Game Kelas Bunsay Level 1 Komunikasi Produktif – Day 10

Latihan komprod hari ini:

– dengan May : mengatakan yg diinginkanl dg intonasi yg ramah dan rendah, mengenalkan May pd lingkunga baru dan orang2 baru, mengapresiasi prestasi belajar

– dengan suami : clear and clarify, berterimakasih atas segala dukungan, 7-38-55, eye contact

✅ Hal menarik apa saja yang anda dapatkan ketika mempraktikkan poin tersebut dalam komunikasi sehari-hari bersama keluarga?

Mission home team accomplished.  Tim komplit dan manfaat bagi publik.
✅ Perubahan apa yang anda buat hari ini dalam berkomunikasi?

Lebih terkontrol, lebih bijak, lebih fokusl dan produktif

#level1

#day10

#tantangan10 hari

#komunikasiproduktif

#kuliahbunsayiip 

Game Kelas Bunsay Level 1 Komunikasi Produktif – Day 9

Kompord hari ini 

– kepada May: menyampaikan yg diinginkan, apresiasi, observasi

-kepada suami: choosing the righy time, i am responsible for my communication result

Momen: harus rapat di luar rumah sampai malam, malanya berbincang ttg plan dan evaluasi home team

✅ Hal menarik apa saja yang anda dapatkan ketika mempraktikkan poin tersebut dalam komunikasi sehari-hari bersama keluarga?

di tengah anak yang asik belajar eksplorasi diri dan lingkungan, komprod menjadi modal yg sangat signifikan membantu perkembangan nya. Dan komunikasi yg tidak produktif mempengaruhi mood anak juga.
✅ Perubahan apa yang anda buat hari ini dalam berkomunikasi?

lebih positif, lebih semangat,  lebih curious dg pertumbuhan anak

#level1

#day9

#tantangan10 hari

#komunikasiproduktif

#kuliahbunsayiip 

Game Kelas Bunsay Level 1 Komunikasi Produktif – Day 8

Latepost. Huks. Istiqomah posting emang jadi PR tersendiri.

dan nyoba nginget-inget, hari ke-8 kemaren belajar apa yah…

Hari ke-8 yang jelas saya dan May di rumah, ngga kemana-mana. Ahh iya, saya ingat. Ini adl hari teparnya May. May minta bobo dr pagi sampai sore . 😁 Saya yakin dia sangat kelelahan. Ditambah dia hari besok masih harus pergi-pergi lagi. 

Akhirnya, praktek komprod nya ya semampunya saja. As usual. Menyampaikan apa yg diinginkan, mengapresiasi dg penuh setiap prestasi belajar May. Sedangkan dengan Yayanya, di malam hari, kami choosing right time untuk ngobrolin plan mudik dan beberapa jadwal tambahan. Alhamdulillah,  done.

✅ Hal menarik apa saja yang anda dapatkan ketika mempraktikkan poin tersebut dalam komunikasi sehari-hari bersama keluarga?

Walaupun May masih bayik banget, tetapi saya selalu mengamati pendengaran May yang tajam. Dia selalu menatap dan mendengar dg seksama apa yg saya sampaikan, baik itu ucapan dg volume normal maupun bisikan. May sangat suka dinasihati dg dipeluk dan dibisiki, May tidak suka bicara kencang, persis seperti Yayanya. What a happy mother i am, dear May..

✅ Perubahan apa yang anda buat hari ini dalam berkomunikasi?

Menjadi terbiasa berkomunikasi aktif dan interaktif. Jadi, kalau ngga ads feedback jadk alert buat nagih feedbacknya. Mengkonfirmasi apakah pesan diterima dg baik.

#level1
#day8

#tantangan10hari

#komunikasiproduktif

#kuliahbunsayiip 

Game Kelas Bunsay Level 1 Komunikasi Produktif – Day 7

Hari ini, diawali dengan kondisi fisik yang cukup tepar. Huks. Ternyatah bolak balik ke Jakarta beberapa hari ini dg gembol bocah lumayan yah. 

Poin komprod hari ini adl mengapresiasi May yang membantu menemani menyetrika. Dan masyaAllah, May menikmati uyel2 tumpukan baju, hahaha. Setrikaan beres, mamak senang, anak senang.

Dengan suami, poin komprodnya adalah 7-38-55. Kami bukber diluar hari ini. Dan mampir-mampir, walo ga beli apa2. Wkwk. Bahagia itu sederhana. Berbagi cerita ini itu dan menghadirkan diri penuh dalam home team. Walo pulang jam 10 malem, capek, tapi hati bahagia.

✅ Hal menarik apa saja yang anda dapatkan ketika mempraktikkan poin tersebut dalam komunikasi sehari-hari bersama?

Suami berterimakasih, dan May tertawa riang

✅ Perubahan apa yang anda buat hari ini dalam berkomunikasi?

Mengutamakan kebutuhan orang lain, melapangkan hati, meredam keinginan.
#level1

#day7

#tantangan10hari

#komunikasiproduktif

#kuliahbunsayiip 

Game Kelas Bunsay Level 1 Komunikasi Produktif – Day 6

Bismillah, late post latihan komprod selasa kemarin. MasyaAllah mendekati akhir Ramadhan jadwal semakin padat, dan selasa kemarin home team kami harus membagi tugas serta pergi bersama sampai larut malam. Saya menulis dengan setting hari selasa ya, jadi ngga menceritakan masa lalu.

Sejak pagi kami berkoordinasi tentang jadwal hari ini. Karena prioritas May bisa istirahat dg nyenyak, efek saya sedang sakit juga, saya mengesampingkan dulu agenda publik. Hari ini harus mengisi kajian online, mengirim barang banyak banget ke ekspedisi, dan ke Jakarta hingga ifthar. 

Sangat takjub kepada Allah, May mengerti kondisi ini. Hujan-hujanan di jalan. Pulang larut malam. 

Pembelajaran hari ini dalam komprpd adl apresiasi thdp kerjasama May, dan momen perjalanan home team yg jadi couple time sama Yaya. Kami banyak mendiskusikan problem2 yang happening di ranah kontribusi kami. Alhamdulillah.

✅ Hal menarik apa saja yang anda dapatkan ketika mempraktikkan poin tersebut dalam komunikasi sehari-hari bersama keluarga?

Alhamdulillah miskomunikasi semakin minimal

✅ Perubahan apa yang anda buat hari ini dalam berkomunikasi?

Husnudzan billah. 
#level1

#day6

#tantangan10hari

#komunikasiproduktif

#kuliahbunsayiip 

Game Kelas Bunsay Level 1 Komunikasi Produktif – Day 5

aah, hari ke lima. Ini di post sudah hari ke enam, 28 menit yg lalu. Wkwk. Sudahlah. Saya tak mengejar pemberian badge. Saya belum maqamnya.

Hari kelima ini saya dan May duduk manis di rumah melakukan rutinitas. Yang menarik hari ini ada 2 surprise. 

Surprise menyenangkan adl paket baju ghazia dataaang. Ahahaaaay. Cantik. Saya post disini ya preview ngasalnya, biar ada kenang-kenangan.

Namanya juga ngasal, jangan ngarep fotonya bagus, haghag. Surprise ini membuat saya melakukan kerjasama dg May utk packing. May sangat excited saat paket ini datang. Penasaran. Begitulah bocah, dia mengamati detil bagaimana saya membongkar paket dan taraaa, ada pedagang baru cilik, May yang siap ngubrak-abrik plastik baju. Lucuuuu. Instingnya bocah ini jalan banget yah. Kayak langsung bakat dagang. 

May menikmati proses ini. Masih sama, mengatakan yg diinginkan jadi poin komprod kali ini. 

Surprise kedua adalah ketika saya dilanda sembelit setengah hari, bahkan sampai skrg, T.T

Yang saya lakukan adl memohon pengertian May, karena saya harus beberapa kali dan berlama-lama di kamar mandi. Sembelit ini adl efek kurang makan dan kurang makanan berserat. BB ud 46 kg, mak, hiks, Yayanya May udah protes minta dinaikin. Alhamdulillah May justru seperti menyemangati saya. Dia bubbling ini itu, tertawa main sendiri, dan ketika saya keluar dr kamar mandi dengan kesakitan, dia memandang saya dg tatapan yang dalam, seakan menghibur, “Bu, ibu gapapa?”

Terimakasih ya Nak. 

Dengan Yaya nya May hari ini lebih pada saling memberi informasi ttg plan harian dan plan bbrp bulan ke depan. Ahh, juga ngiklan rumah orangtua kami yang dijual. Haha, doakan laku ya, biar bisa buat ibadah. Malamnya kami sempt ngobrolin banyak hal juga, karena saya sedang sakit, dan nitip Yaya utk dibelikan obat, tapi blm diapa2in obatnya. Obatnya adl perhatian Yaya, hahaha. Eye contact, choose the right time berjalan dg baik hari ini. Yey!

✅ Hal menarik apa saja yang anda dapatkan ketika mempraktikkan poin tersebut dalam komunikasi sehari-hari bersama keluarga?

Hmm, apa ya pelajaran baru hari ini. Setiap anak walo seusia bayi pun memiliki perasaan dan nalar, tinggal gimana cara kita nemu cara yg bener komunikasi dg mereka. 

Tentang pasangan… saya menyadari betul bahwa betapa Yaya menyayangi saya, alhamdulillah, dan membantu tugas-tugas saya di rumah, love you, Yah!

✅ Perubahan apa yang anda buat hari ini dalam berkomunikasi?

Berusaha lebih tenang dg ujian sakit dan tetap menjadi malaikat bagi anak. Mimik verbal diperbaiki di hadapan anak walau kondisi fisik sedang sakit, agar anak tidak ikut gelisah.
#level1

#day5

#tantangan10hari

#komunikasiproduktif

#kuliahbunsayiip 

Game Kelas Bunsay Level 1 Komunikasi Produktif – Day 4

Bismillah, akhirnya bisa menulis lagim walaupun latepost. 

Di hari keempat kemarin, saya memiliki agenda full di luar rumah. Oleh karena itu, sejak pagi sudah mengafirmais babyMay utk siap beraktivitas bersama kami. Karena pergi sekeluarga maka otomatis ko prod kali ini juga merupakan project kontribusi jilid ke sekian bagi home team kami. 

Pagi-pagi, saya dan Yaya-nya May berdiskusi tentang bagaimana akomodasi kami ke tempat tujuan. Clear and clarify adalah poin penting dalam komprod kali ini. Tantangan yang kami hadapi adl jarak ke lokasi yg cukup jauh, budget terbatas, dan informasi yg kurang jelas menjadi fokus pembahasan kami. Yaya yang tipenya simple jelas terstruktur mengkonfirmasi kembali ke saya bagaimana plan nya hari ini. Kami cukup lama berdikusi dan menimbang pilihan. Karena membawa May ke lokasi yg cukup jauh dg medan ibukota memiliki beberapa resiko-resiko. Tapi bismillah bi idznillah kami memilih moda transportasi yang bisa kami kontrol kondisinya sendiri: kuda beroda dua. 

Ini adl pengalaman baru bagi May, sejauh 23 km. Alhamdulillah dg afirmasi yg positif, fokus membahas yg diinginkan, kebutuhan May tersiapkan dg baik, dan skenario Allah mengubah lokasi project kontribusi di masjid membuat May lebih mudah beraktivitas. Hari ini May juga berkenalan dengan banyak orang. Setiap kali bertemu orang baru, atau aktivitas baru selang beberapa menit atau jam, saya selalu menjelaskan kepadanya apa yang sedang dia lakukan, siapa yang ia temui, dimana dia, dan sebagainya. Alhamdulillah sekali lagi, cara ini membuat May merasa lebih familiar. Karena lokasi di masjid, entah kenapa masjid menjadi tempat favorit bagi May. Semoga upaya pembiasaan kami mengenalkan dan mendekatkan nya pada aktivitas seperti ini membuat May mencintai masjid. May menjadi lbh tenangm bisa tidur nyenyak, mam kenyang, bermain riang.

Sepulang darisana, saya memilih moda lain, KRL. Qadarallah, ada seorang relawan yang membantu kami, menemani kami pulang sampai ke Depok. Kata Yaya, Depok hujan deras. Dan betul sekali, sampai di Depok, May disambut angin kencang yang membawa bulir-bulir air. Ini kesempatan bagi saya untuk mengenalkannya tentang hujan dan waktu ijabah unuk berdoa. Bukan pertama kali May berinteraksi dengan hujan, tetapi ini yang paling intens dan lebat. Hampir 45 menit hujan semakin kencang, stasiun semakin penuh, May mulai mengantuk dan haus, udara tidak kondisional karena pengap. Akhirnya, saya dan Yaya memutuskan, kami tunggu hujan reda sedikit, kami harus membawa pulang May dg jas hujan yg ada. 

Ada kekhawatiran May akan kenapa2 jika ada disana, ataupun jika kami terpaksa hujan2an dengan kondisi jalan banjir, macet, gang sempit stasiun yabg dipenuhi mobil yang memaksa masuk. Tidak ada kekuatan kecuali dari Allah. Itu yang bisa saya sampaikan sebagai Bubunya May. Minta tolong sama Allah. Kami bersiap lengkap, sudah naik ke motor, tak menghiraukan bagaimana orang-orang melihat kami membawa bayi hujan-hujanan. Dan tantangan tiba. Stuck. Mobil Fortuner berpapasan dg sejenis Avanza di gang sekecil itu, segalanya berhenti. Hampir tdk cukup. Di belakang masih ada sejenis Mobilio. Kami diantaranya, basah kuyup. Detik demi detik rasanya lama sekali. Saya mengafirmasi May utk tenang dan kita minta tolong sama Allah utk jaga kita, agar kita selamat sampai rumah. Alhamdulillah prtolongan datang. Ada yang menunjukkan gang kecil selebar motor yang bisa dilewati. Kami pun menuju kesana, melewati kecilnya. Ini tidaak mudah, tetapi ini yang harus di tempuh. Sampai akhirny tembus ke jalan raya, melewati derasanya hujan dan banjirnya jalanan komplek berbukit kami. Akhirnya, kami sampai r7mah dg basah kuyup. May disiapkan mandi, dan bi idz nillah May enjoy dan bermain lagi di rumah. MasyaAllah, laa quwwata illa billaah.

​✅ Hal menarik apa saja yang anda dapatkan ketika mempraktikkan poin tersebut dalam komunikasi sehari-hari bersama keluarga?

Kesepahaman. Ini adl buah yang dipetik dari komprod yang kami lakukan. Dan kesepahaman itu menguatkan langkah, menyatukan pikiran, mengelorakan semangat, seperti apapun kondisi yang dihadapil

✅ Perubahan apa yang anda buat hari ini dalam berkomunikasi?

Melibatkan penuh partner bicara bukan hanya sebagai penerima pesan tetapi juga sebagai penyampai pesan yang harus saya pahami kebutuhannya.
#level1

#day4

#tantangan10 hari

#komunikasiproduktif

#kuliahbunsayiip 

Game Kelas Bunsay Level 1 Komunikasi Produktif – Day 3

Hari ini pagi-pagi saya sudah ditodong suami, “Mana 7-38-55?”.  Rasanya pengingat seperti itu menjadi evaluasi tersendiri, bahwa saya masih belum lulus uji lancar menggunakan metode ini dalam komprod. Kira-kira apa yang bikin komunikasi bagian ini jadi ngga banget? Yes, dan jawabannya emang: hape. Saya masih inget dulu juga sempet ditegurin ade kosan tercintah *uhuy* tentang ini. Ngomong sambil mantau hape. Wkwk. Nyebelin bgt yah. Sampai detik jni masih agak susah ngandangin waktu buat gadget krn banyaknya urusan yg harus diselesaikam dlm satu genggaman ini. 

Tetapi untuk komprod pasangan ini tentu saya tidak menyerah. Hari ini kami tidak banyak momen bicara, sehingga quality pembicaraan yang lebih ditekankan. Agenda padat dari pagi sampai petang membuat saya teler walaupun ga puasa Ramadhan. Saya melobi suami untuk membantu menghandle Maryam untuk weekend ini, dan seperti biasa beliau tidak keberatan (selama cara saya meminta benar). Menggunakan eye contact, menghadp penuh kepadanya, clear and clarify adl tips yang saya pakai hari ini. 

Saya menyampaikan jadwal-jadwal yang harus saya penuhi dan apa yg perlu utk dibantu. Mencoba tidak berbelit-belit, to the point pada yang dimaksud. Alhamdulillah, it works. Di malam hari pun, saat ada right time utk menyampaikan pesan yg lama saya pendam *halah* bilang aja couole time, wkwk, alhamdulillah respon ini super +++. Haha, istri bahagia.

Sedangkan komprod dengan babymay hari ini lebih pada poin “jelas memberikan pujian/kritikan” yakni ketika babymay masih semangat terus belajar merangkak dan semangat menciba tekstur menu baru (naik tekstur). Hari ini saya juga melakukan afirmasi pada babymay bahwa kami akan padat agenda. Alhamdulillah, seperti biasa, babymay sangat excited setiap kali saya betul2 memahami dirinya, memperhatikan, dn mengapresiasinya. Ia selalu mengamati betul bagaimana saya merepon dia. Kesabaran babymay hari ini menemani aktivitas saya, masyaaallah, terimakasih ya nak. Walau sempat akhirnya rewel karena makan dsn tidru yang tertunda, may bisa kembali riang saat saya sudah kembali penuh ada untuknya.

✅ Hal menarik apa saja yang anda dapatkan ketika mempraktikkan poin tersebut dalam komunikasi sehari-hari bersama keluarga?

reapon pemberi pesan yang sesuai dg harapan kita menjadi catatan tersendiri kesuksesan komprod

✅ Perubahan apa yang anda buat hari ini dalam berkomunikasi?

saya lebih menghargai posisi orang2 di sekitar dan saya menjdi merasa berharga bagi orang2 di sekitar
#level1

#day3

#tantangan10hari

#komunikasiproduktif

#kuliahbunsayiip 

Game Kelas Bunsay Level 1 Komunikasi Produktif – Day 2

Bismillah, baru sempet ngeblog lagi. Setelah beberapa hari sibuk dg rutinitas pembelajaran maryam, aktif jualan, dan serius ngerjain pekerjaan publik yg diemban. Ternyata, kalo segala pekerjaan dilakukan dg serius, setiap detik berharga ya Mak. Huks. Dan 24 jam ga cukup. 

Apa kabar Komprod, Mak? Udah hari keberapah ini?

Sejujurnya, praktek komprod tetap selalu dilakukan setiap hari karena mmg niatnya melakukan bukan karena disuruh kuliah ini, tetapi ya mmg itu fase pembelajaran berumah tangga dan mendidik anak. Jika dilihat lagi poin-poin komprod, hmm, sebenarnya beberap juga udh jadi rutinitas, jadi sedang mencari challenge lebih utk diterapkan. Yuk Mak, kita coba tulis kembali poin2nya, biar ga lupa.

Komprod ke pasangan: 

1. Clear and clarify

2. Choose the right time

3. Kaidah 7-38-55

4. Intensity of eye contact

5. I am responsibility of my communication result 
Komprod ke anak:

1. Mengendaliian emosi

2. Keep information short and simple

3. Intonasi dan suara yang rendah

4. Mengatakan yang diinginkan

5. Fokus pada masa depan

6. BISA!

7. Jelas memberikan pujian/kritikan

8. Refleksi pengalaman

9. Observasi

10. Menunjukkan empati

11. Memberi pilihan

Pada poin komprod kepada pasangan, insyaAllah poin 1, 3 dan 4 udh terbiass dilakukan, dan jika ada yg kelewat, pasangan mengingatkan. Hehe, kali ini yg dievaluasi dr komprod adl poin 2. Aah, mencari waktu yg tepat utk ngobrol saat ini tidk semudah dulu. Barangkali ada 2 sebab: manajemen waktu yg ga oke dari saya pribadi krn klaster aktivitasnya ngga di kurungin waktunya masing2, dan waktu bersama pasangan yang terbatas (yang juga ini harus disiapkan ke depan jika lebih parah krn harus merelakan suami utk tanggungjawab yang lebih besar). Seringkali waktu yang ada cukup terbatas utk bicara, sehingga saya selalu memanfaatkan momen apa saja utk menyampaikan PR home team kami. Aah, maafkan ya sayang, dan terimakasih atas kesabarannya. InsyaAllah setelah ini yuk kita sepakati jadwal ngobrol kita dan topik obrolan kita agar lebih produktif.

Pada poin komprod kepada anak, poin 2 dan 8 menurut saya adl poin yang belum fit in dg usia babymay utk diterapkan. Beberapa poin lain ada juga yg belum bisa optimal krn usia babymay yang masih terlalu kecil, tapi mulai bisa di soundingkan, seperti poin 5, 7, 9, 10, 11. Tetapi, saya bersyukur sekali, sejak sebelum mengikuti kelas ini, saya yg terbiasa melibatkan babymay dalam jadwal-jadwal saya, sudah rutin meng-afirmasi bocah ketika kami hendak melakukan aktivitas apapun. 

Misalnya, 

“May, hari ini, May menemani ibu mengaji ya. Kita belajar bersama ya Nak, bertemu tante-tante shalihah, kita mengaji biar disayang sama Allah. Kita bersiap-siap ya pagi ini.” (Dilakukan dg eye contact dan posisi terdekat atau peluk bisik)
“May, kita bersiap mandi ya. Mandi biar seger, biar bersih badannya, tuh dibersihin tuh dakinya, biar sehat badannya, jadi semangat. :)” (dilakukan sembari mandi)

“Kita siapin yuk, mamamnya Maryam. Mamam apa hari ini? Kita mamam nasi ayam kaldu buncis. Hmmm, enaknya. Mamam buar tubuynya berenergi, kuat sehat, siap belajar.” (Dilakukan sambil mengajak BabyMay menyiapkan makanan)

“MasyaAllah, pinternya anak ibu, shalihah ini cerdas. May belajar merangkak ya. Hati-hati ya Nak ya. Semangat sekali belajarnya. Ayo sini-sini (raih tangan ibu). May pemberani insyaAllah.” (Dilakukan sambil menemani May belajar sehari-hari, dg senyuman, snetuhan, dan kontak mata)

“Wah, ibu cium bau asem nih, coba kita liat ya, May pupup ya kayaknya. Wah iya, yuk kita bersihin ya, shalihah. (Sambil menyiapkan perlengkapan dan memposisikan anak) Nih, ibu kasi temen buat May (ada tutup kotak kapas shaun the sheep, diberikan sambil disampaikan itu apa). Kita bershin dulu ya May, maaf.. dibuka ya auratnya.. yuk doa ya, Allahumma ini a’udzubika minal khubutsi wal khabaits. Ya Allah bersihin Maryam, suciin Maryam. Alhamdulillah ya Allah, makasi Maryam dimudahin pupupnyam biar sehat badannya. ”

Ketika anak sedang rewel mengantuk, badannya menggeliat, “May, jangan munting-munting gitu (bahasa jawa) nanti jadi sakit capek badannya. Yuk yuk, sinu dipeluk ibu sini.”

dan masih banyak lagi contoh lainnya. Saya sengaja membiasakan untuk berkomunikasi dengan May sesering mungkin, melibatkan May dalam aktivitas saya sedekat mungkin, agar May terbiasa dengan ritme itu. 

Lalu apa yang menjadi challenge?

saya menemukan, pada poin fokus pada yang diinginkan terkadang saya jadi mencatat di ingatan saya banyaknya kata “jangan” yang keluar. Saya bukan termasuk ibu-ibu yang mengharamkan kata jangan bagi anak, krn di Islam juga mengajarkan kata tsb. Tetapi ketepatan penggunaan. Ini yang coba saya evaluasi lagi.

pada akhirnya, saya mempraktekkan komprod ini tidak poin per poin setiap harinya, tetapi banyak poin karena banyak kesempatan yang bisa dilakukan dan dilatihkan bagi saya sendiri, baik poin yang sudah saya biasakan sejak belum bergabung kelas ataupun setelah bergabung. Bismillah, semoga saya tetap istiqomah, ada atau tidak penilaian orang lain, hehe. 

✅ Hal menarik apa saja yang anda dapatkan ketika mempraktikkan poin tersebut dalam komunikasi sehari-hari bersama keluarga?

Hal menarik yang saya temukan di beberapa hari ini adalah…. jeng jeng, hihi. Dari pasangan, alhamdulillah mendapat apresiasi perhatian lebih dan pengingat ketika lupa menerapkan. Hihi, it works, ahiew. Salah satu kebahagiaan Yaya-nya May juga terucap lagi ketika pillow talk, yang menyampaikan kegembiraannya bisa mengobrol seperti ini lagi (setelah aktivitas yg padat). *walo udh tengah mlm, wkwk, dan kadang May br bangun, antara pengen ketawa dan udah teler, “hai Buk, may masih 200% energinya..” 

*oh ya, sebagai catatan, may selalu terlibat dlm diskusi2 home team kami selama dia belum tidur. Kami mengalir saja melakukannya, sehingga May terbiasa tiba2 menjadi pemikir dan pendengar yang baik, hahay

May lebih bahagia. Itu yang saya rasakan ketika saya melakukan komprod dg benar. Dan itu ngga bisa dibayar dg apapun. Kerlingan May, senyum feedbacknya dlm setiap komunikasi kami, antusias dan semangatnya mulai ngomong satu -dua suku kata yang blm punya arti namun berulang-ulang, itu sangat berharga. Peluk cium May.

✅ Perubahan apa yang anda buat hari ini dalam berkomunikasi?

Melakukan segala sesuatu dengan benar akan membawa ketenangan. Dalam hal ini, tenang karena pesan sampai, diterima dan di feedback dengan baik. Tenang karena diri bisa menchalleng kemampuan utk menjadi pribadi yang lebih baik. 
#level1

#day2

#tantangan10 hari

#komunikasiproduktif

#kuliahbunsayiip 

Materi Kelas Bunsay #1 : Komunikasi Produktif

📚📚📚📚📚📚📚📚📚📚📚

Institut Ibu Profesional

Materi Kelas Bunda Sayang sesi #1

KOMUNIKASI PRODUKTIF

Selisih paham sering kali muncul bukan karena isi percakapan melainkan dari cara penyampaiannya. Maka di tahap awal ini penting bagi kita untuk belajar cara berkomunikasi yang produktif,  agar tidak mengganggu hal penting yang ingin kita sampaikan,  baik kepada diri sendiri,  kepada pasangan hidup kita dan anak-anak kita.

KOMUNIKASI DENGAN DIRI SENDIRI

Tantangan terbesar dalam komunikasi adalah mengubah pola komunikasi diri kita sendiri. Karena mungkin selama ini kita tidak menyadarinya bahwa komunikasi diri kita termasuk ranah komunikasi yang tidak produktif. 

Kita mulai dari pemilihan kata yang kita gunakan sehari-hari.

Kosakata kita adalah output dari struktur berpikir  dan cara kita berpikir

Ketika kita selalu berpikir positif maka kata-kata yang keluar dari mulut kita juga kata-kata positif, demikian juga sebaliknya.

Kata-kata anda itu membawa energi, maka pilihlah kata-kata anda

Kata  masalah gantilah dengan tantangan

Kata Susah gantilah dengan Menarik

Kata Aku tidak tahu gantilah Ayo kita cari tahu

Ketika kita berbicara “masalah” kedua ujung bibir kita turun, bahu tertunduk, maka kita akan merasa semakin berat dan tidak bisa melihat solusi.

Tapi jika kita mengubahnya dengan “TANTANGAN”, kedua ujung bibir kita tertarik, bahu tegap, maka nalar kita akan bekerja mencari solusi.

Pemilihan diksi (Kosa kata) adalah pencerminan diri kita yang sesungguhnya

Pemilihan kata akan memberikan efek yang berbeda terhadap kinerja otak. Maka kita perlu berhati-hati dalam memilih kata supaya hidup lebih berenergi dan lebih bermakna.

Jika diri kita masih sering berpikiran negatif, maka kemungkinan diksi (pilihan kata) kita juga kata-kata negatif, demikian juga sebaliknya.

KOMUNIKASI DENGAN PASANGAN

Ketika berkomunikasi dengan orang dewasa lain, maka awali dengan kesadaran bahwa “aku dan kamu” adalah 2 individu yang berbeda dan terima hal itu.

Pasangan kita dilahirkaan oleh ayah ibu yang berbeda dengan kita, tumbuh dan berkembang pada lingkungan yang berbeda, belajar pada kelas yang berbeda, mengalami hal-hal yang berbeda dan banyak lagi hal lainnya.

Maka sangat boleh jadi pasangan kita memiliki Frame of Reference (FoR) dan Frame of Experience (FoE) yang berbeda dengan kita.

FoR adalah cara pandang, keyakinan, konsep dan tatanilai yang dianut seseorang. Bisa berasal dari pendidikan ortu, bukubacaan, pergaulan, indoktrinasi dll.

FoE adalah serangkaian kejadian yang dialami seseorang, yang dapat membangun emosi dan sikap mental seseorang.

FoE dan FoR mempengaruhi persepsi seseorang terhadap suatu pesan/informasi yang datang kepadanya.

Jadi jika pasangan memiliki pendapat dan pandangan yang berbeda atas sesuatu, ya tidak apa-apa, karena FoE dan FoR nya memang berbeda.

Komunikasi dilakukan untuk MEMBAGIKAN yang kutahu kepadamu, sudut pandangku agar kau mengerti, dan demikian pula SEBALIKnya.

Komunikasi yang baik akan membentuk FoE/FoR ku dan FoE/FoR mu ==> FoE/FoR KITA

Sehingga ketika datang informasi akan dipahami secara sama antara kita dan pasangan kita, ketika kita menyampaikan sesuatu,  pasangan akan menerima pesan kita itu seperti yang kita inginkan.

Komunikasi menjadi bermasalah ketika menjadi MEMAKSAKAN pendapatku kepadamu, harus kau pakai sudut pandangku dan singkirkan sudut pandangmu.

Pada diri seseorang ada komponen NALAR dan EMOSI; bila Nalar panjang – Emosi kecil; bila Nalar pendek – Emosi tinggi

Komunikasi antara 2 orang dewasa berpijak pada Nalar.

Komunikasi yang sarat dengan aspek emosi terjadi pada anak-anak atau orang yang sudah tua.

Maka bila Anda dan pasangan masih masuk kategori Dewasa –sudah bukan anak-anak dan belum tua sekali– maka selayaknya mengedepankan Nalar daripada emosi, dasarkan pada fakta/data dan untuk problem solving.

Bila Emosi anda dan pasangan sedang tinggi, jeda sejenak, redakan dulu ==> agar Nalar anda dan pasangan bisa berfungsi kembali dengan baik.

Ketika Emosi berada di puncak amarah (artinya Nalar berada di titik terendahnya) sesungguhnya TIDAK ADA komunikasi disana, tidak ada sesuatu yang dibagikan; yang ada hanya suara yang bersahut-sahutan, saling tindih berebut benar.

Ada beberapa kaidah yang dapat membantu meningkatkan efektivitas dan produktivitas komunikasi Anda dan pasangan:

1. Kaidah 2C: Clear and Clarify

Susunlah pesan yang ingin Anda sampaikan dengan kalimat yang jelas (clear) sehingga mudah dipahami pasangan. Gunakan bahasa yang baik dan nyaman bagi kedua belah pihak.

Berikan kesempatan kepada pasangan untuk bertanya, mengklarifikasi (clarify) bila ada hal-hal yang tidak dipahaminya.

2. Choose the Right Time

Pilihlah waktu dan suasana yang nyaman untuk menyampaikan pesan. Anda yang paling tahu tentang hal ini. Meski demikian tidak ada salahnya bertanya kepada pasangan waktu yang nyaman baginya berkomunikasi dengan anda, suasana yang diinginkannya, dll.

3. Kaidah 7-38-55

Albert Mehrabian menyampaikan bahwa pada komunikasi yang terkait dengan perasaan dan sikap (feeling and attitude) aspek verbal (kata-kata) itu hanya 7% memberikan dampak pada hasil komunikasi. 

Komponen yang lebih besar mempengaruhi hasil komunikasi adalah intonasi suara (38%) dan bahasa tubuh (55%).

Anda tentu sudah paham mengenai hal ini. Bila pasangan anda mengatakan “Aku jujur. Sumpah berani mati!” namun matanya kesana-kemari tak berani menatap Anda, nada bicaranya mengambang maka pesan apa yang Anda tangkap? Kata-kata atau bahasa tubuh dan intonasi yang lebih Anda percayai?

Nah, demikian pula pasangan dalam menilai pesan yang Anda sampaikan, mereka akan menilai kesesuaian kata-kata, intonasi dan bahasa tubuh Anda.

4. Intensity of Eye Contact

Pepatah mengatakan mata adalah jendela hati

Pada saat berkomunikasi tataplah mata pasangan dengan lembut, itu akan memberikan kesan bahwa Anda terbuka, jujur, tak ada yang ditutupi. Disisi lain, dengan menatap matanya Anda juga dapat mengetahui apakah pasangan jujur, mengatakan apa adanya dan tak menutupi sesuatu apapun.

5. Kaidah: I’m responsible for my communication results

Hasil dari komunikasi adalah tanggung jawab komunikator, si pemberi pesan.

Jika si penerima pesan tidak paham atau salah memahami, jangan salahkan ia, cari cara yang lain dan gunakan bahasa yang dipahaminya.

Perhatikan senantiasa responnya dari waktu ke waktu agar Anda dapat segera mengubah strategi dan cara komunikasi bilamana diperlukan. Keterlambatan memahami respon dapat berakibat timbulnya rasa jengkel pada salah satu pihak atau bahkan keduanya.


KOMUNIKASI DENGAN ANAK

Anak –anak itu memiliki gaya komunikasi yang unik. Mungkin mereka tidak memahami perkataan kita, tetapi mereka tidak pernah salah meng copy sehingga gaya komunikasi anak-anak kita itu bisa menjadi cerminan gaya komunikasi orangtuanya. Maka kitalah yang harus belajar gaya komunikasi yang produktif dan efektif. Bukan kita yang memaksa anak-anak untuk memahami gaya komunikasi orangtuanya. Kita pernah menjadi anak-anak, tetapi anak-anak belum pernah menjadi orangtua, sehingga sudah sangat wajar kalau kita yang harus memahami mereka.

Bagaimana Caranya ?

A. Keep Information Short & Simple (KISS)

Gunakan kalimat tunggal, bukan kalimat majemuk

⛔Kalimat tidak produktif :

“Nak, tolong setelah mandi handuknya langsung dijemur kemudian taruh baju kotor di mesin cuci ya, sisirlah rambutmu, dan jangan lupa rapikan tempat tidurmu.

✅Kalimat Produktif :

“Nak, setelah mandi handuknya langsung dijemur ya”  ( biarkan aktivitas ini selesai dilakukan anak, baru anda berikan informasi yang lain)

B. Kendalikan intonasi suara dan gunakan suara ramah

Masih ingat dengan rumus 7-38-55 ? selama ini kita sering menggunakan suara saja ketika berbicara ke anak, yang ternyata hanya 7% mempengaruhi keberhasilan komunikasi kita ke anak. 38% dipengaruhi intonasi suara dan 55% dipengaruhi bahasa tubuh

⛔Kalimat tidak produktif:

“Ambilkan buku itu !” ( tanpa senyum, tanpa menatap wajahnya)

✅Kalimat Produktif :

“Nak, tolong ambilkan buku itu ya” (suara lembut , tersenyum, menatap wajahnya)

Hasil perintah pada poin 1 dengan 2 akan berbeda. Pada poin 1, anak akan mengambilkan buku dengan cemberut. Sedangkan poin 2, anak akan mengambilkan buku senang hati. 

C.  Katakan apa yang kita inginkan, bukan yang tidak kita inginkan

⛔Kalimat tidak produktif :

“Nak, Ibu tidak ingin kamu ngegame terus sampai lupa sholat, lupa belajar !”

✅Kalimat produktif :

“Nak, Ibu ingin kamu sholat tepat waktu dan rajin belajar”

D.  Fokus ke depan, bukan masa lalu

⛔Kalimat tidak produktif :

“Nilai matematikamu jelek sekali,Cuma dapat 6! Itu kan gara-gara kamu ngegame terus,sampai lupa waktu,lupa belajar, lupa PR. Ibu juga bilang apa. Makanya nurut sama Ibu biar nilai tidak jeblok. Kamu sih nggak mau belajar sungguh-sungguh, Ibu jengkel!”

✅Kalimat produktif :

“Ibu lihat nilai rapotmu, hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan, ada yang bisa ibu bantu? Sehingga kamu bisa mengubah strategi belajar menjadi lebih baik lagi”

E. Ganti kata ‘TIDAK BISA” menjadi “BISA”

Otak kita akan bekerja seseai kosa kata. Jika kita mengatakan “tidak bisa” maka otak akan bekerja mengumpulkan data-data pendukung faktor ketidakbisaan tersebut. Setelah semua data faktor penyebab ketidakbisaan kita terkumpul , maka kita malas mengerjakan hal tersebut yang pada akhirnya menyebabkan ketidakbisaan sesungguhnya. Begitu pula dengan kata “BISA” akan membukakan jalan otak untuk mencari faktor-faktor penyebab bisa tersebut, pada akhirnya kita BISA menjalankannya.

F. Fokus pada solusi bukan pada masalah

⛔Kalimat tidak produktif :

“Kamu itu memang tidak pernah hati-hati, sudah berulangkali ibu ingatkan, kembalikan mainan pada tempatnya, tidak juga dikembalikan, sekarang hilang lagi kan, rasain sendiri!”

✅Kalimat produktif:

“ Ibu sudah ingatkan cara mengembalikan mainan pada tempatnya, sekarang kita belajar memasukkan setiap kategori mainan dalam satu tempat. Kamu boleh ambil mainan di kotak lain, dengan syarat masukkan mainan sebelumnya pada kotaknya terlebih dahulu”.

G. Jelas dalam memberikan pujian dan kritikan

Berikanlah pujian dan kritikan dengan menyebutkan perbuatan/sikap apa saja yang perlu dipuji dan yang perlu dikritik. Bukan hanya sekedar memberikan kata pujian dan asal kritik saja. Sehingga kita mengkritik sikap/perbuatannya bukan mengkritik pribadi anak tersebut.

⛔Pujian/Kritikan tidak produktif:

“Waah anak hebat, keren banget sih”

“Aduuh, nyebelin banget sih kamu”

✅Pujian/Kritikan produktif:

“Mas, caramu menyambut tamu Bapak/Ibu tadi pagi keren banget, sangat beradab, terima kasih ya nak”

“Kak, bahasa tubuhmu saat kita berbincang-bincang dengan tamu Bapak/Ibu tadi sungguh sangat mengganggu, bisakah kamu perbaiki lagi?

H. Gantilah nasihat menjadi refleksi pengalaman

⛔Kalimat Tidak Produktif:

“Makanya jadi anak jangan malas, malam saat mau tidur, siapkan apa yang harus kamu bawa, sehingga pagi tinggal berangkat”

✅Kalimat Produktif:

“Ibu dulu pernah merasakan tertinggal barang yang sangat penting seperti kamu saat ini, rasanya sedih dan kecewa banget, makanya ibu selalu mempersiapkan segala sesuatunya di malam hari menjelang tidur.

I. Gantilah kalimat interogasi dengan pernyataan observasi

⛔Kalimat tidak produktif :

“Belajar apa hari ini di sekolah? Main apa saja tadi di sekolah?

✅Kalimat produktif :

“ Ibu lihat matamu berbinar sekali hari ini,sepertinya  bahagia sekali di sekolah,  boleh berbagi kebahagiaan dengan ibu?”

J. Ganti kalimat yang Menolak/Mengalihkan perasaan dengan kalimat yang menunjukkan empati

⛔Kalimat tidak produktif :

“Masa sih cuma jalan segitu aja capek?”

✅kalimat produktif :

kakak capek ya? Apa yang paling membuatmu lelah dari perjalanan kita hari ini?

K. Ganti perintah dengan pilihan

⛔kalimat tidak produktif :

“ Mandi sekarang ya kak!”

✅Kalimat produktif :

“Kak 30 menit  lagi kita akan berangkat, mau melanjutkan main 5 menit lagi,  baru mandi, atau mandi sekarang, kemudian bisa melanjutkan main sampai kita semua siap berangkat
Salam Ibu Profesional,

/Tim Bunda Sayang IIP/
Sumber bacaan:

Albert Mehrabian, Silent Message : Implicit Communication of Emotions and attitudes, e book, paperback,2000

Dodik mariyanto, Padepokan Margosari : Komunikasi Pasangan, artikel, 2015

Institut Ibu Profesional, Bunda Sayang : Komunikasi Produktif, Gaza Media, 2014

Hasil wawancara dengan Septi Peni Wulandani tentang pola komunikasi di Padepokan Margosari

📚📚📚📚📚📚📚📚📚📚📚