Game Kelas Bunsay Level 5 : Family Reading Time – Day 4

“Hari ini Ayah baca buku Why Nations Fail: The Origin of Power, Prosperity, and Poverty. Preface dan Chapter 1, So Close and Yet So Different.
Kisah dimulai dengan menggambarkan kondisi perbatasan yang bernama Nogales, sisi utara berada dalam wilayah Amerika Serikat (Arizona), sisi selatan berada dalam wilayah Meksiko (Sonora). Kondisi keduanya sangat berbeda, sisi utara sejahtera, sisi selatan miskin, padahal sebelahan pas.
Masalah kesejahteraan bukan soal ekonomi, tapi juga politik, dan interaksi ekonomi politik ini yang membentuk kelembagaan. Kelembagaan yang berbeda ini, membentuk insentif berbeda, menyebabkan perilaku berbeda, menentukan sejahtera atau miskinnya sebuah negara. Kelembagaan di Nogales Arizona kondusif untuk tumbuhnya ekonomi, sementara Nogales Sonora tidak. Demikian konsep dari Acemoglu dan Robinson, penulis buku.”

_ pesan masuk dari Yaya

Hari ini kami mengawali pekan dengan tepar, wkwk. πŸ˜‚πŸ˜‚

Setelah event milad May, kami serumah teler. Saya tidur dini hari. Jadi ketika Yaya tanya, what plan today? Saya jawab, take a rest, cooling down, πŸ˜…πŸ˜… parah banget.

Tetapi walau begitu, May tetap begitu semangat baca (read: bongkar bolak balik buku bacaannya). πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„

Buku serial Halo Balita jadi teman setia di daytime. Sedangkan teman setia bedtime adalah buku-buku kain, terutama mengenal huruf hijaiyah. May senang sekali buku ini. Saya mengira sepertinya dia ingat masa bayinya, *lah, skrg emang udah ga bayi? πŸ˜… Dulu, hampir setiap hari saya kenalin buku ini sambil bernyanyi, and she’s so excited. Setelah dia exploring everything, itu kayak ga menarik lagi. Lalu sekarang, tetiba itu menjadi sangat menyenangkan. Di dalamnya juga ada contoh hewan yg namanya diawali masing-masing huruf hijaiyah. Saya sejak dulu membuatnya menjadi 2 lagu. Lagu huruf, dan lagu mengenal nama-nama hewan dalam bahasa arab dan indonesia. Sekarang, ditambah lagi, plus suara atau ciri khas hewannya. Hahaha, lama-lama saya yg jd kayak hafalan bahasa arab, πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Senang sekaliii. Wait.. lalu, saya baca apa? So sorry, saya belum baca buku lagi, belom kepegang. Hiks, alesan. Kayaknya saya bakal niru emak-emak lain yaang beli wall sticker buat pohon literasi biar mangats bacanya. Okay, mari ngolshop! Lhoh πŸ˜†πŸ˜†

Sampai bertemu di next day challenge!

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

Advertisements

Games Kelas Bunsay Level 5 : Family Reading Time – Day 3

Bismillah..

Yeyay! Weekend vibes! 😁 Tetiba pagi-pagi dapet challenge dadakan utk ngadain syukuran milad 1st year nya baby May. Dag dug dag dug.

Setelah diskusi singkat sama Yaya nya May, okey, we’ll doing it. Langsung meluncur pesan-beli konsumsi, konfirmasi undangan bocah. Waow, sungguh hari yg padat tiba-tiba. Alhamdulillah everything well prepared.

Weekend ini adl milad May, kami memutuskan niatnya adl silaturrahim, membahagiakan keluarga dan berbagi dg tetangga. Sembari menyiapkan semua itu, daily activity tetap dijalankan. Pagi-pagi baby May udah ditemenin murottal pagi dan baca-bongkar buku2nya. Seperti biasa, motorik halus May berjalan sangat baik, walau memegang buku yg tipis, ia sdh mampu mengontrol buka lembar.

Sebelum acara milad, May menemani Bubu pengajian. Jadwal membaca Bubu pekan ini digantikan oleh tugas giliran pengajian yaitu membacakan beruta pekan ini. Dan Bubu menemukan beberapa informasi, yaitu ttg perkembangan Islam di Eropa, khususnya Spanyol, dan beberapa kabar terkini dalam negeri. Yang menarik adl ttg perjuangan muslim Spanyol dlm mendapatkan legalitas dan sertifikasi di beberapa hal, seperti pendidikan, dsb. Bubu berpikir ini info menarik dan penting disimak. Jika suatu hari May berkesempatan belajar di negeri minoritas muslim, Bubu jg harus mempertimbangkan bagaimana agar dapat berislam dg aman disana, tumbuh dg komunitas muslim, dan legal, yah legal itu penting.

Yaya weekend ini masih sibuk juga dengan tugas presentasinya. Deadline after deadline. πŸ˜… mangats Yah! Ayah sedang mempersiapkan presentasi tentang Indonesia utk sebuah sekolah di Jepang, waah senangnya, mempromosikan negara sendiri. Gutlak yah! #visitindonesia #eh

Akhirnya sore hari milad day pun berlangsung. Alhamdulillah terlaksana dg baik. May happy, bisa bobo pules malemnya. Semangat terus ya nak. It is not the end of journey, dear, it is just behin again.

Terimakasih sdh mau berbagi dg kakak2 hari ini ya nak πŸ˜πŸ˜™

My good girl, mommy love you :*

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

Games Kelas Bunsay Level 5 : Family Reading Time – Day 2

Bismillahirrahmanirrahiim..

Hari ini adl challenge ke 2 kami membaca. Setiap orang punya targt masing-masing. Saya mulai dari catatan membaca ala Ayah May πŸ™‚

“Ayah kemarin mulai membaca buku Economic Development: A Regional, Institutional, ad Historical Approach. Chapter I: Introduction to Economic Development (pp.3-9).
Pada bahasan Growth versus Development, dibahas mengenai konsep pertumbuhan ekonomi dan pembangunan ekonomi, dua konsep berbeda yang sering dianggap sama; kemudian berbagai indikator yang harus diperhatikan untuk memahami keduanya.
Berikutnya, semoga bisa malam ini, berlanjut ke bahasan History of Development Theory.
Ayah coba jadwalkan untuk rutin membaca buku-buku yang ada secara berkelanjutan. Targetnya dibaca habis di sini.
Oh iya, buku tersebut ditulis oleh R. Grabowski, S. Self, dan M.P. Shields. Terbit 2013.
Buku ini menarik karena memahami fenomena pembangunan ekonomi dengan pendekatan kewilayahan, kelembagaan, dan kewilayahan.
Biasanya spare waktu 1 jam sebelum tidur, hehe, sampai secapeknya.”

Hehe, menarik. Walo belum tuntas baca, ayah bersemangat sekali menjalani proyek ini.

Berikutnya saya. Saya beberapa waktu ini memang menuntaskan bacaan saya yaitu Biografi Maryam ibunda Isa. Biografi ini dikemas menjadi novel, dengan pendekatan tokoh ketiga. Menarik sekali, karena ini kedua kalinya saya membaca biografi Maryam dengan sumber-sumber yg berbeda. Amazing, novel best seller turki ini, gila banget menurut saya. Sibel Eraslan berhasil membius pembaca menjadi seperti duduk termenung membersamai Maryam sebagai tokoh utamanya, dan memunguti hikmah dari fase-fase yg dilaluinya.

Saya sengaja membaca ini agar saya mampu mengajari si kecil May tentang teladan namanya. Kini saya sampai pada chapter terakhir, setelah flashback sekian lama. Saya lipat halaman penting yang ingin saya resume nantinya. Oh May ku, sungguh, Bunda Maryam adl teladsn terbaik bagimu, nak.

May hari ini seperti biasa, pagi hari saya memanjakan telinganya dengan murottal sebagai teman bangun paginya. 1 hour murottal and/or dhizkr. Bangun, baca doa, buka pintu, hirup udara segar sembari mendengar kalam Allah, pagi yg indah bagi saya. Aktivitas lainnya hari ini adalah mendengarkan ceritanya babbling belum jelas. Selain itu juga menemaninya membongjar hampir separoh rak buku besar, dan membaca segala macam koleksinya. Ia seperti tau apa isi ceritanya. Sibuk sendiri, dan saya terus mengamati. Hari ini, kami (saya dan teteh yg menemani di rumah) bergiliran membaca nyaring sesekali sambil menemaninya asik membongkar.

Malam harinya, May minta dibacakan buku kain huruf hijaiyah. She’s really love it. Ada pengenalan nama hewan dalam bahasa arab di dalamnya. Saya juga mengenalkan suara-suara hewan itu. May sangat senang.

Semangat bertumbuh, dear May! Jangan patah arang.

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

Games Kelas Bunsay Level 5 : Family Reading Time – Day 1

πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ

Iqra! Bacalah! Perintah Tuhan pertama kali ini mengingatkan kita bahwa membaca merupakan sebuah proses penting dalam mengenal diri.

Membaca merupakan jembatan ilmu, makanan bagi otak, dan juga bisa melatih imajinasi. Serta banyak lagi manfaat dari membaca.

Yuk, jadikan diri kita teladan bagi anak dan keluarga!

🌴 *Jadilah teladan*
βœ… Jadwalkan _family reading time_, membacalah bersama anggota keluarga

βœ… Buatlah pohon literasi untuk masing-masing anggota keluarga, rimbunkan dengan judul buku yang telah dibaca

βœ… Diskusikan dengan anggota keluarga tentang buku yang telah dibaca, gunakan untuk menambah pengetahuan dan merekatkan hubungan dengan anggota keluarga lainnya

πŸ‘¨β€πŸ‘©β€πŸ‘§β€πŸ‘¦ *Bagi yang sudah memiliki anak*
πŸ“– Jadilah ibu teladan, membacalah bersama anak (sesuai dengan tahapan usia anak).
πŸ“· Dokumentasikan kegiatan membaca anda
πŸ“ Tempelkan judul buku yang telah dibaca pada pohon literasi

Jawaban:

Bismillahirrahmanirrahiim, aah akhirnya kelas bunsay mulai lagii πŸ™‚

Ada banyak code of conduct baru di cawu baru ini, bismillah, smoga juga lebih semngat menjalaninya, yeay!

Kali ini, kami mendapat tantangan Membaca. Yaps, pelajaran membaca, terasa dekata sekali dg kebiasaan keluarga kami. Saya langsung bersemangat melakukan 2 hal, membagi materi dg Yaya nya May, yang seringkali dipanggil “Atah” sama May. Dan saya juga bertanya referensi ide membaca bersama anak bayi under 1 year.

Alhamdulillah, we got inspiration! πŸ™‚

Bulan ini, saya bersyukur sekali akhirnya bisa membelikan May buku2 baru cukup banyak, dan buku legend, hahaha. Legend krn hampir anak bayi jaman now punya, apalagi kalo bulan Halo Balita. Dari sekian macam buku mahal yg ada, ini yg paling priority utk dipilih pertama berdasar testimoni yang sudah ada. Saya juga mulai nyicil membeli buku tipis2 singkat cerita tapi kaya eksplorasi utk May, biar ga terasa ngos-ngosannya investasi otak ini 😁😁

Saya sendiri, bulan ini nemu buku-buku baru lagi, terutama ttg pendidikan anak. Saya tidak lupa juga ada beberapa buku yg belom sempet kesentuh kemarin2, barangkali skrg bisa jadi Bulan Membaca dg menuntaskan semuanya. Berharap bisa nabung utk membeli rak juga ini utk menampung buku-buku yg sudah berserakan πŸ™ˆπŸ™ˆ

Di awal project ini, saya yg sedang LDM dg Yayanya May, antara Indonesia dan Jepang, kami seperti biasa diskusi online. Yaya memilih sendiri buku-buku dan jurnal yang akan dibaca, hehe. Yaya lagi banyak tugas kampus, mangatss yah trainingnya! πŸ˜™

Jadi, di awal, kami menentukan dulu buku-buku apa yg bisa dieksplorasi utk dibaca di bulan ini. Besok semoga saya bisa membuat pohon literasinya itk menempel progres.

Sebagai catatan, untuk May, target yg diberikan sebenarnya belum sampai step membaca. Pada usia bayi, yg harus diasah kepada May adl sense of listening and speaking. Listening first, lalu speaking, jadi saya lebih banyak punya PR mendengarkan segala hal kepada may dg benar dan mudah dicerna. Mudah dicerna artinya ada feedback pemahaman dr May. Berikutnya, speaking, May juga sedang senang berbicara walau belum jelas. Jadi saya akan belajar menjadi pendengar yg baik baginya 😊

Mari semangat!

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ

Materi Kelas Bunsay 5 : Menstimulasi Anak Suka Membaca

Institut Ibu Profesional, Kelas Bunda Sayang, Materi ke #5

MENSTIMULASI ANAK SUKA MEMBACA

πŸ”ΈπŸ”ΉπŸ”ΈπŸ”ΉπŸ”ΈπŸ”ΉπŸ”ΈπŸ”Ή

Mari kita mulai dengan bermain peran terlebih dahulu. Bayangkan kita adalah seorang dewasa dengan bahasa yang kita gunakan sehari-hari adalah bahasa Indonesia, belum pernah mengetahui bahasa mandarin kemudian tiba-tiba kita diberi Koran berbahasa mandarin dengan tulisan mandarin semua. Apa yang kebayang di benak kita semua?

Pusing? Tidak tahu maksudnya? Lalu kita hanya melihat-lihat gambarnya saja?

Hal tersebut akan sama halnya dengan anak-anak`yang belum dibiasakan mendengarkan berbagai dialog bahasa ibunya, belum belajar berbicara bahasa ibunya dengan baik, tiba-tiba dihadapkan dengan berbagai cara belajar membaca bahasa ibunya tersebut yang berisi dengan deretan-deretan huruf yang masih asing di benak anak, diminta untuk mengulang-ngulangnya terus menerus dengan harapan anak bisa cepat membaca.

πŸ’ *KETRAMPILAN BERBAHASA*

Sebelum lebih jauh membahas tentang teknik menstimulasi anak membaca kita perlu memahami terlebih dahulu tahapan-tahapan yang perlu dilalui anak-anak dalam meningkatkan ketrampilan berbahasanya.

*Tahapan tersebut adalah sebagai berikut :*

a. Keterampilan mendengarkan ( _listening skills_ )

b. Ketrampilan Berbicara ( _speaking skills_ )

c. Ketrampilan Membaca ( _reading skills_ )

d. Ketrampilan Menulis ( _writing skills_ )

Keempat tahapan tersebut di atas harus dilalui terlebih dahulu secara matang oleh anak. Sehingga anak yang BISA MENDENGARKAN (Menyimak) komunikasi orang dewasa di sekitarnya dengan baik, pasti BISA BERBICARA dengan baik, selama organ pendengaran dan organ pengecapnya berfungsi dengan baik.

Mendengarkan dan berbicara adalah tahap yang sering dilewatkan orangtua dalam menstimulasi anak-anaknya agar suka membaca. Sehingga hal ini mengakibatkan anak yang BISA MEMBACA, belum tentu terampil mendengarkan dan berbicara dengan baik dalam kehidupan sehari-harinya. Padahal dua hal ketrampilan di atas sangatlah penting.

Banyak orang dewasa yang menggegas anaknya untuk bisa cepat-cepat membaca, padahal Anak yang BISA BERBICARA dengan baik, pasti akan BISA MEMBACA dengan baik, tetapi banyak yang mengesampingkan 2 tahap sebelumnya.

Pertanyaan selanjutnya mengapa banyak anak bisa membaca tetapi sangat sedikit yang menghasilkan karya dalam bentuk tulisan, bahkan diantara kita orang dewasapun sangat susah menuangkan gagasan-gagasan kita, apa yang kita baca, kita pelajari dalam bentuk tulisan?

Padahal kalau melihat tahapan di atas anak yang BISA MEMBACA dengan baik pasti akan BISA MENULIS dengan baik.

Mengapa? Karena selama ini anak-anak kita hanya distimulus untuk BISA membaca tidak SUKA MEMBACA. Sehingga banyak diantara kita BISA MENULIS huruf ( melek huruf) tetapi tidak bisa menghasilkan karya dalam bentuk tulisan (MENULIS KARYA)

Terbukti berdasarkan survey UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia baru 0,001 persen. Artinya dalam seribu masayarakat hanya ada satu masayarakat yang memiliki minat baca. Berdasarkan studi “Most Littered Nation In the World” yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016 lalu, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca.

Padahal program membaca ini tidak hanya digencarkan oleh pemerintah dalam program literasinya, melainkan juga sudah diperintahkan di dalam salah satu kitab suci agama yang sebagaian besar dianut oleh bangsa Indonesia. Disana tertulis IQRA’ (bacalah), perintah membaca adalah perintah pertama sebelum perintah yang lain turun.

Mengapa kita perlu membaca? Biasanya jawabannya klise yang muncul adalah agar kita bisa menambah wawasan kita, bisa membuka cakrawala dunia dll. Jawaban di atas baik, tapi ada yang kita lupakan tentang tujuan membaca ini yang jauh lebih penting, yaitu agar anak-anak kita lebih mengenal pencipta nya, karena membaca akan lebih membuat anak-anak mengenal β€œsiapakah dirinya”, maka disitulah dia mengenal siapa Tuhannya.

_MENSTIMULASI ANAK SUKA MEMBACA_

Sekarang kita akan belajar *bagaimana tahapan-tahapan agar anak-anak kita SUKA MEMBACA tidak hanya sekedar BISA. Agar ke depannya mereka SUKA MENULIS.*

Kita akan memulai dengan berbagai tahap ketrampilan Berbahasa.

πŸ’ *TAHAP MENDENGARKAN*

a. Sering-seringlah berkomunikasi dengan anak, baik saat mereka di dalam kandungan, saat mereka belum bisa berbicara dan saat mereka sudah mulai mengeluarkan kata-kata dari mulut kecilnya.

b. Buatlah berbagai forum keluarga untuk memperbanyak kesempatan anak mendengarkan berbagai ragam komunikasi orang dewasa di sekitarnya.

c. Setelkan berbagai lagu anak, cerita anak yang bisa melatih ketrampilan mendengar mereka.

d. Bacakan buku-buku anak dengan suara yang keras agar anak – anak bisa melihat gambar dan telinganya bekerja untuk mendengarkan maksud gambar tersebut.

e. Sering-seringlah mendongeng/membacakan buku sebelum anak-anak tidur. Jangan pernah capek, meski anak meminta kita mendongeng/membaca buku yang sama sampai puluhan kali. Begitulah cara menyimak,

πŸ’ *TAHAP BERBICARA*

a. Di tahap ini anak belajar berbicara, kita sebagai orang dewasa belajar mendengarkan. Investasikan waktu kita sebanyak mungkin untuk mendengarkan SUARA ANAK

b. Jadilah pendengar yang baik, disaat anak-anak ingin membacakan buku untuk kita, dengan cara mengarang cerita berdasarkan gambar, apresiasi mereka.

c. Jadilah murid yang baik, disaat anak-anak kita ingin menjadi guru bagi kita, dengan cara membuat simulasi kelas, dan dia menjadi guru kecil di depan.

d. Ajaklah anak-anak bersilaturahim sesering mungkin, bertemu teman sebayanya dan orang lain yang di atas usianya bahkan di bawah usianya untuk mengasah ketrampilan mendengar dan berbicaranya.

πŸ’ *TAHAP MEMBACA*

a. Tempelkan tulisan-tulisan dan gambar-gambar yang jelas dan besar di sekitar rumah, terutama tempat-tempat yang sering di singgahi anak-anak

b. Tempelkan tulisan/kata pada benda-benda yang ada, misalnya, tempelkan kata- β€œtelevisi” pada pesawat televisi

c. Buatlah acara membaca bersama yang seru, misalnya perpustakaan di bawah meja makan

d. Sekali waktu, ajaklah anak-anak ke pangkalan buku-buku bekas, pameran buku dan toko buku

e. Siapkan alat perekam dan rekamlah suara anak kita yang sedang membaca buku

f. Biasakanlah surat-menyurat dengan anak di rumah. Misalnya, dengan menempelkan pesan-pesan di kulkas atau buatlah parsi (papan ekspresi) di rumah

g. Dorong dan ajak anak kita untuk membaca apapun label-label pada kemasan makanan, papan reklame dan masih banyak lagi

h. Berikan buku-buku berilustrasi tanpa teks. Warna mencolok dan menarik akan merangsang minat untuk membaca, sekaligus membangkitkan rasa ingiin tahunya. Selanjutnya berikan buku full teks dengan ukuran huruf yang besar-besar.

i. Komik juga menarik sebagai pemancing rasa ingin tahu dan gairah membaca anak (tentunya perlu selektif dalam memilih komik yang tepat)

j. Ajaklah anak bertemu dengan pengarang buku, ilustrator, komikus, penjual buku, bahkan penerbit buku

k. Dukung hobi anak kita dan sangkut pautkan dengan buku. Misalnya, buku tentang perangko untuk anak yang hobi mengkoleksi perangko, buku cerita tentang boneka untuk anak yang suka boneka dan sebagainya

l. Budaya baca bisa ditumbuhkan dari ruang keluarga yang serba ada. Ada buku-buku yang mudah diambil anak, ada mainan anak, ada karya-karya anak dalam satu ruangan tersebut.

m. Ajaklah anak untuk memilih bukunya sendiri, tapi tentunya dibawah bimbingan kita agar tidak salah pilih

n. Contohkan kebiasaan membaca dan mengkoleksi buku dengan sungguh-sungguh dan konsisten

o. Buatlah pohon literasi keluarga, dengan cara masing-masing anggota keluarga memiliki pohon dengan gambar batang dan ranting, tempelkan di dinding. Siapkanlah daun-daunan dari kertas sebanyak mungkin, setiap kali anak-anak selesai membaca, tuliskan judul buku dan pengarangnya di daun tersebut, kemudian tempelkan di pohon dengan nama anak tersebut. Cara ini bisa untuk melihat seberapa besar minat baca masing-masing anggota keluarga kita, hanya dengan melihat seberapa rimbun daun-daunan di pohon masing-masing.

πŸ’ *TAHAP MENULIS*

a. Siapkan satu bidang tembok di rumah kita, tempelkan kertas flipchart besar disana dan ijinkan anak-anak untuk menuangkan gagasannya dalam bentuk tulisan atau coretan.

b. Berilah kesempatan dan dorong anak kita untuk menulis apapun yang dia lihat, dengar, pegang dan lain-lain

c. Siapkan buku diary keluarga, masing-masing anggota keluarga boleh menuliskan perasaaannya di buku diary tersebut, sehingga akan membentuk rangkaian cerita keluarga yang kadang nggak nyambung tapi seru untuk dibaca bersama.

d. Buat buku jurnal/ buku rasa ingin tahu anak dari kertas bekas, ijinkan setiap hari anak menuliskan apa yang dia alami apa yang memunculkan rasa ingin tahunya di dalam buku tersebut.

e. Hiraukanlah tanda baca, huruf besar, huruf kecil dll, saat anak-anak mulai belajar menulis. Biarkanlah anak merdeka menuangkan isi pikirannya, hasil bacaannya, tanpa terhenti berbagai kaedah –kaedah menulis yang harus mereka pahami. Setelah anak-anak lancar menulis baru setahap demi setahap ajarkanlah berbagai macam kaedah ini.

Salam Ibu Profesional,

/Tim Fasilitator Bunda Sayang /

Sumber Bacaan :

Kontributor Anatalogi Bunda Sayang, Institut Ibu Profesional, Bunda Sayang, Gaza Press, 2014

Pengalaman Bunda Septi dalam mengembangkan ketrampilan berbahasa di keluarganya, Wawancara, Kelas Bunda Sayang, Institut Ibu Profesional, 2017

Andi Yudha Asfandiyar. Creative Parenting Today : Cara praktis memicu dan memacu kreatifitas anak melalui pola asuh kreatif. Bandung: Kaifa. 2012

http://www.supernanny.co.uk/Advice/-/Learning-and-Education/-/4-to-13-years/Help.-My-child-doesn’t-like-reading.aspx