEBOND ( Berikan batas waktu)

Jawaban:

Bismillahirrahmanirrahiim, 

Dalam mengerjakan tugas ini, saya melibatkan suami yang menjadi partner home team untuk mengetahui seperti kriteria tentang ibu  profesional yang beliau harapkan. Dan betapa surprise nya saya, ketika suami ditanya seperti apakah kriteria istri, ibu dan perempuan yang akan membuatnya bahagia? Jawabnya: aku bahagia, kok. Jreng jreng..

Hal ini membuat saya berpikir kembali kemudian menterjemahkan, artinya barangkali apa-apa yang saya lakukan sudah memenuhi standar suami, tetapi saya tidak boleh cepat puas, karena saya tau bahwa saya memiliki banyak kekurangan dan ketidak-istiqomahan perilaku dan perbuatan, nah ini yang harus saya gali sendiri dan buat komitmennya. 

Dasar ini yang saya gunakan untuk mengerjakan NHW #2 ini, kepada paksu, rasanya saya ingin menyanyi lagunya Tulus, “Jangan cintai aku apa adanya…”

A. Menjadi perempuan profesional

– Menginsafi diri sebagai hamba, menjalankan hablun minallah dengan baik melalui keyakinan kepada Allah (yakin qadha dan qadar dari Allah, ikhtiyar optimal, dan tawakkal kepada Allah) — dievaluasi setiap bulan sekali

– Memenuhi kewajiban ruhiyah sebagai pondasi pertama dalam beramal dengan menegakkan ibadah dengan shahih (tepat waktu shalat fardhu, tilawah dan dzikr ma’tsur setiap hari, menambah amalan sunnah yang dimampu setiap hari) — dievaluasi setiap bulan sekali

– Melakukan upgrade kapasitas keilmuan diri sesuai bakat dan minat yaitu update ilmu tentang arsitektur, tentang bisnis fashion, tentang seni dan communuty development, tentang pemuda dan kepemimpinan — dievaluasi setiap bulan sekali

– Melakukan kontribusi keummatan sesuai bakat dan minat (kepemudaan, keluarga, profesi) — dievaluasi setiap bulan sekali

B. Menjadi istri profesional – dievaluasi setiap pekan sekali oleh suami

– Melayani kebutuhan sehari- hari suami dengan optimal

– Berbagi dan berkolaborasi tentang pendidikan anak berupa diskusi diskusi dan praktik.

– Saling membantu dalam pekerjaan rumah tangga.

– Saling menasihati dan menguatkan tentang hak dan kewajiban suami istri.

C. Menjadi ibu profesional – dievaluasi setiap pekan sekali

– Menyiapkan kebutuhan sehari-hari anak dengan optimal.

– Melakukan stimulus tumbuh kembang anak sehari-hari (terjadwal).

– Mengevaluasi perkembangan sosio-emosional anak.

– Cepat tanggap dalam merespon perkembangan anak.

– Memberikan teladan yang baik bagi anak.

Catatan: anak usia bayi