Teknik Pendidikan Post Aqil Baligh Usia >15 Tahun

📚Materi Pokok#10

*Teknik Pendidikan Post Aqil Baligh Usia> 15 tahun*

SME : Ibu Septi Peni Wulandani

Narsum : Ust. Adriano Rusfi

====================

Tema aktivitas anak-anak di usia 15 th > ini adalah KAYA KEGIATAN. 

Perbanyak aktivitas anak-anak yg mereka bener-bener merasa enjoy. Di usia ini anak-anak diajarkan unt tuntas melakukan pilihan kegiatannya. 

Apa yg sdh dipilih harus diselesaikan. Tidak boleh setengah-setengah. Perkara nanti mau ganti aktivitas yg lain silakan, syaratnya yg pertama harus selesai.  It’s nice to do what you love, but the secret of life is to love what you do.

Dari sisi visi dan misi hidup, anak-anak aqil baligh sudah menemukan potensi dirinya dan mampu mengembangkan potensi diri, potensi alam dan potensi zaman. Uruan Iman, Adab, Akhlak dan Bicara sudah tidak di mulai dari awal. Anak-anak yang sudah masuk aqil baligh ini tinggal mengimplementasikan ke 4 hal tersebut dalam kehidupan sehari-harinya. Karena anak-anak aqil baligh ini sudah harus mengusung visi peradaban. 

Anak aqil baligh ini sudah harus melatih kemampuan mengadabkan manusia, mampu mengadabkan alam, zaman, dan memiliki akhlak mulia. Karena misi kehidupan para aqil baligh tidak akan jauh dari misi hidup Rasulullah yaitu menyempurnakan akhlak manusia. 

Maka mereka akan memiliki peran peradaban:

1. Sebagai khalifah fil Ardh

2. Mampu memikul kewajiban syar’i secara individu dan social

3. Menjadi muzakki

Di usia aqil baligh para alim ulama sepakat bahwa apabila kita masih menyediakan segala keperluan pribadi anak, termasuk kebuthan dasarnya, maka sifatnya bukan wajib melainkan sedekah. Anak-anak sering diajak melihat case case kehidupan di sekitarnya, kemudian menjadi problem solving. 

Contohnya:

kemacetan di Bandung, challenge: andaikan kamu yang pegang Bandung, apa yang akan kamu lakukan?

Kemudian di break down dengan langkah kecil ang bias dia lakukan sekarang. Lama-lama anak akan jadi project based talent leader.

Di titik ini anak sudah dibekali ilmu ikhtiar dan rizqi, sehingga saat 15 tahun ke atas anak paham bahwa bukan tugas kita mengkhawatirkan rizqi, melainkan menyiapkan jawaban “dari mana” dan “untuk apa” atas tiap karunia. Ikhtiar itu bagian dari ibadah, sedangkan rizqi itu urusan Allah. Ikhtiar itu laku  perbuatan yang harus dilakukan sungguh-sungguh, rizqi itu kejutan dari-Nya.

Semakin dini kita persiapkan pendidikan berbasis potensi dan akhlak kepada anak-anak kita, maka semakin cepat anak-anak “terpanggil” dalam menunaikan ibadah syar’I termasuk diantaranya haji dan nikah di usia muda. Karena prinsipnya bukan orang yang “mampu” yang akan dipanggil oleh Allah SWT, melainkan Allah  akan “memampukan” orang yang terpanggil.

======================

TANYA JAWAB 

1⃣ bunda Isti-Malang

Anak pertama saya 14y care dg binatang piaraan ya spt burung, ayam, ikan, dll. Anak kedua 11y, suka utak utik mobil2an nya. Tp kadang keduanya bersama2 melakukan hobinya tsb. 

Apa yg hrs saya lakukan untuk mengarahkan keduanya?

 1⃣ Bunda Isti dari Malang. Anak yang sudah berusia 11 dan 14 tahun, fokuskan pendidikannya pada kematangan atau aqil-balighnya.

Jadikan binatang piaraan dan mobil-mobilannya sebagai sarana pematangan. Misalnya, bagaimana bertanggung jawab pada binatang piaraannya, bagaimana memberikannya makan, bagaimana mengatasinya jika sakit, bagaimana merawat mobil-mobilan.

Bahkan binatang piaraan dan mobil-mobilan tersebut juga bisa dijadikan sebagai sarana bisnis. Misalnya memelihara dan menjual ikan/ayam dsb. Bagaimana dari utak-atik mobil-mobilan menjadi kompetensi perbengkelan dsb.

Anak dengan dua minat dan orientasi yang berbeda tentunya harus dididik secara berbeda. Tapi sesekali juga bisa disinergikan. Misalnya sinergi dalam konsep perawatan. Karena piaraan maupun mobil-mobilan sama-sama butuh perawatan ✅

2⃣ Bunda Arny-Bekasi

Bismillah, Ustadz dan teman-teman HebaT semua…  

Jika anak usia >15 tahun masih moody dalam passionnya dan tidak tuntas menyelesaikan yang dipilihnya padahal diawal kelihatan semangat tetiba mandek karna merasa tidak mampu. Ganti lagi begitu lagi, hingga beberapa pilihan tidak tuntas, bagaimana solusi orangtua tuk menyemangati pilihannya.. 

Jazakallah khoiron

2⃣ Bunda Arny – Bekasi. Problematika anak semacam itu berarti terletak di masalah motivasi, konsistensi dan daya juangnya.

Untuk itu, bantu dia untuk menguatkan motivasinya. Ajak dia untuk nggak mudah menyerah. Ingatkan dia bahwa apapun yang akan dia lakukan toh dia akan menghadapi kendala juga. 

Jika ia menyerah untuk yang lama, toh ia juga akan menghadapi kendala yang sama pada yang baru. Ingatkan dia bahwa keberhasilan selalu sejengkal sesudah keputusasaan.

Pernyataam Henry Ford ini mungkin perlu disampaikan padanya :

“Betapa dekatnya kesuksesan pada seseorang, saat dia memutuskan untuk menyerah” 

Selanjutnya orangtua perlu memberikan apresiasi kepadanya, walaupun untuk keberhasilan-keberhasilan kecil, agar dia tetap menjaga semangatnya ✅

3⃣ Bunda Annisa-Tasik

Ass.wr.wb

Ustad, Ibu saya diamanahi 2 keponakannya yg telah meninggal ibu bapaknya. Satu 10 tahun, satu 15 tahun. Keduanya laki2. 

Anak yg 15 tahun skrg sekolah di SMK informatika kelas 1 karena minat dan bakatnya di bidang tersebut. 

Minggu lalu dia bilang ingin mencari lowongan pekerjaan seperti pelayan di restoran, krna beliau ingin punya uang tambahan. Padahal selama ini ibu saya merasa mencukupi biaya sekolah, ongkos, dan untuk main (ekskul, senang ikut cosplay, buku, dsb), jadi ibu saya melarang apalagi shalat subuh masih suka tertinggal dan takutnya sekolah keteteran.

Bagaimana menyikapi keinginannya untuk bekerja?

3⃣ Bunda Annisa – Tasik. Itu justru kabar gembira, bahwa ada pemuda seumuran itu sudah mau cari uang tambahan. Harusnya malah kita mulai melatih hal itu pada anak-anak kita sejak usia 10 tahun.

Toh hanya uang tambahan, sehingga insya Allah tak akan terlalu mengganggu. Begitu pula jika ia ingin berorganisasi, jangan dilarang.

Kita selama ini terlalu mendewa-dewakan aspek akademik, sehingga kita melarang anak melakukan ini-itu karena khawatir sekolahnya terganggu.

Yang penting ingatkan dia akan tanggung jawab studinya. Jadi silakan dia menjalankan tiga fungsi kemanusiaannya sekaligus : mencari nafkah, berorganisasi dan belajar.

Biasanya orang yang semacam ini kelak lebih sukses daripada anak-anak lainnya, walaupun nilai raportnya tak terlalu gemilang. ✅

4⃣ Dewi-Lampung

Bagaimana cara mensikapi anak lelaki usia agil baligh yang sudah terlanjur asyik dengan dunia Digital, terutama Game online?

Apa yg harus saya lakukan agar anak bisa mengerti pentingnya sarana Digital yg ada untuk kepentingan diri sebagai hamba Allah? bukan sebagai media untuk.bersenang senang membuang waktu dengan bermain game

4⃣ Bunda Dewi yang baik, kecanduan dunia digital adalah suatu hal yang sangat berbahaya. Bahkan bisa membuat anak-anak tak lagi mampu membedakan antara realitas dengan dunia maya. Saat ini kecanduan online ini menjadi diskusi serius di kalangan psikolog klinis.

Untuk itu, lakukanlah beberapa hal :

Pertama, batasi interaksinya dengan dunia digital dan game online maksimal dua jam per hari. Lakukan hal ini secara pertahap.

Kedua, jangan biarkan anak asyik dengan dunia digital lebih dari satu jam. Jadi, setiap satu jam anak harus “diganggu” agar tak terlalu asyik dan larut terbenam.  Mintalah ia melakukan sesuatu minimal berdurasi 5 menit, misalnya membeli garam di toko dsb. Setelah itu silakan dia bermain lagi. jangan terlalu pedulikan bahwa dia marah, ngambek dll.

Ketiga, tawarkan kepada anak keasyikan-keasyikan lain yang bersifat lebih real, seperti robotika, otomotif, desain grafif dsb yang masih ada hubungannya dengan dunia online

Keempat, libatkan anak dengan keasyikan kehidupan luar ruang, seperti camping, petualangan, outbound dsb. ✅

5⃣ Syifa-Bandung

Assalamualaikum wr wb. 

Salah seorang putra kenalan saya (16 tahun)  diketahui kemarin mengambil tabungan neneknya. Padahal selama ini sebagian biaya hidupnya ditanggung neneknya dan dekat dengan neneknya. 

Secara pribadi nampak tidak bermasalah, orangnya supel, berbakat secara akademis, kalau ditanya sudah terbayang akan seperti apa setelah lulus SMA dan selanjutnya. Kedekatan dengan orangtua cukup baik. 

Mohon sarannya, bagaimana mengetahui motivasi ia melakukan itu? (anaknya tidak mengetahui bahwa aksinya terekam cctv) dan bagaimana memperlakukan anak ini ke depannya? Terima kasih

5⃣ Bunda Syifa – Bandung yang baik. Anak tersebut harus merasakan akibat dari perbuatannya. Itu namanya consequential learning.

Untuk itu, fasilitas yang selama ini ia terima dari neneknya harus dikurangi. Sampai dia bertanya kenapa fasilitas tersebut dikurangi.

Jika dia bertanya, katakan :

“Selama ini biaya hidup dan fasilitasmu nenek tabung. Eh, entah kenapa tiba-tiba tabungan untuk biaya hidup dan fasilitasmu ada yang curi. Makanya saat ini biaya hidup dan fasilitasmu terpaksa nggak seperti dulu lagi”

Ajak dia berdiskusi dan mencarikan solusi bagaimana caranya agar biaya hidup dan fasilitasnya tak dicuri “orang lain” lagi, sehingga kenyamanannya tak berkurang.

Jika akhirnya dia mengaku, barulah ajak dia berdiskusi tentang motivasinya mencuri. Jika dia tak mengaku juga, maka CCTV-nya bisa ditunjukkan, sambil menyadarkannya bahwa :

“CCTV Allah itu ada dimana-mana”

Anak semacam itu juga perlu dididik untuk mencari uang sendiri, agar mampu menghargai uang. Anak yang tahu sulitnya mencari nafkah akan lebih mampu menghargai harta dan uang orang lain ✅

6⃣ Ninis-Gresik.

Asslamualaikum…

Ustadz, kami mengelola rumah bimbingan belajar yg diantara pesertanya adalah anak2 usia 15 th an. Mereka memiliki kejenuhan belajar bahkan pernah bilang bosan sekolah. Akhirnya yg menjadi aktifitas sasarannya adl berlama2 game on line, futsal ada juga yg sdh pacaran. Org tuanya bermasalah dg dirinya. Mau nya orgtua dia nurut. Tp maunya dia orgtua nuruti kemauannya. Sejauh ini kami masih berusaha PDKT, jg memotivasi sebisa mngkin. Kira2 hal apa sja  yg seharusnya kami lakukan dg cita2 agar anak2 murid kami kelak juga memiliki masa depan yg cerah dan berkah?

Matur nuwun…

6⃣ Bunda Ninis – Gresik. Pada dasarnya anak-anak Indonesia sudah mulai mengalami kejenuhan belajar dan bersekolah sejak kelas 1 SMP. Karena mereka hanya menjadi robot keinginan orangtua dan sosial.

Mereka tak punya motif alias niat. Mereka melakukan segalanya karena dorongan eksternal (outside-in). Kita tak pernah membangun niat, karena membangun niat itu lama. Padahal kita ingin instan.

Untuk itu, alangkah indahnya jika Rumah Bimbingan Belajar tersebut lebih mengarahkan pada pembangunan niat dan motivasi, bukannya drilling cara-cara cepat menyelesaikan soal.

Pertanyaan yang harus terjawab bagi mereka adalah : untuk apa ini semua harus dilakukan. Berikanlah cerita-cerita, kisah-kisah dsb. Seorang pakar fisika ITB menguasai fisika bukan dengan cara diajari fisika, tapi hanya “didongengi” kisah-kisah hidup para fisikawan dan sejarah penemuannya.

Saya ingat kitah Bimbel Nurul Fikri tahun 1988. Untuk pertama kalinya sebuah bimbel punya guru konseling belajar, yang terdiri dari mahasiswa psikologi UI, termasuk saya.

Seluruh peserta bimbel saat itu alhamdulillah 100 % masuk UI. Bukan karena diajari teknik-teknik mengerjakan soal, tapi motivasi, agama dsb. 

7⃣ bunda Lisa – Depok

Bismillah…mau tanya ustadz. Bagaimana penanganan pada anak usia akil baligh yg sudah terlanjur mengenal lawan jenis dan pornografi?

7⃣ Bunda Lisa yang baik, anak usia aqil-baligh yang kenal lawan jenis berarti normal. Yang nggak normal kan yang suka sejenis hehehe…

Nah, masalah awalnya adalah pornografi. Ini memang sangat berbahaya dan merusak. Sekali kecanduan pronografi, jauh lebih sulit mengatasinya daripada kecanduan narkoba. karena ini menyangkut fitrah asasi manusia.

Untuk itu, anak-anak semacam ini harus ditangani dengan beberapa hal :

Pertama, sibukkan ia dengan berbagai aktivitas, sehingga fisik maupun fikirannya telah diletihkan dengan aktivitas tersebut. Kesibukan juga akan mengurangi kesempatan untuk bermaksiat.

Kedua, berikan kepadanya sejumlah amanah dan tanggung jawab. Kesadaran akan amanah dan tanggung jawab akan membuat manusia berfikir akan akibat dari perbuatannya. Bukan hanya zina, tapi perbuatan apapun

Ketiga, sekali lagi, latih anak tersebut untuk mencari nafkah. Mereka yang telah merasakan kesulitan mencari nafkah insya Allah jauh dari perbuatan mubadzir. banyak maksiat yang bermula dari mubadzir. Karena mubadzir itu temannya syaithan (AlQur’an)

Keempat, matangkan dia agar memiliki kemampuan untuk menikah, baik mental maupun finansial. Orang yang dimatangkan kemampuannya untuk menikah, justru lebih mampu menahan hawa nafsu.

Kelima, dorong ia untuk sering-sering berpuasa. Agar aktivasi hormonalnya lebih terkendali dan dapat ditekan. ✅

8⃣ bunda Nurfaizah-Baubau

Assalamualaikum…ustd.

Bgm yah cara mengajak suami sama2 komitmen membuat mapping visi misi berbasis fitrah?

8⃣ Bunda Nurfaizah, ingatkan suami bahwa kelak di akhirat yang bertanggung jawab terhadap keluarga dan anak anak adalah suami. Oleh karena itu, suami harus sangat terlibat dalam pendidikan anak.

Ingatkan juga bahwa doa anak shaleh hanya akan diterima oleh orangtua yang terlibat dalam pendidikan anaknya dikala kecil.

Nah, mengingat tanggung jawab harian pendidikan anak ada ditangan bunda, maka tanggung jawab ayah dalam pendidikan anak adalah merumuskan grand design : visi, misi, strategi, program dan pendampingan ✅

Alhamdulillah… Jazakallah khoir atas ilmu yg bermanfaat dan waktu yg telah diluangkan utk berdiskusi malam ini…

Barakallah ust Aad 🙏

Untuk pendidikan pasca aqil-baligh, mari tekankan pendidikan pada tiga hal :

Pertama, pengembangan kompetensi sesuai bakat

Kedua, pengembangan peran dan kemanfaatan sosial

Ketiga, kesiapan untuk berumahtangga

Karena ukuran sukses manusia dewasa itu ada tiga :

1. Berbahagia

2. Potensi yang teraktualisasi

3. Bermanfaat

Mungkin itu saja. Semoga bermanfaat

Konsep Pendidikan Post Aqil Baligh Usia >15 Tahun

​📚Materi Pokok#9

*KONSEP HE POST AQIL BALIGH USIA >15 TAHUN*

SME :Ibu Septi Peni Wulandani

Narsum:UST. HARRY SANTOSA

===================

Usia 15 tahun ke atas ini anak-anak kita sudah bukan anak-anak lagi, karena mereka sudah masuk aqil baligh, Insya Allah. Anak-anak ini  sudah menjadi individu yang sama dengan orangtuanya. Sama-sama memiliki tanggung jawab sosial dan memikul kewajiban syariah selaku individu aqil baligh. 

Di usia ini hubungan kita dengan anak-anak harus bisa menjadi sahabat. Tidak boleh terlalu ikut campur tangan urusan mereka, arena kita pun juga tidak terlalu suka jika orang lain ikut campur urusan kita.

Prinsipnya “apa yang kita tidak suka orang lain perlakukan kepada diri kita, maka jangan lakukan pada anak kita yang sudah aqil baligh ini”.

Anak-anak aqil baligh sudah mulai melatih kemampuan mengadabkan manusia, mampu mengadabkan alam, zaman, dan memiliki akhlak mulia. Karena misi kehidupan para aqil baligh tidak akan jauh dari misi hidup Rasulullah yaitu menyempurnakan akhlak manusia.

Peran peradaban ada 2, yaitu 

1. Peran peradaban personal dan

2. Peran peradaban komunal. 

Peran peradaban personal sebagai hasil dari pendidikan fitrah personal, sementara fitrah peradaban komunal sebagai hasil mengintegrasikan pendidikan fitrah personal dan fitrah komunal secara kolektif. 

Peran peradaban personal adalah Rahmatan lil Alamin (green and peace) dan Bashiro wa Nadziro (solution maker, reminder).

Peran peradaban komunal adalah Ummatan wasathon (mediator, orchestrator and integrator) dan Khoiru Ummah (best community model).

Fitrah keimanan, anak usia 15 tahun ke atas sudah menjalankan perannya sebagai khalifah fil ardl.

Mereka sudah mampu memikul kewajiban syariah secara individual dan sosial (masa taklif). Penanaman iman, akhlak, adab, dan bicara sudah harus matang tertanam di diri anak-anak. 

Anak anak yang sudah masuk aqil baligh ini tinggal mengimplementasikan ke 4 hal tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Karena anak-anak aqil baligh ini sudah harus mengusung visi peradaban.

Bagaimana dengan fitrah belajarnya? Anak-anak usia 15 tahun ke atas sudah harus bisa mengimplementasikan ilmu yang dia dapat untuk kemaslahatan dirinya, keluarga dan umat. Sehingga bekal ilmu yang bermanfaat akan makin dia cari dengan motivasi internal, bukan lagi eksternal motivation.

Fitrah Bakat anak-anak di usia 15 tahun ke atas seharusnya sudah menemukan passionnya, mereka akan mengembangkañ diri dan passionnya bersama dengan para mentor / chaperon sesuai dengan bidang keahliannya.

Fitrah Perkembangan anak-anak sudah tumbuh dengan berbagai aktivitas fisik. Jika mungkin yang disunahkan Rasul yaitu berenang, memanah, dan berkuda. Menjaga tubuhnya ala Rasul. Makan cara rasul, tidur cara rasul, dan pengobatan cara rasul.

Di titik ini anak sudah dibekali ilmu ikhtiar dan rizqi, sehingga saat 15 tahun ke atas anak paham bahwa bukan tugas kita mengkhawatirkan rizqi, melainkan menyiapkan jawaban “dari mana” dan “untuk apa” atas tiap karunia. Ikhtiar itu bagian dari ibadah, sedangkan rizqi itu urusan Allah. Ikhtiar itu laku perbuatan yang harus dilakukan sungguh-sungguh, rizqi itu kejutan dariNya.

Semakin dini kita persiapkan pendidikan berbasis potensi dan akhlak kepada anak- anak kita, maka semakin cepat anak-anak “terpanggil” dalam menunaikan ibadah syar’i termasuk diantaranya haji dan nikah di usia muda.

Karena prinsipnya bukan orang yang “mampu” yang akan dipanggil oleh Allah SWT, melainkan Allah akan “memampukan” orang yang terpanggil.

======================

TANYA JAWAB 

1⃣. Bunda Yuyun-Jabar

Putra kami thn ini genap 15 thn.dan di lingkungan teman sebayanya banyak banget.dua bulan terakhir ini mrk lbh senang ngebolang, ngamen, bergaul dg anak2 punk.

Klw diingatkan mereka bilang bhw anak punk itu baik juga.

Waktu TK – SD seneng futsal, menggambar, mainan lego plg suka.

Skrg itu semua ga dilakukan lagi. 

Sholat ngaji dll standar aja.

Bgmn membantunya menemukan passionnya lagi?

1⃣. Ustad Harry

Bunda Yuyun yang baik di Jabar,

Usia 15 tahun, dalam Islam sudah tidak wajib dinafkahi, sudah menanggung dosa, sudah berlaku hukum syariah atasnya, sudah boleh menikah dan diizinkan berperang. Itu artinya secara tanggungjawab sudah harus penuh dan secara adab sudah full adab. Jika ada adab yang harus dilakukan pada usia itu, namun tidak dilakukan artinya sudah dianggap sebagai biadab.

Karenanya jika semua aspek fitrahnya tidak dituntaskan tumbuhnya pada pre aqilbaligh (11-14 tahun) secara serius maka hasilnya adlah (mohon maaf) orang dewasa yang kekanak kanakan dan galau, mencari jamaah atau kelompok yang tidak relevan bahkan tidak beradab (seperti punk, geng motor dll). 

Di usia itu kewajiban kita adalah tidak menganggapnya anak anak, mendakwahinya, memperingatkan akan akhirat, memberikan lingkungan yang lebih shalih, membantunya untuk fokus pada tanggunawab akan masa depannya dengan memperbaiki dirinya dstnya.

Saran saya, pemuda ini sebaiknya segera diselamatkan dengan hal2 di atas, krn saya agak miris jika seusianya nampak luntang lantung,  menganggap punk itu baik baik saja, krn secara akhlak dasar,  punk itu sangat buruk, mereka bahkan tidak mandi berbulan bulan.✅

2⃣ Bunda Inna – Semarang

1. Apakah diusia 15 keatas anak2 sdh harus mandiri finansial, jika tidak apakah dikatakan gagal dalam proses pendidikannya?

2. Apakah diusia ini anak2 sdh harus khatam segala keterampilan hidupnya seperti memasak mencuci dn aktifitas wanita untuk anak perempuan dan pertukangan untuk anak laki2?

2⃣bunda Ina yang baik,

1. Idealnya memang demikian, namun tentu pendidikannya memang dipersiapkan sejak dini. Jika pendidikannya tidak dipersiapkan maka perlu banyak dibenahi, tetapi intinya ketika anak usia 15 tahun berhentilah menganggapnya anak anak, beri peran peran sosial, ajak bisnis, bukakan rekening pribadi, jadikan dia mitra dalam dakwah sosial dan bisnis, fasilitasi pengembangan bakat dan akhlaknya dengan serius

2. Keterampilan rumah dan keterampilan sosial sama pentingnya. Di atas 15 tahun memang lebih dominan diberikan kpd keterampilan sosialnya, bisnis dsbnya yang biasanya berbasis bakat dan local wosdom. Keterampilan rumah yang dibutuhkan tergantung keunikan keluarga masing masing dan ini diberikan ketika usia di bawah 10-14 tahun. ✅

 3⃣Bunda Retno – Semarang

Anak sy skrg usia 17 th laki2. bgmn km harus mensikapi anak2 dlm masa puber… 

sbg contoh pengendalian emosi. kdg km diskusi tp dia ttp ngotot mempertahankan argumennya walaupun sbetulnya argumennys itu kurang pas (susah menerima masukan dr org lain)

3⃣bunda Retno yang baik di Semarang,

Anak usia 17 tahun bukan anak anak lagi, pubernyapun sebenarnya sudah lewat ketika usia 11-14 tahun. Puber yang kepanjangan jadi masalah dalam kepribadian.

Sebagai orang dewasa apalagi laki laki, tentu pemuda usia 17 tahun ini merasa tidak mau kalah dan tidak mau diatur, namun sayangnya kedewasaan di sisi ego tidak dibarengi kedewasaan di sisi empati dstnya. Ibarat anak ABG diberikan izin naik motor, maka secara skill dia bisa kuasai, secara keberanian dia punya namun akhlak, tanggungjawab, empati tidak dimiliki. Walhasil jadi ngawur di jalanan. 

Jadi perlakukan dia seperti orang dewasa namun beri kesempatan dia mengembangkan kedewasaan lainnya yang memerlukan nilai2 spt empati dan tanggunjawab✅

4⃣Bunda Yani-Semarang

Anak saya gadis, 15 th, sekarang masih duduk di kelas 3 PPTQ/Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an di sebuah kota, dia memilih bersekolah di PPTQ karena kemauannya sendiri. Akan tetapi selama bersekolah disana dia sepertinya tidak nyaman dan merasa tertekan, anak saya seorang yg introvert sama seperti ayahnya. Tahun pertama dan kedua hampir setiap 2 pekan sekali sy menjenguknya, untuk menunjukkan bahwa kami mendukungnya. Di tahun yg ketiga ini kami kurangi intensitas menjenguknya, dan ternyata berefek menurunkan semangat belajarnya, akhir2 ini dia merasa jenuh dan ingin melarikan diri dari rutinitas, saat kami berbincang tentang masa depan dia sepertinya apatis. Suami sy tetap menginginkan anak untuk menyelesaikan jenjang sekolahnya. Apa yg harus saya lakukan untuk kembali menumbuhkan motivasinya?

4⃣bunda Yani yang baik di Semarang,

Usia 11-14 tahun bahkan setelahnya, anak anak kita sesungguhnya secara fitrah memerlukan eksistensi peran di masyarakat atau di sosialnya. Pada ghalibnya ketika seorang anak diberi beban syariah maka sesungguhnya dia telah siap masuk ke masyarakat, dan peran2 itu harus eksis dimulai pada usia 15 tahun.

Kegelisahan dan jeritan jati anak anak lalu muncul jadi kenakalan,depresi, jadi apatisdll adalah karena aktualisasi perannya tidak tersalurkan dalam pendidikan di rumah maupun di lembaga.

Saran saya 

1. Motivasi sifatnya tidak mendalam, namun coba pahami sungguh sungguh apa yang diinginkannya atau bantu dia untuk mengaktualisasi dirinya dengan aktifitas sosial, pengembangan bakat dll

2. Jikapun akademienya dilanjutkan.apakah sebaiknya dicarikan lembaga pendidikan yang bisa menyeimbangkan antara akademis (dalam hal ini alQuran) dengan pengembangan diri anak yang lainnya sesuai bakatnya dsbnya✅

5⃣Bunda Riska Hasanah -bandung

Maaf mau tanya melihat dari ulasan di atas artinya usia 15 thn pun seharusnya sudah bisa hidup mandiri tapi jika anaknya bersekolah mungkin sekitar kelas 3 smp atau 1 sma yg masih hidup bersama orangtuanya, bagaimana menyikapi hal tsb. ?

5⃣bunda Risk Hasanah yang baik di Bandung,

Ya sistem pendidikan dan sistem sosial modern kita tidak mendukung konsep fitrah, konsep AqilBaligh, dimana secara syariah maupun budaya peradaban manapun usia 15 tahun seharusnya sudah mandiri dalam kehidupan (bukan keterampilan rumah tangga saja)

Jika hari ini kita dipusingkan masuknya berbagai kerusakan moral pada usia 11 – 19 tahun itu karena ada kesenjangan antara kedewasaan biologis dan kedewasaan psikologis. Dengan perkataan lain pemuda pemuda kita lambat dewasa.

Namun jangan galau, masih ada waktu jika sungguh sungguh. Anak tetap bersekolah utk urusan skill n knowledge akademis, namun kita bisa gunakan after school atau weekend untuk pengembangan bakat dan akhlak, jangan ditambah lagi urusan akademis lainnya spt bimbel dsbnya. ✅

6⃣ Bunda Rahmaniar-Baubau

Anak saya laki2 berusia 12 tahun dan telah mengalami mimpi basah. Apakah dalam pendidikan dia sudah memasuki tahapan post akil baligh ataukah masih pre aqil baligh?

6⃣bunda Rahmaniar yang baik di Baubau,

Secara baligh ananda dianggap sudah dewasa, di berbagai peradaban di dunia seperti Yahudi itu di beri batas usia 13 tahun, namun berbagai literature syariah kita memberi ruang sampai usia 15 tahun. Jadi saya kira sangat adil apabila mimpi basah usia 10-12 tahun, maka ada waktu bbrp tahun untuk memprogram kemandirian menurut perannya sesuai fitrahnya  dan kemampuan memikul beban syariah ✅

7⃣Bunda Zha – Bandung

Assalamualaikum, mau tanya. Putra Saya yang sulung 17 thn, adenya 16 thn, keduanya laki2. Fitrah keimanan, Fitrah belajar dan sexual alhamdulillah sudah muncul dan berkembang dgn baik. Namun Fitrah bakatnya yang masih saya ragukan. Sulung di SMK jurusan pertanian, adenya memilih MAN jurusan IPA, keduanya suka olahraga. Bagaimana menumbuhkan bakatnya? mohon penjelasannya, terima kasih!

7⃣bunda Zha yang baik di Bandung,

Bakat ini sebaiknya tidak selalu dikaitkan dengan akademis, misalnya suka matematika. Namun juga tidak selalu dikaitkan dengan olahraga. Karena secara mendasar, fitrah bakat ini dikenali sebagai sifat dulu misalnya suka meneliti, suka peduli, suka memerintah, suka mengait2kan, suka waspada dstnya. 

Nah sebelum ditumbuhkan sebaiknya dikenali dulu baik baik sifat uniknya. Kita digroup ini mengenal 34 tema bakat, silahkan minta pada kordinator. Kemudian kenali juga potensi aktifitasnya dengan ST30, silahkan ikuti di http://www.temubakat.com .

Nanti kita akan dapatkan aktifitas2 yang relevan dengan sifat uniknya tsb.

Setelah dikenali maka kemudian rancanglah rencana pengembangannya, pemagangannya, dstnya. ✅

8⃣Ayah Fikri-Tasik

Bismillah. Ustadz, bilamanakah menghadirkan kembali peran dan kehadiran ayah di usia 15 thn di ht serta jiwa seorang anak perempuan? Karena seolah anak ini sudah meniadakan keberadaan ayah selain urusan minta uang jajan. 

Ayah ibunya sudah berpisah dan masing2 ortunya tsb sudah pny pasangan lagi

8⃣ ayah Fikri yang baik,

Idealnya kehadiran seorang ayah atau sosok ayah pada anak perempuan adalah sejak lahir, dan puncaknya ketika usia 11-14 tahun.

Jika sang ayah baru “hadir” ketika anak sudah dewasa, akan sulit, karena attacment ini dibentuk bukan sehari dua hari, apalagi kalau pernah meninggalkan trauma. Prosesnya tentu saja bisa diulang, ttp sang ayah harus ekstra berusaha membangun attachment kembali. Banyak meminta maaf, sering berdialog, berjalan berdua membersamai dstnya.

Jika memang sungguh sungguh pasti ada jalan, namun tidak semudah membangun bangunan baru ya ✅

Konsep Pendidikan Pre Aqil Baligh 11-14 Tahun

​🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾

Materi Pokok #7

*’Konsep HE Pre Aqil Baligh 11-14 Tahun’*

SME : Ustadz Harry Santosa

=====================

Tahap pendidikan pre aqil baligh usia 8-10 th merupakan masa kritis dimana anak akan mengalami transisi dr masa egosentris di usia < 7 thn kepada kesadaran awal sbg makhluk Tuhan & makhluk sosial.

Tahap ini mrpkn tahap latihan&pembiasaan dg cara keteladanan & membangun kesadaran. 

Bila tahap ini gagal, dg berbagai alasan misalnya dg pemaksaan, trauma atau pendidikan tidak berhasil membuat terbangunnya kesadaran, maka fase berikutnya akn berat untuk memperbaiki kondisi tsb. 

Metode pendidikan yg paling efektif pada tahap ini adalah experiental learning atau project based learning atau biasa disebut menggali hikmah bersama peristiwa2 sehari2, atau dr sejarah, atau yg ada di alam semesta. 

*Bagaimana dg tahap selanjutnya, Pre aqil baligh usia 11-14th?*

Salam pendidikan peradaban utk para ayah bunda para pendidik generasi peradaban. Kita awali dgn merujuk pd siroh Nabawiyah ya, bagaimana keindahan orkestrasi kehidupan Rasulullah SAW pd rentang usia tersebut. 

Rasulullah SAW, sejak usia 9 tahun telah menjalani pendidikan bersama Paman dan keluarga besarnya. 

Dengan cara magang berdagang bahkan sampai ke Syams (Syiria). Namun mulai serius sejak usia 11 tahun. 

Nah jika rentang 8-10 adalah masa tadribat (pelatihan menuju aqil baligh) awal, maka 11-14 masa tadribat advance. 

Kemandirian penuh diharapkan terjadi ketika usia 15-16 tahun. Ini yg kita sebut usia aqil baligh.

Namun latihan2 atau program menuju kesana mulai serius sejak usia 11-12 tahun.

Bagi yg punya anak atau adik di usia 11 tahun, maka mulai terasa agak berbeda sikapnya dari sebelumnya. Sedikit suka melawan, membantah, tdk suka diatur, banyak merenung, malas melakukan kerja rumahtangga dll. Mengapa demikian, itu krn mereka, anak2 kita sdh hampir separuhnya menjadi orang dewasa. 

Bukankah orang dewasa tdk suka diatur2, diperintah2, dianggap anak kecil dstnya?.

*KECUALI,* sesuatu yg menjadi minat dan bakatnya, sesuatu yg merupakan idea dan gagasannya, sesuatu yg berangkat dari panggilan jiwanya. Performance Character spt disiplin, tekun, kerja keras, tepat waktu, tuntas dll dapat dikembankan dengan baik apabila berbasis minat, bakat, passion dll atau kita sebut dgn berbasis potensi keunikan. Dalam olahraga dan seni juga demikian, sangat penting bakat atau talent atau potensi seseorang.

Jadi usia 11 sampai 14, adalah fase latih pd tahap pre aqil baligh akhir menuju aqil baligh. Dari pengalaman, anak2 di usia 11 ke atas yg belum kenal Allah (contohnya malas Sholat) dan belum kenal diri (tak tahu bakat) maka akan lebih berat dan panjang recovery nya.

Begitupula dengan fitrah belajar, bhw anak2 yang belum terbiasa berfikir kritis, logis, bernalar pd usia di atas 10 tahun akan cenderung susah dirubah. Karenanya anak2 yg hanya belajar ketika disuruh, belajar ketika ada ujian, belajar hanya memenuhi tugas dll adalah pertanda fitrah belajarnya telah meredup.

Recovery nya juga lebih berat. Tentu mengenal Allah, mengenal diri (bakat), mengembangkan kemampuan berfikir kritis dll adalah perjalanan seumur hidup (journey), namun setidaknya usia 10 fondasinya selesai, dan tepat ketika aqilbalig (usia 14/15 tahun) fondasi ini telah berbentuk bangunan layak huni, layak memikul beban syariah, siap dikembangkan lebih lanjut dalam karya2 dan peran2 peradaban

Jadi ayah bunda, memperbanyak wawasan pd usia 0-10, dgn membaca/mengenal diri,

membaca/mengenal Tuhan, membaca alam/masyarakat sebaiknya sdh dipenuhi, krn pd usia 11-14 anak2 akan fokus pd tadribat lanjutan menuju kedewasaan atau aqil baligh, dimana kewajiban syariah akan setara dgn kedua orangtuanya. 

Wawasan dan gagasan berubah menjadi pendalaman potensi dan aksi. 

Pada usia 11-14 tahun Rasulullah SAW disebutkan bhw masih magang namun telah memiliki tanggungjawab / bisnis atau usaha kecil2an sendiri serta terlibat dalam aktifitas sosial masyarakat dalam skala terbatas. 

Wawasannya selama menggembala kambing dan magang pd usia sebelumnya, berwujud pd pendalaman potensi dan aksi.

========================

TANYA JAWAB 

1⃣ Bunda Niar dari Baubau

Assalamu ‘alaikum Ust Harry yang dirahmati Allah..

Anak saya laki2 umur 12 tahun dan terlihat ada beberapa minat yg  menjadi bakat dalam dirinya yaitu Traveller, Mekanik dan dunia otomotif. Apakah pemagangan yg dia jalani harus mencakup ke 3 bakat dan minatnya tersebut? Bagaimana menentukan kelak profesi yang pas untuknya? Apakah boleh mengambil satu bidang dan mengabaikan bidang lain yang disenanginya?

1⃣bunda Niar yang baik dari Baubau,

Sebaiknya demikian, 3 bakat terkait aktifitas ini sudah cukup untuk pemagangan. Bisa saja kita mengarahkan anak kita pada profesi yang terkait dengan ke 2 bakatnya itu, dengan pertimbangan lebih bermanfaat bagi ummat. Namun bisa saja profesi nya kelak belum ada saat ini, anak bundalah yang menciptakan profesi itu. 

Mekanik, Otimotif dan Traveller sebaiknya tidak ada yang diabaikan jika memang ini passion nya. Pakar bakat seperti Tom Rath bahkan menganjurkan cukup memilih 3 saja jika terlalu banyak, Barangkali yang perlu dipertimbangkan adalah waktu pemagangan jangan overlap.✅

2⃣ Feby-Jayapura 

Mohon penerangan,

Bagaimana contoh Tekhnisnya??

Mengejar kondisi fase 0-10 sudah terlewati tanpa pengetahuan fitrah yang baik, Lalu realita nya sudah masuk fase 11-14 ; pendalaman potensi dan aksi. Bisakah di akselerasi😅?? Bisa diberi contoh gambarannya?

Terima kasih

2⃣bunda Feby yang baik di Jayapura, 

Tentu banyak diantara kita yang baru mengetahui ttg potensi fitrah ini merasa banyak yang terlewat. Framework yang diberikan adalah fremawork ideal bagi orangtua yang memulainya sejak awal. Namun demikian tidak perlu khawatir, karena sepanjang masih diberi kehidupan maka potensi fitrah ini bisa dikembalikan (iedul fitrah) namun memang perlu effort yang lebih banyak daripada menjalaninya sejak awal sesuai tahapannya. 

Secara umum fitrah yang terlewat ditumbuhkan ini bisa dikembalikan lagi dengan mengulang prosesnya namun lebih intensif dan meluas karena pertimbangan usia. 

Misalnya fitrah keimanan, jika di usia 11 tahun sholat masih disuruh, maka itu pertanda fitrah keimanannya tidak tumbuh baik atau terlewat ditumbuhkan gairah cintanya pada Allah dan RasulNya. Menumbuhkan fitrah keimanan adalah dengan keteladanan dan suasana keshalihan untuk diantaranya membangkitkan imaji2 positif pada anak usia 0-7 tahun. Jika usianya sudah 11 tahun maka keteladanan dan suasana keshalihan ini ditambah dengan keteladanan di luar rumah dalam aktifitas yang real sesuai tahapan perkembangan usia 11 tahun. Diantaranya adalah menitipkan anak pada keluarga shalihah yang bisa memberi keteladanan dan suasana keimanan yang berkesan. Lebih baik lagi jika keluarga tersebut selaras dengan bakat anak sehingga bisa lebih kuat keteladanan dan keberkesanannya. Demikian.✅

3⃣ Bunda Retno (Semarang)

Assalamu’alaikum.

Salam kenal ustad, sy ibu 2 org anak. Yg besar saat ini kls 3 SMA dan yg kecil kls 5 SD. 

Ustad sblmnya sy bekerja di dunia perbankan dan alhamdulillah 3th ini sy sdh resign dgn alasan utama adalah anak2 krn sy takut dgn kondisi di luar yg sangat heterogen dgn maraknya pergaulan anak2 yg mengarah banyak berdampak negatif. 

Yg kedua krn anak sy yg kecil mempunyai keistimewaan dan keunikan yaitu ada permasalahan dgn sekolah. Saat ini sklh di sd nasima kls 5. Klau dr hsl psikotesnya anak tsb sbtulnya tdk bermasalah dgn knowledgenya, saat ini blm muncul rasa tanggungjawabnya. Jd klau di sekolah msh seenaknya sendiri..contoh utk melakukan kegiatan menulis adalah hal yg sangat berat. 

Dgn kondisi ini sy bingung ustad krn guru2nya itu semua blg bahwa Faza itu bisa tp utk menuangkan dlm tulisan itu krg maksimal. mohon sarannya ustad. Terima kasih 

3⃣bunda Retno yang baik di Semarang,

Terimakasih sudah berkenan kembali ke fitrah peran mendidik generasi, 

Ananda di usia 10-11 tahun memang baru dimulai secara serius untuk self organizing nya atau tanggungjawabnya karena berada pada fase pre aqilbaligh, dan diharapkan sudah mandiri dan bertanggungjawab penuh pada usia 15 tahun atau ketika aqilbaligh tiba.

Namun memang ada beberapa anak yang “agak berantakan” urusan tanggungjawab apalagi yang sifatnya administratif. Beberapa anak yang sangat kreatif, imajinatif, analisa kuat atau dominan otak kanan dan otak kirinya biasanya pemalas untuk urusan “administratif”. Semakin bunda suruh, bunda dan dia akan semakin frustasi, karena baginya tanggungjawab seperti itu melelahkan atau ga penting atau ga menantang, tetapi bukan berarti dia tidak bisa bertanggungjawab untuk hal lainnya. 

Beberapa saran saya

1. Ananda sebaiknya sudah mulai dimagangkan dalam proyek2 dimana diperlukan kerja team. Biarkan ananda belajar bertanggungjawab untuk hal yang disukainya misalnya menganalisa, memvisualkan ideanya dengan gambar dsbnya. (Bakatnya sebaiknya dipetakan dengan seksama). Manusia selalu mau bertanggungjawab apabila dia menyukai atau tertantang melakukannya. Mulailah tanggungjawab dari hal yang disukainya, nanti perlahan akan punya tanggungjawab pada pekerjaan lainnya.

Dalam Team biasanya semangat terbangun untuk saling tolong menolong dan berbagi tugas.

2. Barangkali perlu dicoba untuk menuangkan dalam gambar atau visual atau coret2an dengan sedikit tulisan. Bisa juga rekaman suara atau video. Intinya kan menuangkan dalam dokumen. ✅

4⃣ Ayah Haris (Malang)

Kami baru adopsi anak perempuan usia 11thn, dengan latar belakang kdrt dan ortu sudah cerai menikah keduanya. Dengan pola asuh keras, sering dimarahin, dan dibentak membuat anak ini malas berbicara. Kalau tidak ditanya, diam saja padahal dia tdk tau. Keinginan utk belajar juga tdk ada. 

Bagaimana kami harus mengawalinya ustad? Dia baru satu bulan tinggal dgn kami.

4⃣Ayah Idris yang baik di Malang, 

Subhanallah, semoga apa yang Ayah Idris dan keluarga lakukan untuk menyelamatkan generasi dicatat Allah sebagai pahala keridhaan yang besar hingga hari akhir. Dalam kondisi seperti yang diceritakan maka diperlukan keshabaran yang luarbiasa, semoga ananda menjadi jalan pembuka pintu syurga bagi Ayah Idris dan keluarga. 

Di tahap awal yang diperlukan bukanlah diminta belajar ini atau belajar itu, atau patuh begini atau patuh begitu, tetapi dikembalikan dan dipulihkan dulu percaya dirinya dan dibangun kedekatannya dengan Ayah dan keluarga. Ini bisa berbulan bulan lamanya, karena memulihkan lebih berat. Fokus saja mencintainya dengan tulus tanpa syarat, bangun relasi cinta dengan sebaik2nya, dokumentasikan sebaik2nya semua sifat, sikap, perasaan, fikiran, mimpinya dan harapannya, frustasi dan kesedihan terdalamnya. Temukan solusinya untuk tiap masalahnya jika perlu sesekali konsultasikan dengan psikolog,

Jika sudah di pulih kepercayaan dirinya dan sudah ditemukan potensi2nya baru bisa diprogramkan untuk dikembangkan untuk semakin membantunya bersosial dan eksis ✅

 5⃣ Bunda Ghirotun – Kendal 

Bismillah… bagaimana cara memperbaiki adab anak usia 10 thn-12thn yg sdh terlanjut lepas kontrol. Dr sdkit pengalaman kami untuk anak dibawah 10 thn msh bisa efektif dg kisah, dan pendisiplinan. Tp usia 10 thn ke atas kami msh kesulitan menemukan cara yg tepat, mhn sharing ilmu nya, jazakumullah

Contoh dr berbagai kasus anak ya ustadz, kadang klo bercanda kurang memperhatikan dampak nantinya baik kpd adik ataupun teman yg cenderung membahayakan dan merusak, perkataan kadang keluar kata kasar, kurang menghormati yg lebih tua dan sulit didisiplinkan… afwan bnyak krna ini kasus beberapa anak yg seusia 😁, terutama anak2 pindahan yg masuk sdh ke kelas 4 dan 5.  Ya mgkn jg buat pengalaman kami untuk pertimbangan thn yg akan datang. Jazakumullah

5⃣bunda Ghiroh yang baik di Kendal,

Adab ini dimulai sebagai perintah di usia 7 tahun, dan diinteraksikan dengan keluarga dan alam untuk usia 7-10 tahun berupa tanggungjawab di rumah dan di alam/lingkungan. Kemudian di usia 11-14 tahun adab ini ditempa dengan kehidupan di sosial berupa tanggungjawab di komunitas. 

Anak yang usia 10-12 tahun jika masih belum beradab, maka jelas tidak bisa lagi dengan kisah atau keteladanan biasa di rumah, mereka memerlukan keteladanan langsung dari kehidupan. 

Prinsipnya tetap sama, “fokus pada cahayanya, maka cahayanya akan membesar lalu kegelapannya akan tidak relevan”

Saran saya, 

1. Relevant. coba bunda Ghiroh temukan dan gali keunikan sifatnya yang baik atau bakatnya atau mimpinya kemudian rencanakan program untuk memulainya dari sana sehingga kedisplinan kita kelak akan relevan.

Misalnya mereka ternyata suka beternak, maka fasilitasi saja, ajak kunjungan ke peternakan, berikan kesempatan memelihara ternak dsbnya. Intinya sibukkan dengan kebaikan kebaikan yang dia sukai.

2. Relation. Sudahkah kita jalin kedekatan yang dalam dengan ananda? Mengajaknya dialog berdua saja, mengunjungi rumahnya, membuatnya merasa diperhatikan dsbnya. Anak mau disiplin dan beradab jika kita beradab lebih banyak kepadanya, diantaranya membangun relasi yang kuat. Siapapun mau berbuat apapun jika cinta kepada kita bukan?

3. Reasons. Sudahkan kita temukan alasan alasan terdalam mengapa ananda melakukan ini dan itu? Mendidik memang memerlukan waktu yang banyak untuk hal hal demikian.Temukan alasan atau reason bersama mereka agar mau menjalani adab✅

 *Fitrah Belajar dan Fitrah Bakat Belum Muncul*

7⃣ Annisa (Tasikmalaya) dan Windi (Bekasi)

Asswrwb…

Saya mau bertanya, saya punya adik sepupu usia 10 tahun, tinggal dg orang tua saya sejak 1,5 tahun, krna ibunya meninggal.

Sejak kecil terbiasa menonton tv dan main game dalam waktu yg lama. Saat ini konsentrasi kurang, lebih senang nonton atau main, dan enggan belajar (bilangnya cape). 

1. Bagaimana mengembalikan (merecovery) fitrah belajarnya (yg sudah meredup)? Ia senang mengerjakan tugas anak usia 5 tahun, mudah menyerah saat menemukan kesulitan, dan tidak mau diluruskan/dinasehati saat melakukan kesalahan.

2. Jika pd usia 11thn anak blm mengenal dirinya sendiri, blm tahu minat/bakatnya. Apa yg harus dilakukan oleh orangtuanya?

Jazakallah sebelumnya.

7⃣bunda Annisa di Tasikmalaya dan bunda Windi di Bekasi,

1. Perlu diperiksa tingkat kecerdasannya dan perlu diperiksa apakah pernah mengalami trauma. Mohon maaf, apakah lingkungannya selama ini menerima dan menyayangi sebagai anak kandung atau masih ada anggapan dia anak “titipan” dsbnya. Suasana kejiwaan seperti ini akan berpengaruh pada fitrah belajar bahkan adabnya, 

2. Segera dibantu untuk mengenali bakatnya, kemudian dibantu untuk dikembangkan dengan serius. Silahkan lihat skema di bawah ini✅

*Tanggung Jawab Moral*

6⃣ Pipiet – Surabaya dan Feby – Tangerang

1. Bagaimana bentuk recovery bagi anak yg umur 11 thn masih belum memiliki tanggung jawab?

2. Kapan kita mulai membiasakan anak peduli dg keadaan sekelilingnya.krn sbg mnusia memupuk kpdulian sosial jg perlu sedini mungkin kan. Misal, membantu teman yg kesulitan, berani mengingatkan kalau teman salah, mau berbagi dll. Bagaimana cara efektif nya?

3. Apakah memang ada perbedaan antara anak laki2 dan anak perempuan dalam kematangan emosi sblm umur 14 thn?

6⃣Pipiet yang baik di Surabaya, 

1. Tanggungjawab personal dan sosial secara serius justru baru dimulai di usia 11 tahun. Temukan saja potensi bakatnya lalu libatkan dalam tanggungjawab di rumah dan (sebaiknya lebih banyak) di luar rumah.

2. Sejak usia 7 – 10 tahun, sesungguhnya fitrah sosialitas sudah mulai berkembang, dimulai dengan empati pada lingkungan terdekat dan empati pada ternak/tumbuhan/alam. Melibatkannya dalam aktifitas bersama di rumah amat membantu, membersihkan sampah, merawat tumbuhan dsbnya.

Usia 11-14 tahun, fitrah sosialitas ini berbentuk peran peran dalam sosial, maka berikan anak peran2 sosial seperti kepemilikan sendiri, kesempatan bisnis kecil2an, dibukakan rekening, terlibat organisasi kepramukaan/sosial dsbnya

Usia di bawah 7 tahun, sosialitas masih belum dimulai, tahap ini fokus saja pada fitrah individualitas, yaitu puaskan egonya, tidak masalah jika tidak mau berbagi dsbnya. Namun kisahkan tentang indahnya berbagi di lain waktu, berikan keteladanan real berbagai misalnya mengajak ke panti asuhan dsbnya.

3. Tentu ada perbedaan antara anak lelaki dan perempuan dalam kematangan emosi terutama ketika baligh (haidh bagi anak perempuan dan ihtilam bagi anak lelaki). Anak perempuan lebih cepat matang emosinya, karena dipersiapkan menjadi Ibu yang lebih banyak membutuhkan perasaan.✅

8⃣ Bunda Risna & Bund Ati – Bekasi

Tentang Fitrah Bakat 

Risna:

Ustadz, putri kami usia 11thn. Bakat sifat yg menonjol dari dulu : 

*suka melayani, 

*suka berbagi, 

*suka kumpul dgn banyak orang, 

*pemaaf. 

Saat ini yg dia sukai  : 

*jalan tol, 

*suka seluk beluk ttg perawatan baju ( mencuci, menjemur, menyetrika ) saat melakukannya sangat rileks n happy. 

ketika kami tanya apa yg dia sukai dari jln tol, dia jawab dia suka saat2 pembayaran tol & bagaimana petugas tol melayani pengguna jalan tol. 

Dari hal2 tsb Ustadz, sebaiknya dibawa ke maestronya dmn? jazakallah.

_________________________

Ati:

Assalamu’alaikum ustd harry,anak saya usia 8th suka sekali menggambar,tp tdk suka mewarnai,dia suka membuat gambar2 seperti komik tp tdk dituliskn ceritany,dia msh blm mau menulis dan lebih suka menceritakn gambarny,jk sdh bercerita bs kuat berjam2. Saat ini dia suka sekali dng pesawat, dia jg suka dng tokoh habibie,dia pernh membuat papper craft pesawat sendiri. Sekarang ini, hal2 tersebutlah yg dominan dilakukan anak saya tsb. Kira2 sebaiknya kita arahkan ke mana bakat dan kesukaan tersebut?

Kemudian, bila susah menemukan maestro, apakah bisa dikursuskan saja? Karena sangat susah menemukan maestro.

8⃣bunda RIsna dan bunda Ati yang baik di Bekasi,

Bertemu dengan Maestro sebaiknya apabila sudah jelas peran yang diinginkan. Jika masih sebatas “suka” maka harus ditingkatkan menjadi aktifitas yang relevan, itulah mengapa ada program tour de talent. Tidak harus semua profesi atau talent cukup yang relevan saja, untuk melihat respon mana aktifitas terkait profesi yang disukai.

Nampaknya dia bukan tertarik pada transportasinya, namun kepada pelayanannya (serving atau servicing), karena dia juga suka melayani baju (mencuci, menjemur, menyeterika). Jadi coba kenalkan pada Talent atau profesi terkait Pelayanan. Nanti jika ada yang nampak tertarik, magangkan saja. 

Dalam pemagangan Kursus tetap diperlukan untuk Skill & Knowledge yang mendukung profesinya ✅

*Fitrah Keimanan*

9⃣ Nana (Depok)

Assalamualaikum, Ustadz.

Sebelumnya, saya izin untuk menanyakan perihal yang mungkin sudah di luar masa aqil baligh, namun saya merasa ini diakibatkan oleh kesalahan pola Didik anak sejak sangat dini yang dampak nya terasa berat hingga anak sekarang sudah dewasa. 

Bagaimana caranya Ustadz, untuk mengajak anak kembali ke Tauhid, sekarang berusia 19 thn, lewat dari masa kritis yang dulu mungkin diakibatkan kelalaian orang tua dan keluarga, sehingga walaupun anak dulu disekolahkan di sekolah Islam hingga smp, namun beranjak kuliah, menolak semua ajaran Islam. 

Adapun kedua orang tua anak tersebut, terlanjur kecewa dan menginginkan shortcut alias jalan instan agar sang anak kembali ke ajaran Tauhid. Sedangkan anak, masih berkeras dengan pendiriannya. Tidak mau shalat dan puasa, mengaji dan senangnya mencari kesalahan agama Islam. 

Syukron, Ustadz.

9⃣bunda Nana yang baik,

Nampaknya dia mengalami kekecewaan berat pada agamanya, bisa karena berbagai faktor, tetapi imaji imaji negatif tentang Islam itu terbentuk sejak masa anak anak. Kita tidak kesampingkan faktor eksternal seperti pergaulan dsbnya, namun penyebab faktor internal justru mengalahkan segalanya. 

Usia di atas 15 tahun pada hakekatnya dia bukan anak anak lagi, dia sudah memiliki pilihan atas akidahnya. Namun pada tahap ini peran orangtua bukan lagi mendidik anak tetapi menjaga keluarga dari api neraka. Mendakwahi sesama Muslim adalah wajib hukumnya.

Maka, janganlah sedih dan berputus asa, doakanlah agar ananda diberi hidayah, berapa banyak orang yang membenci Islam kemudian menjadi pembela yang tangguh,

Lakukan program penyadaran kembali, misalnya dipertemukan dengan da’i yang berkesan mendalam dan dapat meluruskan hatinya, jika bisa diajak untuk ikut semacam dauroh atau pesantren kilat atau kunjungan ke tempat/lingkungan yang berkesan mendalam dsbnya.

“Allahlah yang menunjuki siapa yang dikehendakiNya dan menyesatkan siapa yang dikehendakiNya”✅

*Fitrah Keimanan tumbuh, namun belum kenal Diri*

🔟 Bunda Illa (Depok)

Mau tanya ustadz! Bagainana jika anak di usia 11 tahun sudah kenal Allah (sholat sudah dengan kesadaran sendiri, tidak disuruh2 lagi) tapi belum kenal diri (tak tau minat bakatnya)?

🔟Bunda Illa yang baik di Depok,

Itu pertanda fitrah imannya tumbuh dengan baik, namun fitrah bakatnya tidak tumbuh baik. Kita mengenal ada 8 aspek fitrah yang sebaiknya ditumbuhkan dengan simultan karena jika tidak akan “mengganggu” pertumbuhan yang lain. Berikut 8 aspek fitrah ✅

Ayah bunda, alhamdulillah sudah selesai kulwapp sore ini, masih ada 1 pertanyaan tersisa, insya Allah akan dilengkapi pada resume kullwap…

Kami tim yg bertugas pamit undur diri

Kita tutup dengan doa kafaratul majelis

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

“Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allailahailla anta astaghfiruka wa’atubu ilaik”

Artinya : “Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada tiada Tuhan melainkan Engkau, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.” (HR. Tirmidzi, Shahih)

Jazakumullah khoiron katsir kepada ustadz Harry, tim Sulawesi yang bertugas sore ini, seluruh koordinator kota yang sudah membantu mengumpulkan pertanyaan dan merelay kulwap ke seluruh Indonesia serta Ayah Bunda yang hadir menyimak 🙏🙏🙏

Teknik Memulai Home Education 

​Materi Pokok 2⃣

🍃Teknik Memulai Home Education🍃

👤SME: Ibu Septi Peni Wulandani

Assalamu’alaikum wr.wb

Ayah bunda yg dirahmati Allah SWT

Sebelumnya kita pahami dulu HE adalah kewajiban syar’i kita sbg orangtua. Bahkan menurut saya justru jadi ilmu wajib bagi para calon ibu dan calon bapak. Home Education itu dimulai dari satu pemahaman para fasilitator utamanya yaitu kita sbg orangtuanya.

🌀Maka mulailah :

a) Berdiskusi secara rutin antara anda dan pasangan ttg konsep HE. Tentukan jadwal khusus untuk anda bersungguh-sungguh membahas hal ini.

b) Seringlah belajar bersama dg pasangan kita ttg HE, baik dg silaturahim, ikut seminar, bedah buku dll kemudian segera tentukan apa hal-hal baik yg bisa segera kita terapkan di keluarga kita.

c) Berpeganglah teguh pada Al Quran dan Hadist sbg acuan utama kita mendidik anak. Yang lain hanya jadikan referensi, jangan justru membuat anda bingung.

d) Belajarlah melihat potensi unik anak-anak kita, kemudian perkuat sisi keunikan tersebut, ingat anak kita adalah “limited edition” hanya kita yg paham, jangan pasrahkan ke orang lain.

e) Mulailah membuat kurikulum untuk anak2 kita dengan sederhana, mulai dari aktivitas mereka 0-2 th, 2-7 thn.

f) Perkuat bonding anda bersama anak2 di usia 0-7 th ini. Perkuat dengan bahasa ibu dan bermain bersama alam. Jadi sebaiknya jangan terlalu dini memasukkan anak ke lembaga yang bernama “sekolah”.

g) Ketika sudah memasuki usia sekolah perkaya wawasan anak dg berbagai konsep pendidikan. *Ingat* “sekolah” itu hanya bagian pilihan dari pendidikan, bukan satu-satunya.

h) Konsep utama HE adalah Iqra’ dan thalabul ‘ilmi. Jadi urusannya adalah belajar atau tidak belajar bukan sekolah atau tidak sekolah.

Teknis Pendidikan Pre Aqil Baligh 8-10 Tahun

Materi Pokok#6 

*Teknis Pendidikan Pre Aqil Baligh 8-10 Th*

SME: Ustad.Harry Santosa 

(Praktisi HE dan Founder grup MLC) 

========================== 

Menurut pak Prof Daniel Rosyid, inti berumah tangga kan hanya 2, mendidik generasi dan membangun kepemimpinan berbasis potensi atau enterpreneurship bersama (berdakwah, berkomunitas, bersosial bisnis etc). Tanpa dua fungsi sejati itu hidup akan kehilangan gairah. Namun, tidak perlu juga menjadi panik dan tergesa2 atau membuat pacuan kuda. Ustadz saya, ust Adriano menganjurkan Optimistic Parenting. Esensinya mendidik anak perlu rileks namun konsisten, Ithminan namun istiqomah. Sebagaimana sunnatullah, semua ada waktu dan tahapan. 

Saya melihat ada periode kritis di usia 8-10. Yg pertama, bhw usia 7 tahun sholat mulai diperintah, dan usia 10 tahun boleh dipukul. Apa maknanya? Ada waktu 2-3 tahun, agar anak berlatih dan membangun kesaadaran shg tdk perlu dipukul krn meninggalkan shalat. Bagaimana membimbing anak-anak untuk dapat mencapai fitrah-fitrah baiknya dalam fase ini? 

1. Fitrah Keimanan 

Keteladanan dan Membangun Kesadaran

Walau kewajiban Syar’i jatuh ketika aqil baligh, latihan dan pembiasaan dgn cara keteladanan dan membangun kesadaran mesti dimulai sejak 7 tahun, dan 10 adalah titik kritis. 

Bila tahap ini gagal, dgn berbagai alasan misalnya dgn pemaksaan, trauma atau pendidikan tdk berhasil membuat terbangun kesadarannya, maka fase berikutnya akan sulit recoverynya. Masa 7/8 – 10 adalah masa transisi awal dari masa ego sentris sebagai anak di usia 0-6, kpd kesadaran awal sbg makhluk Tuhan dan makhluk sosial. 

Nah, kembali ke tahap 8-10. Jika imaji ttg sholat dan ibadah2 lainnya sdh “negatif” di usia 0-6 tahun, di usia 7 tahun batas utk memulai kesadaran kembali. Ada waktu 8-10 utk kembali membangun kesadaran positifnya ttg kebenaran. Jadi jangan sampai dipukul. Seingat saya tidak ada satu hadits pun yg menceritakan Rasulullah SAW pernah memukul anak. Nah, sholat adalah contoh. Ada begitu banyak nilai2 kebenaran yg bersemayam dalam fitrah keimanan anak2 kita yg sebaiknya disadarkan. 

2. Fitrah Belajar. 

Intelektual Curiosity 

Intelektual Curiousity adalah salah satu cara utk membangkitkan fitrah belajar. Yg paling efektif adalah experiental learning atau project based learning atau biasa disebut menggali hikmah bersama peristiwa sehari2, atau dari sejarah atau yg ada di alam semesta. 

Tidak ada yg kebetulan dari peristiwa sehari2. Beternak kelinci misalnya, bukan hanya fitrah belajarnya yg digali, tetapi fitrah2 lainnya. Misalnya ketika ada kelinci yg wafat, kita bisa menemukan hikmah2 dibalik kematian kelinci dan musibah lalu bagaimana menyikapinya. Bagaimana imaji postif dibangun dari peristiwa itu bukan sebalikanya. Jangan remehkan peristiwa2 dan imaji2 di masa anak2. Banyak orang dewasa yg bersikap negatif thd musibah, menjadi terpuruk, depresi dstnya. Itu karena ada imaji negatif, yg membuat luka persepsi lalu melahirkan pensikapan yg buruk ketika dewasa. 

Salah satu yg kita dapat gali dari Siroh Nabawiyah ketika Nabi saw berusia 8-10 tahun adalah melakukan perjalanan jauh berdagang ke Syam bersama Pamannya. Dunia luar membuka cakrawala…. Nabi saw menyaksikan beragam suku bangsa bertemu di Syam, melihat bagaimana nasib pedangan yg jujur dan pedangang yg curang. 

Silahkan dieksplorasi cara2 utk INSiDE OUT semua fitrah2 baik yg ada dalam diri anak kita…. 

3. Fitrah Bakat 

Fitrah bakat yang dimaksud adalah potensi keunikan terkait personality yang merupakan bawaan lahir. Orang menyebutnya bakat, talent, strength, grit dll. Setiap bayi adalah unik, dan keunikannya adalah keistimewaannya yang bila dikembangkan akan menjadi peran peradabannya, misi spesifiknya sbg khalifah. Tidak ada bayi yang lahir tanpa bakat dan keunikan. Inilah sesungguhnya panggilan hidup yang sudah Allah rancang. Nampak pada sifat2 dominannya sejak kecil misalnya suka memimpin, suka mengatur, suka guyub, suka meneliti, suka berfikir, suka mengait2kan, suka curigaan atau waspada dll. Maka amatilah, catatlah, fokus dan konsisten menumbuhkannya. 

4. Fitrah Perkembangan terkait dengan tahapan usia.  

Ada cara dan metode yang berbeda untuk tiap tahap usia dan tiap jenis fitrah. 

Dasar pemahaman adanya fitrah perkembangan : 

– Bahwa segala sesuatu di muka bumi dan di alam semesta memiliki sunnatullah perkembangan terkait waktu dan tahapan. Fitrah adalah ibarat benih, maka punya tahapan merawat dan menumbuhkannya. 

– Bahwa fitrah perkembangan punya tahun2 perkembangan manusia, yang sepenuhnya mengambil dari tahun2 yang disebut dalam alQuran maupun alHadits, yaitu 2,7,10 dan 14-15. Dimana 14-15 adalah batas antara anak dan bukan anak, antara bukan mukalaf dan mukalaf, antara tidak wajib memikul beban syariah dan wajib memikul beban syariah, antara pedagogi dan andragogi 

– Bahwa semua tahapan adalah Golden Age dalam pandangan Islam, asal memahami pada tahapan apa, fitrah apa, akan mengalami puncaknya dengan cara bagaimana. 

=================

TANYA JAWAB

1⃣Bunda Rahmatia-kendari

Assalamualaikum …mau tanya..anak sy 8 tahun perempuan kurang begitu menyukai aktivitas fisik dan cenderung penakut untuk anak seusianya jika disuruh melakukan aktifitas fisik misalnya memanjat, melompat dsb. Apakah ini ada hubungannya dengan sifatnya yang cenderung ragu2 dan sulit mengambil keputusan ? Trmksh

1⃣bunda Rahmatia yang baik di Kendari,

Apakah bunda punya buku dokumentasi pengamatan portfolio anak sejak lahir? Jika ada kita bisa melihat pola sifat unik anak. Apakah dia memang dia penakut atau peragu karena punya sifat unik misalnya sangat hati2 atau sangat waspada sehingga nampak penakut atau ragu2? Atau memang baru beberapa tahun belakangan saja? Atau dalam kasus tertentu anak perlu didampingi di awal? Coba amati dan temukan penyebabnya. 

Peragu atau penakut dapat juga disebabkan karena selalu diproteksi (over protective) atau selalu dilarang bermain di alam yang dianggap berbahaya pada usia sebelumnya krn khawatir berlebihan ortunya dsbnya. Bisa juga diakibatkan ego sentrisnya tidak terpuaskan, karena misalnya selalu diminta mengalah, selalu dipaksa berbagi dsbnya.

Silahkan diamati baik baik dan berusahalah menemukan penyebabnya. Solusinya akan lebih mudah jika ketemu penyababnya. ✅

2⃣Pertanyaan: Feby-jayapura

Jika pada tahap ini anak tidak tau bakatnya,

Atau banyak sekali yang Dia Inginkan; ikut gambar, nanti beda lagi coba karate, nanti berubah lagi minta yang lain.

Apa semua yang anak harus di coba??

2⃣bunda Feby yang baik di Jayapura,

Tetap rileks dan optimis ya, tiap anak pasti punya sifat unik atau fitrah bakat. Di usia 0-7 tahun, fitrah bakat ini akan nampak pada keunikan sifat misalnya suka kebersihan, suka ngomong, suka mengatur, suka membuat suasana rame, suka kompetisi, suka berbagi dsbnya.

Usia 7-10 tahuh, sifat2 unik tadi akan berkembang menjadi aktifitas yang sangat disukai (4E, Enjoy, Easy,Excelent, Earn), namun bisa jadi memang masih berubah ubah sampai usia 10 tahun bahkan sampai 12 tahun. Namun idealnya di usia 10 sudah mulai konsisten kegiatan atau aktifitas yang sangat disukai, yang ditunggu2, yang dilakukan sangat asyik serasa dunia berhenti berputar, yang diakhiri dengan mengucapkan kapan lagi. 

Jika sifat uniknya sudah dikenali sejak lahir sampai 7 tahun (ini pentingnya punya buku portfolio anak) maka di usia 7-10 tahun tinggal diajak Tour de Talent, yaitu mengunjungi beragam aktifitas atau profesi yang kira2 relevan dengan sifat uniknya. Jadi menurut saya tidak perlu semua dicoba, karena ada sangat banyak, cukup yang relevan saja (ini pentingnya juga menginterview dengan penuh empathy kebutuhan anak sehingga bisa menemukan aktifitas yang disukai). ✅

3⃣bunda Nasya (Bandung)

1. Ustad, anak sy yg sulung (10thn) dominan suka memimpin, suka mengatur kawan2nya, berpikir dan berbicara spontan, energi betlebih. Kira2 akan mengalami apa ya ustad (fitrah bakat) dalam usia Aqil Balighnya nanti?

2. Bagaimana sebaiknya kami mengimbangi energinya yg berlebih dg kegiatan ibadah sholat yg menurut dia membosankan. 🙏🏾:)

Hatur nuhun

3⃣bunda Nasya yang baik di Bandung,

1. Alhamdulillah jika sudah jelas nampak sifat unik atau potensi kekuatan anak bunda. Setidaknya menurut Strength based Tipologi, ananda itu Commander, Communicator, Arranger. 

Kita berharap pada usia AqilBaligh (15 tahun) , ananda sudah punya peran sebagai pemimpin. Namun kita masih harus temukan lagi bidang industri/bisnis/sosial terkait kepemimpinannya.

2. Untuk itulah, maka antara usia 10-14 tahun sebaiknya mulai dimagangkan ke Maestro yang mendalami leadership atau leader di berbagai organisasi. Jangan lupa juga mulai diberikan pendamping akhlak/murobby agar akhlak dan adabnya bisa memandu peran leadernya menjadi beradab mulia ✅

4⃣Bunda Arny-Bekasi

Assalamualaikum ust Harry dan teman2 yg dirahmati Allah,

Tentang kasus anak teman saya, bagaimana menangani anak 7 tahun yg di sekolah senangnya main dg teman dan belum fokus belajar . 

Disaat temannya mengerjakan tugas matpel ia main tapi ketika temannya sdh selesai baru ia ada keinginan mengerjakan. Tapi kan jam pelajaran nya sdh selesai. Tipikal anak yg suka explore dan tidak bisa diam duduk lama, jazakumullah khoiron…..

4⃣bunda Arny yang baik di Bekasi,

Banyak buku yang bahkan menyarankan anak baru disekolahkan usia 8-10 tahun. “Better Late than Early”. Di pendidikan Sepakbola dan Senirupa pun anak baru belajar teknik rumit di usia 10 tahun.

Menurut saya sebenarnya normal jika anak masih suka bermain dengan teman di usia 7 tahun. Beberapa anak bahkan tidak suka belajar formal akademis, apalagi anak anak yang suka eksplorasi. Dalam fitrahbelajar sebenarnya timetable learning tidak harus kaku dan urut, misalnya anak sedang tertarik ikan, maka tidak bisa dipaksa belajar cacing sesuai jadwal.

Saran saya, tetap rileks dan optimis, coba bunda ajak diskusi dan mulai membuat opsi utk cari sekolah yang bisa memuaskan eksplorasinya atau bunda buat sendiri bersama teman2 HEbAT ✅

5⃣Bunda Nofitasari-Makassar 

Adakah tahap2 sistematis yg bisa dipakai untuk mengenali bakat/potensi anak🙏🏻

 5⃣bunda Nofitasari yang baik di Makassar,

Tidak bisa instan bunda, proses mengenali bakat bisa berlangsung sejak lahir sampai usia 10 tahun bahkan lebih, tergantung keseriusan kita mengamati dan mengobservasi atau berempati dengan anak. Usia 0-7 tahun, amati bakat dari sifat uniknya, catat dalam buku portfolio anak. Mohon diingat bahwa fitrah bakat anak ada yang terkait sifat (suka mengatur, suka memerintah, suka mendidik, suka menganalisa, suka merenung, suka ngomong dll) dan ada yang terkait fisik (memasak, olahraga menari, merias dll). Nah sejak usia 7-10 tahun, beri aktifitas yang relevan dengan sifat uniknya, misalnya suka mengatur maka aktifitasnya bisa berupa mengatur ruangan, mengatur orang, mengatur barang dll. Diharapkan pada usia 10-11 tahun, maka akan mengerucut menjadi peran. 

Peran ini bisa saja belum dikenal manusia pada hari ini. ✅

6⃣Bunda Riyani-Kendari

Assalamu Alaikum…bunda anak sy..Aqilah.. usia 6 tahun lebih Exited membuat prakarya contohnya bermain origami dan eksperimen sederhana  di bandingkan dg belajar menulis atau pelajaran sekolah. Selain itu aqilah jg bermain peran seolah2 dia gurunya…mengajarkan ttg sesuatu kpd org lain…dia biasa memvideokannya…apakah ini sdh bakatnya dan Bgmn cara mengarahkannya?terima kasih

6⃣bunda Riyani yang baik di Kendari,

Difasilitasi saja terus bunda dengan beragam aktifitas, klub, kunjungan dll 

Ini fitrah bakat dalam arti aktifitas yang sangat disukai: melakikan eksperimen, suka mengkonstruksi atau melakukan berkreasi (origami), bermain peran sebagai guru (berbakat mendidik), mendokumentssi dstnya. ✅

7⃣Feby-jayapura 

Pendamping akhlaq/murabbi sudah bisa di tetapkan sejak umur berapa??

Bagaimana contoh Rasulullah dulu, siapa pendamping akhlaqnya?

7⃣bunda Feby di Jayapura,

Sebaiknya sejak menjelang aqilbaligh usia 10-11 anak diberikan pendamping akhlak (murobby) dan pendamping bakat (maestro), alangkah baiknya jika maestro dan murobby ini satu paket tetapi biasanya sulit.

Rasulullah SAW ketika anak, mulai magang berdagang bersama pamannya ke Syams. Ayah, Paman atau Kakek pada masa sebelum zaman modern berperan banyak hal.

Namun pada masa Kenabian, sependek yang saya pelajari dari FiqhudDakwah di masa Dakwah Sirriyah maupun Dakwah Jahriyah, model Mentor dimana beberapa Sahabat dibina oleh Murobby adalah hal yang biasa. Ini juga tentunya berlaku untuk anak anak mereka.

Fungsi Guru pada masa lampau di berbagai peradaban bukan hanya mengajarkan ilmu namun juga merangkap Mentor/Murobby pembimbing akhak atau adab. Karenanya pesan para Ummahat pada anak anaknya ketika akan berguru pada ahli ilmu, adalah dapatkan adabnya sebelum ilmunya. ✅

8⃣Bunda Sri-Ambon

Assalamualaikum. Mau minta tanggapan. Anak saya perempuan 8 tahun, sholat masih di suruh, dia sering cari2 alasan untuk menghindar dr sholat. Kalo pas lagi rajin, dia pingin nya sholat dan jadi imam, padahal bacaan dan hafalan nya msh salah2. Kadang saya merasa lucu dan kadang rasa jengkel juga.. @ Bgm saya harus bersikap.

 8⃣bunda Sri yang baik di Ambon,

Usia 8 tahun, jika sholat masih disuruh, kemungkinan besar fitrah keimanannya (gairah cintanya pada Allah, pada Rasulullah SAW) belum tumbuh pada usia 0-7 tahun. Anak anak yang didisiplinkan sholat sebelum cintanya tumbuh maka akan semakin “lari menjauh”. Maka tumbuhkanlah cintanya lebih dahulu dengan keteladanan, suasana keshalihan dll, jadi diulangi lagi prosesnya seperti anak di bawah usia 7 tahun, namun lebih intens.

Sesekali diinapkan di keluarga shalihah atau sanlat anak anak layak dicoba, ini menimbulkan gairahnya kembali. Intinya, sepanjang fitrah imannya tidak tumbuh, maka upaya kita memaksa akan membuatnya makin menjauh. Bukankah manusia akan suka melakukan apapun jika hatinya ridha dan cinta? 

Catatan, kalau pas lagi rajin, ya ga apa2 jadi Imam, namun bunda diam2 mengulang sholat kembali jika tidak yakin. Ini untuk membangkitkan semangatnya daripada dilarang atau ditertawakan. Dia juga akan terpacu untuk tahsin jika diperkenankan jadi Imam. Peluk dan bisikan “bunda bangga kamu jadi imam, apalagi kalau bacaannya lebih indah”✅

9⃣Bunda Diah-Depok Assalamualaikum 

Ustad, anak saya umur 9th, sdh mulai asyik mengerjakan kegiatan yg disukai, alhamdulillah bbrp sdh sampai tahap 3E.

Apakah saya msh perlu untuk melakukan tour de talents untuk menambah wawasan atau fokus saja ke pengembangan gagasan?

9⃣bunda Diah yang baik di Depok,

Kalau bisa ada 3 aktifitas yang sangat disukai akan lebih baik. Menurut saya tidak terlalu perlu tour de talents, fokus saja sama yang sudah jelas 3E, itu juga kelak akan berkembang ke banyak derivasinya, misalnya suka fotografer, karena kemampuan visualnya yang menagkap angle yang unik,  ini juga ada beragam jenisnya, bisa fotografi kulinari, fotografi outdoor, animal, forest, deep sea dsbnya . ✅

🔟Bunda Ati – Bekasi

Assalamu’alaikum ustd Harry,

saya punya anak laki² 2. Yg pertama usia 8th anakny sangat kritis,gak bisa diam,suka sesuatu yg menantang,naik turun loncat dri ats lemari hal yg sdh biasa,suka menggambar,suka berimajinasi dan bercerita bisa dri pagi sampe sore full power 😁,sedangkn adikny sangat berbeda dngan sang  kakak. 

Adikny usia 4th, lebih slow,penurut,suka bermain puzzle,suka menceritakan gambar2 yg dibuat kakak nya, suka mengingatkn kakaknya untk lebih hati²,jika melakukan sesuatu sering berkata tidak basa. 

Yg ingin saya tanyakan stimulus apa yang harus saya berikan kpd anak – anak saya yg berbeda karakter ini?

Untk fitrah keimanan anak saya sdh melaksanakn sholat 5 wktu cuma klo tidak diingatkn sholatnya mepet ato diakhir waktu,saya sdh mengingatkn untuk sholat di awal wktu cuma masih blm digubris tapi klo ayahny yg mengingatkn pasti dia lngsng dilaksanakn.yg ingin saya tanyakn, apakah power ayah lebih kuat dimata anak dibanding ibu,krn hampir rata² anak – anak saya lebih mendengar sosok ayah dr pd ibu?

trima kasih🙏

🔟bunda Ati yang baik di Bekasi,

Kakak dan Adik itu seringkali Allah ciptakan berbeda, agar kelak ketika keluarga bunda punya Misi Keluarga, maka kakak dan adik ini akan saling melengkapi. Sang Kreatif memang harus didampingi Sang Empati. 

Stimulus untuk usia 8 tahun tentu dengan banyak wawasan dan aktifitas sesuai bakatnya, nampaknya perlu disalurkan kesukaannya pada tantangan outdoor, misalnya ekspedisi ke hutan, mendaki gunung bersama keluarga, berkano di rawa dsbnya. 

Stimulus karakter untuk adiknya belum perlu, fokus saja sama fitrah keimanannya agar ketika 7 tahun tidak sulit bahkan antusias menerima perintah sholat.

Power Ayah tentu dibutuhkan sejak Allah menyuruh orangtua memerintahkan Sholat di usia 7 tahun. Ini bagian dari dimulainya pendidikan Adab. Ayah diperlukan dalam pendidikan adab, karenanya sejak usia 7-10 tahun, anak lelaki lebih didekatkan ke ayahnya. Ayah sebaiknya menuntun anak lelakinya ke masjid, mengenalkan pada peran keayahan di sosial, mengajak melihat profesinya, mengajak olahraga macho dstnya.

Secara peran sang ayah adalah raja tega dan sang ibu adalah pembasuh luka. Ayah adalah pensuplai maskulinitas dan ego, sang bunda penyuplai feminitas dan empati. Fathership memberikan kemampuan leadership dan mothership memberi kemampuan followership dstnya

Jadi bagus jika dia dekat dan lebih mendengar ayahnya utk urusan adab dan rasional, dan biarlah dia mendengar bunda untuk urusan perasaan dan emosional ✅

Host:

Alhamdulillah tuntas sudah 10 pertanyaan dijawab oleh ustadz Harry

Jazakallahu khairan ustadz Harry yg telah berbagi ilmu dan menjawab semua pertanyaan. Smg ilmunya barokah, menghasilkan kebaikan yg bertambah-tambah :)🙏.

Ust. Harry:

Waiyyakum, jazakumullah untuk bunda Dwi dan para ayahbunda HEbAT yang bertanya dan bertugas malam ini. Semoga Allah SWT kuatkan ikatan hati kita, Allah mudahkan jalannya, , Allah kekalkan cintanya, Allah penuhi dada kita dengan cahayaNya yang tak pernah pudar. Allahumma aaamiin.

Wasswrwb :)🙏

Host:Aamiin ya Robbal’alamin 😇.  Wa’alaikumussalam wr wb :)🙏

Baiklah Ayah Bunda, waktu sudah menunjukkan pukul 22.15 WIT. Semua pertanyaan alhamdulillah sudah terjawab. 

Terima kasih pula untuk Bunda Arifah, Bunda Deasy dan Tim yg bertugas :)🙏

————————-

Atas perhatian Ayah dan Bunda kami mengucapkan Jazakumullah khairan katsiran…:)🙏

Kita tutup dengan do’a penutup majelis

Subhanakallahumma wa bihamdika, asyhadu alla ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaik…

Kami tim yang bertugas pamit undur diri.

Wassalamu’alaikum wr. wb.

Konsep Pendidikan Pre Aqil Baligh 8-10 tahun

​Materi Pokok#5

🎯Konsep Pendidikan Pre Aqil Baligh 8-10 Tahun🎯

Subject Matter Expert (SME): Ust. Harry Santosa

___________________________

Malam ini kita akan membahas konsep pendidikan berbasis potensi fitrah dan akhlak, untuk periode pre aqil baligh (usia 8-10 tahun). Tentu tahap 8-10 ini akan lebih mudah kita jalani apabila tahap 0-7, pertumbuhan fitrah keimanan, fitrah bakat, fitrah belajar anak anak kita berkembang secara utuh. 

Baik teori psikologi perkembangan anak, maupun perjalanan sirah Nabwiyah, melihat usia 8-10 atau ada juga yg menulis 7-10 merupakan penentu kesiapan tahap latih di usia 11-14 menuju aqil baligh. 

Secara syariah, fitrah keimanan, ditandai dengan perintah sholat yg dimulai ketika usia 7 tahun, dan batas penyadarannya sampai di usia 10 tahun. Bila di usia 10 tahun masih belum tumbuh fitrah keimanannya dgn sholat sbg wujud simbolnya maka boleh dipukul. Fase keimanan Rububiyatullah (kholiqon, roziqon, malikan), bergeser meningkat ke Mulkiyatullah (waliyan dan hakiman). Wujudnya adalah perintah sholat. 

Ketika ego sentrisnya terpuaskan di usia 0-6 tahun, maka di usia 7 tahun mulai melebar kepada sosial dan tanggungjawab moral. Maka di saat yg sama, anak2 harus dibangkitkan fitrah keimanannya pd aspek ketaatan pd hukum (hakiman) dan ketaatan/kecintaan tunggal (waliyan). 

Secara fitrah perkembangan, usia 7 tahun, anak2 mulai mengenal nilai2 sosial di sekitarnya. Maka mereka mulai mengenal Allah sebagai pembuat hukum dan Zat yg harus ditaati secara totalitas. Di saat yg sama, pada usia 7 tahun, fitrah belajar dan fitrah bakat juga mulai dibangkitkan dengan beragam aktifitas yg menjadi minat dan passionnya. Pada tahap ini perbanyak aktifitas belajar di masyarakat dan aktifitas yg sesuai kepribadiannya. Agar di usia 10 tahun, ketiga fitrah ini (fitrah keimanan, fitrah belajar, fitrah bakat) sudah matang untuk dilatih secara serius.

Usia 10 adalah batas evaluasi apakah sdh kenal Allah dengan baik (sholat dgn kesadaran) dan kenal diri dengan baik (ku tahu yg ku mau). Para Pelatih FIFA, juga menjadikan usia 10 tahun sebagai batas dari latihan “bermain-main saja walau berbakat” menjadi latihan “teknik dan muscle memory”. Di Jerman penjurusan sekolah dimulai ketika kelas 4 SD, atau sekitar usia 10 tahun. 

Rasulullah SAW, mulai magang berdagang bersama pamannya ke Syams sekitar usia 10  atau 11 tahun. 

Abu Bakar ra, mengatakan ada dua hal yang paling utama untuk dikenal, yaitu kenal Allah dan kenal diri. Menurut saya kenal Allah (fitrah keimanan) dan kenal diri (fitrah bakat) sebaiknya sudah selesai di usia 10 tahun.

=====================

Teknik Pendidikan Pre Akil Baligh 0-7 tahun

Materi Pokok#4

*Teknik Pendidikan Pre Aqil Baligh 0-7thn*

Subject Matter Expert (SME):

*Bunda Septi Peni Wulandani*

Founder IIP sekaligus praktisi HE sejak 1996

🍁🍀🍁🍀🍁🍀🍁🍀🍁

Pada anak usia 0-7 tahun, anak dibuat kaya wawasan. Memperkaya wawasan berbeda dengan menjejalkan (outside in). 

Memperkaya wawasan dalam perspektif pendidikan berbasis fitrah adalah dengan keyakinan bahwa tiap anak sudah memiliki fitrah belajar, konsep-konsep dasar berpikir, sehingga mampu menalar. Tugas kita sebagai orang tua adalah menyadarkan anak-anak dengan menginspirasi, menunjukkan, mengencourage dstnya, sehingga mereka akan belajar dengan sendirinya. Istilahnya kerennya, “dont too much teaching, but more learning”.

Usia 0-2 tahun adalah masa anak-anak mengikat bonding fisik dan psikis dengan kedua orangtuanya, terutama ibu yang menyusui. Kita boleh menganggap anak-anak sebagai seorang bayi “hanya” di usia ini (0-2 tahun). Mengapa ditekankan “hanya” karena banyak diantara kita memperlakukan anak-anak di bawah 5 tahun (balita) sebagai bayi, contohnya : semua serba dibantu.

Usia 0-2 tahun hak anak adalah mendapatkan makanan terbaik untuk fisiknya yaitu ASI, maka penuhilah secara tuntas. Sambil menyusui selalu masukkan harapan anda dari lubuk hati yang terdalam.

Ayah jangan lewatkan moment ini, ikutlah berpartisipasi aktif bermain dengan anak-anak usia 0-2 tahun. Berikan sentuhan kasih sayang ke anak, ajaklah mereka bicara menjelang tidur, tanamkan value keluarga anda kepada anak-anak sedini mungkin.

Memasuki usia 2-7 tahun (thufulah) saatnya kita menanamkan ketauhidan dengan sangat kuat. Di usia inilah (2-7th) anak-anak sedang membangun pola, maka jangan sampai salah. Berikan teladan yang benar. Hati-hati jangan sampai anak-anak gagap value di usia ini. Antara apa yang anda katakan dengan apa yang mereka lihat. Apabila anak-anak usia 2-7 th melakukan kesalahan, tidak bisa kita biarkan, harus segera dibetulkan saat itu juga, karena itu masa pembentukan pola. Di usia ini orang tua harus tegas, karena itu masa pembentukan, semakin bertambah usia makin longgar.

Panduan teknis untuk mengembangkan fitrah anak di usia 0-7 tahun yaitu:

a. Fitrah Keimanan : mulailah mengenal Allah s.w.t dan menikmati segala kebesarannya

b. Fitrah Belajar : kuatkanlah bahasa ibu anak-anak serta explored isi alam ini dengan kegiatan bermain bersama di alam

c. Fitrah Bakat : tour de talent, gunakan waktu anda untuk melihat segala macam bakat yg diberikan Allah ke setiap orang, sehingga fitur unik ini digunakan untuk menjalankan misi hidupnya. Explore bakat anak.

Salah satu contoh dengan mengajak anak untuk melihat keanekaragaman bakat/profesi yang ada di muka bumi ini, agar mereka kaya wawasan, sehingga kaya akan mimpinya untuk masa depan

d. Fitrah Perkembangan: Gunakanlah pola rasul dlm menguatkan fisik anak, mulai pola makan, pola tidur, pola OR dll

======================

TANYA JAWAB

*Membangun Pola*

1⃣ Bunda Lani (Kendari) dan Ayah Lucky (Malang)

Assalamu ‘alaikum.. Disebutkan bahwa usia 2-7 th sdg membentuk pola, jd kalau berbuat salah tidak boleh didiamkan. Supaya tdk gagap nilai. Namun bukankah pd usia ini anak blm memiliki kewajiban moral? 

1. Mohon penjelasan bagaimana batasan dan bgmn penerapannya? 

2. Kesalahan apa yg hrs kita tindaki dan kita toleransi?

3. Pola seperti apa yg dibangun (diutamakan lbh dahulu) terutama umur 2-3 tahun yg masih transisi dan komunikasi jg masih belum komunikatif?

1⃣ wa’alaykumsalam bunda lani di kendari dan ayah lucky di malang. Anak-anak usia 2-7 th itu yang kami lakukan adalah penguatan IMAN dan AKHLAK. Dari sisi IMAN kami menguatkan rasa cinta dengan RabbNya yang sudah mereka bawa sejak lahir. Sedangkan di urusan AKHLAK kami memberikan teladan, Rasulullah dan kisah orang-orang di muka bumi ini yang selalu memiliki moral character yg  sama. Sehingga anak-anak akan makin memperkuat pola yg mereka miliki ttg konsep IMAN dan AKHLAK. Memang benar mereka belum memiliki kewajiban moral, tapi anak-anak ini sedang menanamkan konsep moral yg baik dan benar. Sehingga tidak boleh salah, harus konsisten.

Kesalahan yg berkaitan dg iman, value dan moral character harus segera diluruskan.  Sedangkan kesalahan yg berkaitan dg proses belajar masih bisa ditoleransi. Shg muncul  kalimat

*It’s ok to make mistakes as long as I learn from my mistakes” ✅

 *Bullying*

2⃣ Bunda Neneng (Bandung) dan Bunda Ninis (Gresik)

Di lingkungan komplek ada anak usia 4/5 thn an senaaang pisan ngebully, ngejekin misal pas alula (2 thn) lagi anteng diem diteriakin ” Lula jelek kayak bebek” nah kadang saya yg panas.

——————-

Bismillah, ibu septi perkenalkan sy ibu dr seorang putra  usia 2 th 9 bln. Kami tinggal di kampung dg banyak anak kecil dan latar belakang orangtua yg berbeda2. Ketika anak2 bermain bersama sering ada kejadian memukul dan dipukul. Akhirnya nangis. Sy berusaha mengajarkan saling meminta maaf, dan melanjutkan main lagi. Tapi ada jg ortu yg kekeuh harus minta balas memukul. Biar lega katanya. Terlepas dr kejadian ini, lama kelamaan sy mendapati anak sy nangis gulung2, ketika ndak cocoki keinginanya. Bahkan kok kadang tiba tiba jail ke org lain.

1. Apa yg perlu saya lakukan? sejauh ini saya baru gendong dede menjauh dan tidak bergaul dengan anak yg suka membuli.

2. Bagaimana sy harus menanggapi anak dan lingkungan sy? 

3. Fitrah apa yg harus di “inside out” kan diusia ini shg nti bisa lbh baik di usia berikutnya? 

Terima kasih bu septi 🙏

2⃣ Bunda Neneng dan bunda Ninis, bully dan membully ini sebenarnya berkaitan dengan “rasa percaya diri anak” dan “moral character yang tertanam dalam dirinya. Sehingga untuk menghadapi anak yg membully anak lain, bunda harus bisa

1⃣menerima kondisi anak saat ini, tidak menolaknya shg jengkel.

2⃣ memaafkan dan mengajaknya berdialog ttg apa yg mereka lakukan

3⃣ berikan peran untuk berbuat baik

4⃣ lupakan kesalahannya, jangan diungkit-ungkit.

Sedangkan untuk anak yg dibully, jangan buru-buru ditolong, berikan kesempatan untuk menyelesaikan urusannya sendiri, sambil setiap hari kita ajak berdialog. Unt melihat progressnya seperti apa. Kemudian naikkan rasa percaya diri anak. Agar dia mampu membalas dg satu alasan membela kebemaran terlebih dahulu. Setelah itu masukkan value, apabila kamu dalam posisi kuat, bisa membalas dan akhirnya kau maafkan, maka itu kemuliaan yg tiada terkira.

Semua fitrah penting untuk distimulus di semua usia✅

 *Adab, Aturan, Disiplin*

3⃣ Bunda Inggil (Bekasi), bunda Irfa, (Citayam, Bogor), bunda Arie (Bandung)

Di usia 2-7 tahun orangtua harus tegas karena merupakan masa pembentukan. Tegas disini bagaimana ya, kami di rumah punya banyak peraturan dan adab. Seperti aturan saat main di luar rumah, adab bertamu, adab makan, aturan penggunaan gadget, aturan jajan dan perjanjian2 lainnya. Di sisi lain saya khawatir anak jadi tertekan secara mental. 

—————

Anak saya usia 5 th . Dr awal kami sdh utk pendidikan kami sdh tdk mengikuti skolah formal. Sejauh ini mmg sy mlihat nya sdh cukup mandiri dan percaya diri.

——————

Assalamu’alaikum bu septi.

Di usia 2-7 tahun anak sudah mulai dikenalkan dg adab dan akhlak, seperti makan dan minum sambil duduk. Pada usia 4 tahun biasanya anak mengerti tapi belum bisa konsisten melakukannya. 

1. Bagaimana mensiasati agar adab dan peraturan yang ada menjadi habbits baik yang ringan dijalankan? Jazakumullah 🙏🏽

2. Utk menerapkan  disiplin waktu pada anak usia tsb bagaimana ya bun?

3. Apakah pengajaran adab dan akhlak di usia ini harus benar2 ditegakkan (harus benar2 duduk saat makan) atau pemberian pengertian dengan sedikit kelonggaran?

Terimakasih

3⃣ Bunda inggil, bunda Irfa dan bunda Arie,

Tegas disini adalah *KOMITMEN* pada kesepakatan yg sudah diambil bersama anak. selanjutnya *KONSISTEN* untuk bisa dilakukan setiap hari. Apabila melewati kedua hal tsb maka jarus sanggup menerima *KONSEKUENSI*

Sehingga jangan terlqlu banyak diberikan peraturan yg dibuat oleh orangtuanya. Melainkan harus melatih anak  memperbanyak aturan yg dibuat dirinya sendiri. Belajar berkomitmen dg hal tsb

*STIMULUS ➡ THINKING ➡RESPON*

Ini prinsipnya. Tapi jangan terlalu saklek. Misal untuk adab makan, intinya sambil duduk, pakai tangan kanan, baca doa. Maka buatlah suasananya semeriah mungkin shg anak suka. Boleh pakai daun, boleh pakai piring, boleh botram dll. ✅

Sepertinya masih belum cukup yah waktu yang singkat ini untuk membahas tema kita malam ini. Mohon maaf karena keterbatasan waktu tidak semua pertanyaan bisa didiskusikan di grup. 

Terima kasih bu septi untuk waktunya berbagi ilmu bersama kami. Semoga Allah berikan balasan yang lebih baik. 

Terima kasih juga untuk semua atensi dan partisipasi ayah bunda di kulwap kita kali. 

Dan terima kepada para koordinator yang sudah merelay kulwap ini ke wilayahnya.

Semoga ilmu yang kita peroleh dalam diskusi kita ini bermanfaat dan bisa diamalkan.

Kita tutup diskusi kita malam kni dgn doa kafaratul majlis.

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ, أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ, أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ.

(Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.) Kecuali telah diampuni baginya apa yang ada pada majlis tersebut. ” (HR Tirmidzi)

Mohon maaf apabila ada salah dan khilaf. 🙏🏻:)🙏🏻

Wassalamualaikum wr wb…