Sebuah Kenangan, Sebuah Renungan

Pada akhirnya, kita hanya seorang pembelajar dari setiap fase hidup kita. Kita meraba-raba, mencoba memahami maknanya, menyelami hikmahnya, menjadikannya bekal ransel perjalanan berikutnya. Pertanyaannya, apakah kita menemukan esensinya? (Roihanah, 2016)

Bismillahirrahmanirrahiim. Alhamdulillah, saya bersyukur kepada Allah, yang masih mengijinkan setiap jemari menari, menuangkan apa-apa yang beberapa bulan ke belakang mencoba direnung-resapi, teringat sebuah nasihat sederhana, satu paragraf taujih dalam pernikahan saya dan suami, Gus Pung, yang mengingatkan kami tentang ayat pernikahan, Ar Ruum:21, “Sesungguhnya yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” Bahkan, untuk memahami hikmah pernikahan pun, kita perlu berpikir, perlu bertafakkur, merenung-resapi bagaimana mewujud sakinah mawaddah warahmah yang tidak instan. Apalagi merenungi hidup.

Read More »

Advertisements

Memahami Tujuan Hidup

1396054_10200993687147281_2145774125_n

Setiap orang melakukan sesuatu sejatinya pasti memiliki tujuan. Setiap orang menjalani sesuatu pasti memiliki keinginan tertentu mengapa hal itu dilakukan. Ada harapan. Ada keyakinan. Begitupun hidup. Jika masing-masing dari kita ditanya, untuk apa sih hidup? Buat apa sih? Kira-kira, apa jawaban kita?

Saya lagi rindu catatan ini. Tahun lalu saya belajar dari orang-orang lebih dulu lahir dan menjalani hidup lalu berbagi pelajaran tentang bagimana memahami tujuan hidup. Berikut catatan saya tentang apa yang dibagi beliau-beliau: Aa Gym, Ust Arifin Ilham, dan Ust Yusuf Mansyur. Saya coba repost dan melengkapi ulang kembali. Agak panjang ya, semoga Allah limpahkan kesabaran kita dalam menuntut ilmu.

Aa Gym:

Subhanallah walhamdulillah wa laa ilaaha illallah wallahu akbar, Laa haula wala quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘adhzim, Allahumma shalli ‘ala muhammad

Ya Allah, Ya Sami’  Ya Bashir, Allahummaftahlana hikmataka Ya Rabb, wanshur ‘alayna rahmataka Ya Dzal jalaali wal ikram, Allahumma nawwir quluubana bi nuuri hidaayatik, kama nawwartal ardha bi nuuri syamsik, ‘abadan abada, birahmatika Ya Arhamar raahimiin..

Read More »

Tentang rizki

Barangkali tak ada artinya, seberapapun rizki yang dititipkan pada kita, ketika kita tidak mensyukurinya. Kita sibuk mencari pembanding rizki itu, sedang pada detik yang sama, orang lain harus berpeluh-peluh mendapatkannya.

-roihanah, 2015

Alhamdulillah, Rabb. Tak ada kata seindah hamdalah ketika diri ini mencoba mengingati begitu banyak rizki yang telah Allah berikan. Seberapa banyak pun diri ingin menuliskan, takkan mampu diri ini menuliskan. Terlalu banyak, terlalu indah, terlalu mempesona. Ma shaa Allah, laa quwwata illa billah.

Hari ini kembali saya merenungi betapa setujunya saya dengan sebuah kalimat sederhana yang dinasihatkan Ust Salim A Fillah pada suatu waktu tentang rizki. Beliau mengatakan, “Rizki itu bukan tentang izin memiliki, tetapi izin menggunakan – memakai“. Bagi saya, ungkapan ini begitu mendalam melalui setiap perjalanan saya. Betapa banyaknya rizki yang Allah hadirkan, sengaja bukan untuk saya miliki, tetapi saya diberi izin menggunakan rizki itu seperti apapun saya menginginkannya. Betapa Maha Kasih Sayang Allah, yang mengijinkan banyak rizki yang sampai kepada kita tanpa pernah kita perlu bersusah payah mencarinya. Allah hadiahkan pada waktu-waktu yang tepat, dengan kadar nikmat yang tak terduga.

Read More »

Menata Ulang

Seperti itulah hidup. Barangkali kita harus mengeja banyak tanda, kita harus menjejak banyak cerita. Agar kita lebih mendewasa dalam pikir dan cara. Agar kita lebih rapi lagi menata rasa dan asa. Agar hidup ini lebih bermakna. -roihanah, 2015

25 tahun, bukanlah waktu yang singkat untuk melukiskan cerita dalam kanvas kehidupan, Tetapi 25 tahun bukanlah apa-apa dalam hitungan waktu langit yang tak mampu kita eja. 25 tahun dalam hidup saya, merupakan 25 masa mencoba tumbuh dan mekar dengan segala musim kehidupan. Barangkali saya tak mampu menjelaskan detil fasenya, tetapi saya mampu belajar dari fase-fase itu. Fase-fase yang mendewasakan saya, pada waktu-waktu tak terduga. Saat yang lain masih pada anak tangga keberapa, saya harus telah sampai pada tangga keberapa. Dan tak pernah diajari untuk membanding-bandingkan, sehingga jika yang muncul perbedaan, hanya mencoba memaafkan saja, bahwa setiap cerita hidup orang berbeda. 🙂

Read More »

Dalam sebuah kontemplasi

ijinkan aku merasakan tiap tetes yang Kau curahkan melalui deras air terjun ini.. betapa pun aku takut karena energinya yang terlalu besar mengalir dalam kerdil tubuhku aku tetap bersemangat karena aku yakin Kau lah yang membuatku mampu tegap berdiri disini..
ijinkan aku merasakan tiap tetes yang Kau curahkan melalui deras air terjun ini..
betapa pun aku takut karena energinya yang terlalu besar mengalir dalam kerdil tubuhku
aku tetap bersemangat
karena aku yakin
Kau lah yang membuatku mampu tegap berdiri disini..

I love contemplation
Aku cinta merenung
Merenung apa yang terjadi
Merenung atas masa lalu
Merenung untuk masa depan
Read More »