Stimulan agar anak mengenal dan menyukai matematika

_Cemilan rabu ke-1_
_Materi#6_

*Stimulan agar anak mengenal dan menyukai Matematika*

πŸƒ *Usia 2-4 Tahun* πŸƒ

🐣 Memisahkan benda-benda berdasarkan warna dengan menghitung
🐣 Membandingkan ukuran benda-benda/mainan bisa dilakukan seperti memancing ikan
🐣 Memilah benda berdasarkan ukurannya.
🐣 Permainan mencari benda-benda yang ada di sekitar rumah, berdasarkan warna atau bentuk. Atur letak benda ditempat yang menyenangkan dan mudah.
🐣 Mengklasifikasikan dan memilah benda-benda yang besar atau kecil.
🐣 Memasangkan benda yang sama warna/bentuk.
🐣Menyusun gambar berdasarkan ukuran melalui permainan garis.
🐣 Menuangkan air/makanan sesuai ukuran
🐣 Memilah dan mencocokkan biji-bijian
🐣 Mrngelompokkan benda-benda yang lucu, bisa dibuat sendiri.

πŸƒ *Usia 4-6 Tahun* πŸƒ

πŸ₯ Memilah kancing sesuai bentuk
πŸ₯ Membandingkan berat benda-benda yang ada di sekitar dirumah.
πŸ₯ Mengumpulkan benda-benda menarik seperti daun, bunga biji, ranting, rumput atau kelereng saat di taman /kebun. Selanjutnya dibuat grafik angka sederhana yang bernuansa lingkungan.
πŸ₯ Memahami waktu dan mengenalkan hari dalam kegiatan sehari-hari. Misal kalau si anak sudah sekolah, seragam ini dipakai di hari…., adik kalau berangkat sekokah jam…, seharusnya mandi jam…. Dan sebagainya.
πŸ₯ Permainan angka
Menghitung benda-benda yang ada di sekitar
πŸ₯ menggambar bentuk dengan bahan alami seperti ditanah kemudian mencari benda yang mirip dengan bentuk tersebut.
πŸ₯ Menulis angka atau huruf dipasir sambil bermain.
πŸ₯ Mempelajari geometri dengan cara yang menyenangkan misal dengan menggambar yang mudah dan sederhana dipasir atau tanah.
πŸ₯ Menimbang benda-benda disekitar, membedakan ringan dan berat.

πŸƒ *Usia 6-8 Tahun* πŸƒ

πŸ” Menggambar angka
πŸ” Mengukur benda
πŸ” Menimbang benda
πŸ” Permainan melempar dadu dengan keluarga misal ular tangga dan menyebutkan angka-angkanya.
πŸ” Permainan mencari angka seperti permainan mencari harta karun.
πŸ” Belajar bilangan genap dan ganjil dengan permainan, misal membuat kotak-kotak dilantai dan kita tuliskan angka kemudian lompat di bilangan ganjil atau genap.
πŸ” Melempar bola ke lubang sambil berhitung.

πŸƒ *Usia 8-10 Tahun* πŸƒ

🐦 Memperkirakan jarak yang ditempuh dan waktu yang diperlukan saat bepergian.
🐦 Mencocokkan waktu, bermain dengan jam dinding atau jam tangan atau jam yang dibuat sendiri.
🐦 Menjumlahkan benda-benda yang ada di sekitar.
🐦 Permainan angka jam dengan menggunakan dadu.

πŸƒ *Usia 10-12 Tahun* πŸƒ

🐧 Belajar menggunakan kalender dan menandai tanggal-tanggal yang penting.
🐧 Belajar menggunakan uang dengan membuat anggaran atau belanja.
🐧 Belajar perkalian dan kuadrat.

*Salam Ibu Profesional*
_Tim Fasilitator Bunda Sayang Batch #2_

Sumber :
Buku “Anakku penyejuk hatiku”
Penulis Dr. H. Irwan Prayitno, Psi, Msc.
Datuak Rajo Bandaro Basa

Advertisements

Materi Kelas Bunsay 6 : Menstimulus Matematika Logis Pada Anak

_Institut Ibu Profesional_
_Kelas Bunda Sayang sesi #6_

*MENSTIMULUS MATEMATIKA LOGIS PADA ANAK*

Semua anak lahir cerdas, masing-masing diberikan potensi dan keunikan yang menjadi jalan mereka untuk cerdas di bidangnya masing-masing. Dua macam kecerdasan dasar yang memicu munculnya kecerdasan yang lain adalah kecerdasan bahasa dan kecerdasan matematis logis. Dimana di dua kecerdasan ini banyak orangtua yang salah menstimulus, tidak paham tujuannya untuk apa, ingin anak-anaknya segera cepat menguasai dua hal tersebut, sehingga banyak diantara anak-anak BISA menguasai dua kecerdasan tersebut tetapi mereka TIDAK SUKA. Sebagaimana kita ketahui di materi sebelumnya bahwa

” *Membuat anak BISA itu mudah, membuatnya SUKA baru tantangan* ”

*MATEMATIKA LOGIS*

Pada dasarnya setiap anak dianugerahi kecerdasan matematika logis. Gardner mendefinisikan kecerdasan matematis logis sebagai _kemampuan penalaran ilmiah, perhitungan secara matematis, berpikir logis, penalaran induktif/deduktif, dan ketajaman pola-pola abstrak serta hubungan-hubungan_.

Dapat diartikan juga sebagai *_kemampuan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kebutuhan matematika sebagai solusinya_*

Menurut Gardner ada kaitan antara kecerdasan matematika logis dan kecerdasan bahasa. Pada kemampuan matematika, anak menganalisa atau menjabarkan alasan logis, serta kemampuan mengkonstruksi solusi dari persoalan yang timbul. Kecerdasan bahasa diperlukan untuk merunutkan dan menjabarkannya dalam bentuk bahasa.

*CIRI-CIRI ANAK DENGAN KECERDASAN MATEMATIKA LOGIS*

a. Anak gemar bereksplorasi untuk memenuhi rasa ingin tahunya seperti menjelajah setiap sudut

b. Mengamati benda-benda yang unik baginya

c. Hobi mengutak-atik benda serta melakukan uji coba

d. Sering bertanya tentang berbagai fenomena dan menuntut penjelasan logis dari tiap pertanyaan yang diajukan.

e. Suka mengklasifikasikan berbagai benda berdasarkan warna, ukuran, jenis dan lain-lain serta gemar berhitung

Yang sering salah kaprah di dunia pendidikan dan keluarga saat ini adalah buru-buru menstimulus matematika logis anak dengan cara memberikan pelajaran berhitung sejak dini. Padahal berhitung adalah bagian kecil dari sekian banyak stimulus yang harus kita berikan ke anak untuk merangsang kecerdasan matematika logisnya.Dan harus diawali dengan berbagai macam tahapan pijakan sebelumnya.

Yang perlu kita pelajari di Ibu Profesional adalah Bagaimana kita merangsang kecerdasan matematis logis anak sejak usia dini? Bagaimana kita menanamkan konsep matematis logis sejak dini? bukan buru-buru mengajarkan kemampuan berhitung ke anak.

*STIMULASI MATEMATIKA LOGIS DI SEKITAR KITA*

*Bermain Pasir*
Dengan bermain pasir anak sesungguhnya belajar estimasi dengan menuang atau menakar yang kelak semua itu ada dalam matematika.

*Bermain di Dapur*

a.Saat berada di dapur, kita bisa mengenalkan konsep klasifikasi dan pengelompokan yang berkaitan dengan konsep logika matematika, misalnya dengan cara anak diminta mengelompokkan sayuran berdasarkan warna.

b. Mengasah kemampuan berhitung dalam pengoperasian bilangan sederhana, misalnya ketika tiga buah apel dimakan satu buah maka sisanya berapa.

c. Membuat bentuk-bentuk geometri melalui potongan sayuran.

d. Membuat kue bersama, selain dapat menambah keakraban dan kehangatan keluarga, anak-anak juga dapat belajar matematika melalui kegiatan menimbang, menakar, menghitung waktu.

*Belajar di Meja Makan*
Saat dimeja makan pun kita bisa mengajarkan pembagian dengan bertanya pada anak, misalnya supaya kita sekeluarga kebagian semua, roti ini kita potong jadi berapa ya? Lalu bila roti sudah dipotong-potong, angkat satu bagian dan tanyakan seberapa bagiankah itu? Hal ini terkait dengan konsep pecahan.

*Belajar Memahami Kuantitas*

a. ketika melihat akuarium, tanyakan berapa jumlah ikan hias di akuarium tersebut?

b.Ketika duduk di depan ruma atau sedang jalan-jalan, tanyakan berapa jumlah sepeda motor yang lewat dalam jangka waktu 1 menit?

*Belajar mengenalkan konsep perbandingan, kecepatan, konsep panjang dan berat*

a. Menanyakan pada anak roti mana yang ukurannya lebih besar, roti bolu atau donat?

b. Mengenalkan dan menanyakan pada anak, mana yang lebih cepat, mobil atau motor?

c. Mengenalkan dan menanyakan ke anak mana yang lebih tinggi pohon kelapa atau pohon jambu?

d. Menanyakan ke anak mana yang lebih berat, tas kakak atau tas adik?

*Kegiatan di Luar Rumah*

a.Mengajak anak berbelanja
ketika kita mengajak anak berbelanja, libatkan ia dalam transaksi sehingga semakin melatih keterampilan pengoperasian seperti penjumlahan dan pengurangan.

b. Bisa juga dengan permainan toko-tokoan atau pasar-pasaran dengan teman-temannya.

c. Kita juga dapat memberikan anak mainan-mainan yang edukatif seperti balok-balok, tiruan bentuk-bentuk geometri dengan dihubungkan dengan benda-benda disekitar mereka Ada bentuk-bentuk geometri seperti segitiga, segiempat, lingkaran, persegi panjang dan lain-lain. Pengenalan bentuk geometri yang baik, akan membuat anak lebih memahami lingkungannya dengan baik. Saat melihat roda mobil misalnya anak akan tahu kalau bentuknya lingkaran, meja bentuknya segiempat, atap rumah segitiga dan sebagainya.

d. Permainan Tradisional
Permainan-permainan tradisional pun dapat merangsang dan meningkatkan kecerdasan matematis logis anak seperti permainan congklak atau dakon sebagai sarana belajar berhitung, permainan patil lele, permainan lompat tali, permainan engklek dll.

e.Belajar Memecahkan Masalah ( problem solving) melalui mainan
Menyusun lego atau bermain puzzle adalah cara agar anak berlatih menghadapi masalah, tetapi bukan masalah sebenarnya, melainkan sebuah permainan yang harus dikerjakan anak. Masalah yang mengasyikkan yang membuat anak tanpa sadar dilatih untuk memecahkan sebuah masalah. Hal ini akan memperkuat kemampuan anak keluar dari masalah. Misalnya ketika sedang menalikan sepatu, anak akan berusaha menggunakan seluruh kemampuannya untuk menyelesaikan hingga tuntas.

Dengan memberikan stimulus-stimulus tersebut diharapkan anak akan menyukai pelajaran matematika karena matematika ternyata ada disekitar mereka dan mereka mengetahui tujuan belajar matematika. Dengan model stimulus ini anak-anak akan paham makna kabataku (kali, bagi, tambah, kurang) sebagai sebuah proses alamiah sehari-hari, bukan deretan angka yang bikin pusing. Mereka jadi paham bahwa :

Menambah ➑ proses menggabungkan

Mengurangi ➑ proses memisahkan

Mengalikan ➑ proses menambah/menjumlahkan secara berulang.

Membagi ➑ proses mengurangi secara berulang.

Tentu hal ini harus didukung dengan pola pengajaran matematika di rumah dan di sekolah yang menyenangkan, kreatif, kontekstual, realistik, menekankan pada proses dan pemahaman anak dan problem solving (pemecahan masalah).

Kreatif dalam mengenalkan dan mengajarkan konsep matematika serta dengan berbagai macam permainan dan alat peraga yang menarik.

Dengan demikian matematika akan menjadi pelajaran yang menyenangkan dan ditunggu-tunggu.

_Salam Ibu Profesional_

/ _Tim Fasilitator Bunda Sayang_/

πŸ“šSumber bacaan:

_Hernowo, Menjadi Guru yang Mampu dan Mau Mengajar dengan Menyenangkan, MLC, 2005_

_Howard Gardner, Multiple Intelligence, Gramedia, 2000_

_Septi Peni Wulandani, Jarimatika, Mudah dan Menyenangkan, Kawan Pustaka, Agromedia, 2009_

Game Kelas Bunsay Level 5 : Family Reading Time – Day 10

Hari kesepuluh kami. Yaps, hari ini ada surprise. Paket pesanan wall sticker sudah sampai. Yeya! Kami bisa menjalankan project ini hari ini.

Ada beberapa wallsticker yang kami pesan: world map black version, house rules, pengukur tinggi badan giraffe, tree, transportation, dan alphabet. Sebelumnya sudh ada wolrd map animal version dan travelling yang sudhs ditempel di rumah.

Saya memang suka banget wallsticker ini karena ini mudah banget dan bagus kalo ditempel di rumah ‘kosongan’ kami. Langsung edukatif pula. Jadi hari ini proyeknya adalah memasang yang penting dulu.

Berdasarkan hasil diskusi dg Yaya, kami memutuskan yang ditempel dulu adl pengukur tinggi badan dan tree. Pengukur tinggi digunakan utk cek progres tinggi may, haha saya jarang bgt bs update growth chart nya may. Baru sabtu besok rencana mau ke posyandu komplek buat minta vit A dan timbang, hehehe.

Sedangkan tree akan digunakan sebagai latar home team framework kami. Berikut penampakan ngasal tempelannya, wkwk. Maafin kamera hape tidak mendukung, jadi kualitasnya seadanya.

Before

After *blur tapi πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Berasa banget nyusun yang tree ini, karena itu ranting dam dedaunannya benat2 harus disusun sendiri, ahahhahaa πŸ˜… Ya Allah keringetan.

Setelah ini, Bubu masih punya project untuk menempel apa-apa yang diperlukan di dinding framework tersebut. Doakan jadi yah!

Termasuk di dlmnya literasi yang sudah dibaca masing-masing anggota rumah.

Yaya, setelah ditanya Bubu, aktivitas beberapa hari ini adalah menyelesaikan paper utk dipresentasikan pekan depan, download jurnal-jurnal yang siap dibaca, menerukan baca buku Why Nation Fail.

Okay, gutlak everyone. May, thanks udah bantu bubu yaa mengerjakan proyek ini πŸ™‚

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

Game Kelas Bunsay Level 5 : Family Reading Time – Day 9

Waw waw waw, hari ke sembilaaaan

Fiuuuh.

Tidak terasa terakhir posting adalah 5 hari lalu, hiks, kemana aja neng?

Akhirnya dini hari ini bisa merenung bahwa challenge terbesar kelas IIP adalah mempublish pembelajaran. Kenapa? Karena saya bukan tipe yang dikit-dikit bisa cekrak-cekrek saat nemenin anak bereksperimen.

Sekarang saya coba nginget-inget apa saja yang sudsh dilakukan 5 hsri ke belakang.

Ahiya! Maryam get new book! Ini seperti pop-up book. Hadiah dari teman Bubu habis hunting BBW. Alhamdulillah, rizqi minallah πŸ˜‰

May seneng banget dapat hadiah ini, walo belom sempet difoto bukunya, *tuh kaan, kayaknya saya habis ini harus punya jadwal buat cekrek2 deh.

Saya ceritain aja yah. Bukunya temanya adala First Word about Home. Bentumnya rumah, yang bisa dibuka-buka. Setiap sisinya berisi ruangan dalam rumah beserta barang-barangnya, in english.

May senang sekali jika membaca itu. Saya mengenalkannya “Rumah Maryam”.

Says ketuk2, “assalamualaikum, maryam ada?”. May sangat antusias menyimak. Kemudian, perlahan, saya buka pintunya, dan mengenalkan satu per satu barang di masing-masing ruang. Ada playroom, kitchen, living room, bathroom, dan bedroom. Waw, amazing. Terimakasih yanh sudhs memberi gift buat maryam. She learn a lot today.

Dan tema beberapa hari pun bertambah, selain pengenalan kebiasaan mandiri, juga pengenalan barang.

Bagaimana dengan Bubu? Bubu sekarang lagi fokus perbaikin yaumiyah, jadi bacanya adl baca quran 😊 targetnya read quran everyday, seberapa banyak pun. Bubu bikin challenge dzikr morning-afternoon-beforesleep dan reading quran bareng ate-ate shalihah 🌻 sunflower team. Alhamdulillah berjlan lancaar.

Bagaimana dg Yaya? Yaya lagi banyak kunjungan dan ketemu orang. Beberapa hari kemarin, Yaya bertemu gurunya, sensei Edi Sukur, Pak Warsito, Bu Feny, ikut majelisnya Hanan Attaki juga, next day k3 kantor pusat IDE JETRO di Tokyo utk FGD, congrats ayah! Keep shining!

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

Game Kelas Bunsay Level 5 : Family Reading Time – Day 8

Hahaaaay, hari ke delapaan. Lihatlah penampakan iniii. Ini belum seberapa dari yang sebenarnya terjadi. May kalo udah excited sama buku, bye bye dah itu buku bisa ‘penuh kenangan’ alias ludes, robek, dan sebagainya. πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…

Gapapa koi Nak, Mommy prooud of you. 😘

Hari ini, paling asik adalah serial Halo Balita. Hari ini, karena juga adl jadwal may menemani Bubu ngisi ngaji, kami bawa bekel buku seperti biasa. Buku cilukba nya Rabbit Hole udah kaya apa daah. Dan kami bawa buku HB seri aku cantik pakai jilbab.

Bubu hari ini membaca tentang materi yg akan dibagi ke tante2 sholcan, yaitu tentang ma’rifatul quran, khususnya ttg bukti iman kepada quran dan efek kalau lupa quran. Jadi reminder buat diri sendiri, huhuhu.

Sepulang dsri pengajian, May istirahat sejenak lalu sudah asik kembai dg buku-buku nya. Alhamdulillah. Ibu dan teteh bergantuan membacakan cerita utk May. ☺

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

Game Kelas Bunsay Level 5 : Family Reading Time – Day 7

Bahagia paliiing paliiing bahagia adalah pagi ini. Ketika inda morning subuh, ada anak bayik bangun, pokpok emaknya lalu ngambil buku-buku ini. MasyaAllah, thanks Allah..

Ya, masih pagi May sudah se excited ini untuk baca bukunya sendiri. Seakan membaca dalam hati asik sendiri. Bolak balik lembar buku. MasyaAllah tabarakallah la haula wa laa quwwata illa billah.

Di menit yang lain, sambil seakan cerita sendiri, tunjuk-tunjuk. MasyaAllah, anak memang peniru ulung.

Hari ini tidak ada kabar dari progres baca Yaya, tetapi BuBu diskusi sama Yaya ttg ide pohon literasi dr walltsicker and approved, biar ga buluk. Karena bubu tidak suka kebulukan πŸ˜…πŸ˜…

Bubu melanjut membaca cahpter akhir kisah Ibunda Maryam, belum tuntas, namun Bubu nemu banyak hikmah. Seriring dengan bertambah usia pengalaman seseorang memang akan membentuk kedewasaan ketenangan yang luar biasa. Tingkat tawakkal kepada Allah, tingkat fokusnya Bunda Maryam sebagai hamba bener-bener bikin speechless. Belom bisa menarasikan kalau belum khatam iniii. Bismillah, target beberapa hari ini beres ya Buuu.

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

Game Kelas Bunsay Level 5 : Family Reading Time – Day 6

Yesterday night feels like nightmare for Bubu. It is like tantrum day for May. Beberapa hari terakhir May memang kacau jam tidurnya. Tidak tidur siang sehingga sore sangat lelah dan tidur, efeknya bangun malam dan begadang. May yg hanya minum breastmilk jika lelah dan ngantuk menjadi tidak bersahabat sama sekali jika nenennya lepas dari kenyotan. Bubu was really sad. Oh my girl..

Ini sudah hari yang ke sekian. Setiap kali May terbangun malam, Bubu pun kena efeknya, jadi melekan sepanjang malam. Dan kemarin adalah yg paling parah, sejak jam 9 malam hingga pagi ini Bubu tidak tidur. Bahkan sampai se sore Bubu tidak istirahat. Efeknya jadwal harian berantakan, hiks. No reading time. May bereksplorasi sesukanya. Bubu sudah sangat lelah karena sehariantidak tidur. Hiks. Belum selesai, malamnya terulang lagi, May tidak bisa tidur nyenyak, Bubu pun belum tuntas mengganti jam tidur dan duaar, tangis May pun pecah. Dia marah. Masih belum jelas kenapa. Sudah seharian ingin lekat dg Bubu saja. Malam pun Bubu ijin sholat, ia menangis sejadi2nya. 1 jam. Semula, Bubu butuh me time dulu, BuBu minya tolong teteh pegang May, dan Bubu sholat. Setelah itu tangis belum reda, Bubu peluk, tp May terlanjur marah. Tidak mau dg teteh.

Bubu mencoba menyampaikan ke May utk tidak seperti itu. May bisa kan menyampaika dg baik apa yg dirasakan. Tetapi may terlanjur terluka, jika ia bisa bicara sepertinya ia ingin mengungkapkan semuanya. Baiklah Nak, Bubu dengar. Jadi energi hari ini tuntas utk membayar kelelahan May.

Finally, May bisa tidur lagi jam 11 malam, bangun lagi jam 12 malam, dan tidak berapa lama istirahat kembali.

Akhirnya, today bubu fokus utk betulin jam tidur. Ada target tidur siang hari ini. Tanpa alokasi reading time sesungguhnya, May memang always read everyday.

Sedangkan Yaya me report aktivitas hari ini:

This afternoon, we attended a special lecture featuring Kristalina Georgieva, Chief Executive Officer of the World Bank.

She described four main reasons why extreme poverty was happening, such as conflicts, natural disasters, population growth, and bad governance. Afterwards, she also explained the World Bank’s actions to eredicate absolute poverty. At the end, she motivated us to be actively involved in resolving global issues, such us poverty alleviation. She also encouraged us to do something meaningful for people, with whathever we can do.

Thanks to Franklin Chidi Uzor, Sanjjav Samdangeleg, Takashi Hamabata, Yuto Hashimoto, and Mariko Tomita, for being together this afternoon. Have a good rest!

Bagi kami, family reading time bukan sekedar baca sendiri masing-masing, tapi step-step aktivitas mendengar-berbicara-menulis-berbagi adalah kaitan-kaitannya. Alhamdulillah project today done.

Sebagai penutup, Bubu dapet informasi bahwa Bubu keterima acara Youth Convention di Manila. Alhamdulillah yeya! Apakah Bubu akan datang? Simak cerita berikutnya ya!

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst