Allah Slalu Tahu dan Hadir

Sahabat…
Jika kau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang sepertinya sia-sia..
Allah SWT tahu betapa keras engkau sudah berusaha.
Sahabat…
Ketika kau sudah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih…
Allah SWT sudah menghitung airmatamu.

Read More »

Advertisements

Aku iri padamu

Aku iri, padamu yang tak pernah bosan menebar senyum manis kepada mereka yang kau temui, walau kadang tak kaudapatkan senyum balik darinya…

Aku iri, padamu yang senantiasa mengirim pesan singkat berlandaskan cinta pada orang-orang yang kau kenal, meski tak pernah ada respon balik dari mereka…

Aku iri, padamu yang selalu ingat hari-hari penting saudaramu, meski hanya sebuah ucapan selamat yang kau berikan, itu sangat berharga bagi dia yang menerimanya…

Read More »

Hal-hal Menakjubkan Tentang Sahabat

Hai sahabat 🙂
Kali ini, aku akan mengajak kalian, memutar memori, mencermati kembali, se-sosok yang selalu ada di samping kita masing-masing. Siapa lagi jika bukan sahabat kita sendiri. Dia yang selalu ada bersama kita, dengan apa adanya diri kita, sadarkah bahwa banyak hal menakjubkan yang ia lakukan selama berada di samping kita. Mari kita simak kepribadiannya 🙂

Sahabat membuat kita merasa dicintai seluruh dunia. Ia tidak merasa menertawakan sahabatnya adalah hal yang lucu.

Seorang sahabat membiarkan sahabatnya mencoba sepeda barunya.

Sahabat tidak bisa marah lama-lama pada diri kita.

Seorang sahabat, hanya karena ia tidak masuk tim, bukan berarti ia tidak ikut senang ketika sahabatnya masuk.

Seorang sahabat mau menemani ketika sahabatnya sedang dihukum orang tuanya.

Sahabat bisa mengerti diri kita –bahkan ketika kita sendiri tidak mengerti. Ia selalu tau apa yang perlu kita dengar, dan kapan kita tidak perlu mendengar apa-apa.Ia ingat kapan ia melakukan hal yang lebih bodoh daripada yang baru saja kita lakukan.

Read More »

Al Khowatir Al Qalb

Wabishah bin Ma’bad ra bertanya kepada Rasulullah saw tentang ‘kebaikan’. Rasulullah menjawab, “Istafti qalbak, mintalah fatwa kepada hatimu sendiri. Kebaikan adalah apa yang karenanya jiwa dan hati menjadi tentram. Dan dosa adalah apa yang mengusik jiwa dan meragukan hati, meskipun orang-orang memberikan fatwa kepadamu dan mereka membenarkannya.”
(HR. Ahmad dan Darimi)

Sahabat, mungkin kita sering mendengar perkataan ini
bahkan sering dinasehati akan ini
namun pertanyaannya,
sejernih apakah hati kita hingga ia bisa dimintai sebuah fatwa?
sebening apakah cermin hati kita hingga ia bisa digunakan untuk berkaca diri
tentang cacatnya (ketaatan) diri kita
tentang wajah (iman) yang kusam
tentang baju (taqwa) yang lusuh
dan tentang berjuta kisah (naik turunnya iman)
dalam kehidupan

jika begitu,
lalu masih berlakukah istafti qalbak?

Read More »