Konsep Pendidikan Pre Aqil Baligh 11-14 Tahun

​🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾

Materi Pokok #7

*’Konsep HE Pre Aqil Baligh 11-14 Tahun’*

SME : Ustadz Harry Santosa

=====================

Tahap pendidikan pre aqil baligh usia 8-10 th merupakan masa kritis dimana anak akan mengalami transisi dr masa egosentris di usia < 7 thn kepada kesadaran awal sbg makhluk Tuhan & makhluk sosial.

Tahap ini mrpkn tahap latihan&pembiasaan dg cara keteladanan & membangun kesadaran. 

Bila tahap ini gagal, dg berbagai alasan misalnya dg pemaksaan, trauma atau pendidikan tidak berhasil membuat terbangunnya kesadaran, maka fase berikutnya akn berat untuk memperbaiki kondisi tsb. 

Metode pendidikan yg paling efektif pada tahap ini adalah experiental learning atau project based learning atau biasa disebut menggali hikmah bersama peristiwa2 sehari2, atau dr sejarah, atau yg ada di alam semesta. 

*Bagaimana dg tahap selanjutnya, Pre aqil baligh usia 11-14th?*

Salam pendidikan peradaban utk para ayah bunda para pendidik generasi peradaban. Kita awali dgn merujuk pd siroh Nabawiyah ya, bagaimana keindahan orkestrasi kehidupan Rasulullah SAW pd rentang usia tersebut. 

Rasulullah SAW, sejak usia 9 tahun telah menjalani pendidikan bersama Paman dan keluarga besarnya. 

Dengan cara magang berdagang bahkan sampai ke Syams (Syiria). Namun mulai serius sejak usia 11 tahun. 

Nah jika rentang 8-10 adalah masa tadribat (pelatihan menuju aqil baligh) awal, maka 11-14 masa tadribat advance. 

Kemandirian penuh diharapkan terjadi ketika usia 15-16 tahun. Ini yg kita sebut usia aqil baligh.

Namun latihan2 atau program menuju kesana mulai serius sejak usia 11-12 tahun.

Bagi yg punya anak atau adik di usia 11 tahun, maka mulai terasa agak berbeda sikapnya dari sebelumnya. Sedikit suka melawan, membantah, tdk suka diatur, banyak merenung, malas melakukan kerja rumahtangga dll. Mengapa demikian, itu krn mereka, anak2 kita sdh hampir separuhnya menjadi orang dewasa. 

Bukankah orang dewasa tdk suka diatur2, diperintah2, dianggap anak kecil dstnya?.

*KECUALI,* sesuatu yg menjadi minat dan bakatnya, sesuatu yg merupakan idea dan gagasannya, sesuatu yg berangkat dari panggilan jiwanya. Performance Character spt disiplin, tekun, kerja keras, tepat waktu, tuntas dll dapat dikembankan dengan baik apabila berbasis minat, bakat, passion dll atau kita sebut dgn berbasis potensi keunikan. Dalam olahraga dan seni juga demikian, sangat penting bakat atau talent atau potensi seseorang.

Jadi usia 11 sampai 14, adalah fase latih pd tahap pre aqil baligh akhir menuju aqil baligh. Dari pengalaman, anak2 di usia 11 ke atas yg belum kenal Allah (contohnya malas Sholat) dan belum kenal diri (tak tahu bakat) maka akan lebih berat dan panjang recovery nya.

Begitupula dengan fitrah belajar, bhw anak2 yang belum terbiasa berfikir kritis, logis, bernalar pd usia di atas 10 tahun akan cenderung susah dirubah. Karenanya anak2 yg hanya belajar ketika disuruh, belajar ketika ada ujian, belajar hanya memenuhi tugas dll adalah pertanda fitrah belajarnya telah meredup.

Recovery nya juga lebih berat. Tentu mengenal Allah, mengenal diri (bakat), mengembangkan kemampuan berfikir kritis dll adalah perjalanan seumur hidup (journey), namun setidaknya usia 10 fondasinya selesai, dan tepat ketika aqilbalig (usia 14/15 tahun) fondasi ini telah berbentuk bangunan layak huni, layak memikul beban syariah, siap dikembangkan lebih lanjut dalam karya2 dan peran2 peradaban

Jadi ayah bunda, memperbanyak wawasan pd usia 0-10, dgn membaca/mengenal diri,

membaca/mengenal Tuhan, membaca alam/masyarakat sebaiknya sdh dipenuhi, krn pd usia 11-14 anak2 akan fokus pd tadribat lanjutan menuju kedewasaan atau aqil baligh, dimana kewajiban syariah akan setara dgn kedua orangtuanya. 

Wawasan dan gagasan berubah menjadi pendalaman potensi dan aksi. 

Pada usia 11-14 tahun Rasulullah SAW disebutkan bhw masih magang namun telah memiliki tanggungjawab / bisnis atau usaha kecil2an sendiri serta terlibat dalam aktifitas sosial masyarakat dalam skala terbatas. 

Wawasannya selama menggembala kambing dan magang pd usia sebelumnya, berwujud pd pendalaman potensi dan aksi.

========================

TANYA JAWAB 

1⃣ Bunda Niar dari Baubau

Assalamu ‘alaikum Ust Harry yang dirahmati Allah..

Anak saya laki2 umur 12 tahun dan terlihat ada beberapa minat yg  menjadi bakat dalam dirinya yaitu Traveller, Mekanik dan dunia otomotif. Apakah pemagangan yg dia jalani harus mencakup ke 3 bakat dan minatnya tersebut? Bagaimana menentukan kelak profesi yang pas untuknya? Apakah boleh mengambil satu bidang dan mengabaikan bidang lain yang disenanginya?

1⃣bunda Niar yang baik dari Baubau,

Sebaiknya demikian, 3 bakat terkait aktifitas ini sudah cukup untuk pemagangan. Bisa saja kita mengarahkan anak kita pada profesi yang terkait dengan ke 2 bakatnya itu, dengan pertimbangan lebih bermanfaat bagi ummat. Namun bisa saja profesi nya kelak belum ada saat ini, anak bundalah yang menciptakan profesi itu. 

Mekanik, Otimotif dan Traveller sebaiknya tidak ada yang diabaikan jika memang ini passion nya. Pakar bakat seperti Tom Rath bahkan menganjurkan cukup memilih 3 saja jika terlalu banyak, Barangkali yang perlu dipertimbangkan adalah waktu pemagangan jangan overlap.✅

2⃣ Feby-Jayapura 

Mohon penerangan,

Bagaimana contoh Tekhnisnya??

Mengejar kondisi fase 0-10 sudah terlewati tanpa pengetahuan fitrah yang baik, Lalu realita nya sudah masuk fase 11-14 ; pendalaman potensi dan aksi. Bisakah di akselerasi😅?? Bisa diberi contoh gambarannya?

Terima kasih

2⃣bunda Feby yang baik di Jayapura, 

Tentu banyak diantara kita yang baru mengetahui ttg potensi fitrah ini merasa banyak yang terlewat. Framework yang diberikan adalah fremawork ideal bagi orangtua yang memulainya sejak awal. Namun demikian tidak perlu khawatir, karena sepanjang masih diberi kehidupan maka potensi fitrah ini bisa dikembalikan (iedul fitrah) namun memang perlu effort yang lebih banyak daripada menjalaninya sejak awal sesuai tahapannya. 

Secara umum fitrah yang terlewat ditumbuhkan ini bisa dikembalikan lagi dengan mengulang prosesnya namun lebih intensif dan meluas karena pertimbangan usia. 

Misalnya fitrah keimanan, jika di usia 11 tahun sholat masih disuruh, maka itu pertanda fitrah keimanannya tidak tumbuh baik atau terlewat ditumbuhkan gairah cintanya pada Allah dan RasulNya. Menumbuhkan fitrah keimanan adalah dengan keteladanan dan suasana keshalihan untuk diantaranya membangkitkan imaji2 positif pada anak usia 0-7 tahun. Jika usianya sudah 11 tahun maka keteladanan dan suasana keshalihan ini ditambah dengan keteladanan di luar rumah dalam aktifitas yang real sesuai tahapan perkembangan usia 11 tahun. Diantaranya adalah menitipkan anak pada keluarga shalihah yang bisa memberi keteladanan dan suasana keimanan yang berkesan. Lebih baik lagi jika keluarga tersebut selaras dengan bakat anak sehingga bisa lebih kuat keteladanan dan keberkesanannya. Demikian.✅

3⃣ Bunda Retno (Semarang)

Assalamu’alaikum.

Salam kenal ustad, sy ibu 2 org anak. Yg besar saat ini kls 3 SMA dan yg kecil kls 5 SD. 

Ustad sblmnya sy bekerja di dunia perbankan dan alhamdulillah 3th ini sy sdh resign dgn alasan utama adalah anak2 krn sy takut dgn kondisi di luar yg sangat heterogen dgn maraknya pergaulan anak2 yg mengarah banyak berdampak negatif. 

Yg kedua krn anak sy yg kecil mempunyai keistimewaan dan keunikan yaitu ada permasalahan dgn sekolah. Saat ini sklh di sd nasima kls 5. Klau dr hsl psikotesnya anak tsb sbtulnya tdk bermasalah dgn knowledgenya, saat ini blm muncul rasa tanggungjawabnya. Jd klau di sekolah msh seenaknya sendiri..contoh utk melakukan kegiatan menulis adalah hal yg sangat berat. 

Dgn kondisi ini sy bingung ustad krn guru2nya itu semua blg bahwa Faza itu bisa tp utk menuangkan dlm tulisan itu krg maksimal. mohon sarannya ustad. Terima kasih 

3⃣bunda Retno yang baik di Semarang,

Terimakasih sudah berkenan kembali ke fitrah peran mendidik generasi, 

Ananda di usia 10-11 tahun memang baru dimulai secara serius untuk self organizing nya atau tanggungjawabnya karena berada pada fase pre aqilbaligh, dan diharapkan sudah mandiri dan bertanggungjawab penuh pada usia 15 tahun atau ketika aqilbaligh tiba.

Namun memang ada beberapa anak yang “agak berantakan” urusan tanggungjawab apalagi yang sifatnya administratif. Beberapa anak yang sangat kreatif, imajinatif, analisa kuat atau dominan otak kanan dan otak kirinya biasanya pemalas untuk urusan “administratif”. Semakin bunda suruh, bunda dan dia akan semakin frustasi, karena baginya tanggungjawab seperti itu melelahkan atau ga penting atau ga menantang, tetapi bukan berarti dia tidak bisa bertanggungjawab untuk hal lainnya. 

Beberapa saran saya

1. Ananda sebaiknya sudah mulai dimagangkan dalam proyek2 dimana diperlukan kerja team. Biarkan ananda belajar bertanggungjawab untuk hal yang disukainya misalnya menganalisa, memvisualkan ideanya dengan gambar dsbnya. (Bakatnya sebaiknya dipetakan dengan seksama). Manusia selalu mau bertanggungjawab apabila dia menyukai atau tertantang melakukannya. Mulailah tanggungjawab dari hal yang disukainya, nanti perlahan akan punya tanggungjawab pada pekerjaan lainnya.

Dalam Team biasanya semangat terbangun untuk saling tolong menolong dan berbagi tugas.

2. Barangkali perlu dicoba untuk menuangkan dalam gambar atau visual atau coret2an dengan sedikit tulisan. Bisa juga rekaman suara atau video. Intinya kan menuangkan dalam dokumen. ✅

4⃣ Ayah Haris (Malang)

Kami baru adopsi anak perempuan usia 11thn, dengan latar belakang kdrt dan ortu sudah cerai menikah keduanya. Dengan pola asuh keras, sering dimarahin, dan dibentak membuat anak ini malas berbicara. Kalau tidak ditanya, diam saja padahal dia tdk tau. Keinginan utk belajar juga tdk ada. 

Bagaimana kami harus mengawalinya ustad? Dia baru satu bulan tinggal dgn kami.

4⃣Ayah Idris yang baik di Malang, 

Subhanallah, semoga apa yang Ayah Idris dan keluarga lakukan untuk menyelamatkan generasi dicatat Allah sebagai pahala keridhaan yang besar hingga hari akhir. Dalam kondisi seperti yang diceritakan maka diperlukan keshabaran yang luarbiasa, semoga ananda menjadi jalan pembuka pintu syurga bagi Ayah Idris dan keluarga. 

Di tahap awal yang diperlukan bukanlah diminta belajar ini atau belajar itu, atau patuh begini atau patuh begitu, tetapi dikembalikan dan dipulihkan dulu percaya dirinya dan dibangun kedekatannya dengan Ayah dan keluarga. Ini bisa berbulan bulan lamanya, karena memulihkan lebih berat. Fokus saja mencintainya dengan tulus tanpa syarat, bangun relasi cinta dengan sebaik2nya, dokumentasikan sebaik2nya semua sifat, sikap, perasaan, fikiran, mimpinya dan harapannya, frustasi dan kesedihan terdalamnya. Temukan solusinya untuk tiap masalahnya jika perlu sesekali konsultasikan dengan psikolog,

Jika sudah di pulih kepercayaan dirinya dan sudah ditemukan potensi2nya baru bisa diprogramkan untuk dikembangkan untuk semakin membantunya bersosial dan eksis ✅

 5⃣ Bunda Ghirotun – Kendal 

Bismillah… bagaimana cara memperbaiki adab anak usia 10 thn-12thn yg sdh terlanjut lepas kontrol. Dr sdkit pengalaman kami untuk anak dibawah 10 thn msh bisa efektif dg kisah, dan pendisiplinan. Tp usia 10 thn ke atas kami msh kesulitan menemukan cara yg tepat, mhn sharing ilmu nya, jazakumullah

Contoh dr berbagai kasus anak ya ustadz, kadang klo bercanda kurang memperhatikan dampak nantinya baik kpd adik ataupun teman yg cenderung membahayakan dan merusak, perkataan kadang keluar kata kasar, kurang menghormati yg lebih tua dan sulit didisiplinkan… afwan bnyak krna ini kasus beberapa anak yg seusia 😁, terutama anak2 pindahan yg masuk sdh ke kelas 4 dan 5.  Ya mgkn jg buat pengalaman kami untuk pertimbangan thn yg akan datang. Jazakumullah

5⃣bunda Ghiroh yang baik di Kendal,

Adab ini dimulai sebagai perintah di usia 7 tahun, dan diinteraksikan dengan keluarga dan alam untuk usia 7-10 tahun berupa tanggungjawab di rumah dan di alam/lingkungan. Kemudian di usia 11-14 tahun adab ini ditempa dengan kehidupan di sosial berupa tanggungjawab di komunitas. 

Anak yang usia 10-12 tahun jika masih belum beradab, maka jelas tidak bisa lagi dengan kisah atau keteladanan biasa di rumah, mereka memerlukan keteladanan langsung dari kehidupan. 

Prinsipnya tetap sama, “fokus pada cahayanya, maka cahayanya akan membesar lalu kegelapannya akan tidak relevan”

Saran saya, 

1. Relevant. coba bunda Ghiroh temukan dan gali keunikan sifatnya yang baik atau bakatnya atau mimpinya kemudian rencanakan program untuk memulainya dari sana sehingga kedisplinan kita kelak akan relevan.

Misalnya mereka ternyata suka beternak, maka fasilitasi saja, ajak kunjungan ke peternakan, berikan kesempatan memelihara ternak dsbnya. Intinya sibukkan dengan kebaikan kebaikan yang dia sukai.

2. Relation. Sudahkah kita jalin kedekatan yang dalam dengan ananda? Mengajaknya dialog berdua saja, mengunjungi rumahnya, membuatnya merasa diperhatikan dsbnya. Anak mau disiplin dan beradab jika kita beradab lebih banyak kepadanya, diantaranya membangun relasi yang kuat. Siapapun mau berbuat apapun jika cinta kepada kita bukan?

3. Reasons. Sudahkan kita temukan alasan alasan terdalam mengapa ananda melakukan ini dan itu? Mendidik memang memerlukan waktu yang banyak untuk hal hal demikian.Temukan alasan atau reason bersama mereka agar mau menjalani adab✅

 *Fitrah Belajar dan Fitrah Bakat Belum Muncul*

7⃣ Annisa (Tasikmalaya) dan Windi (Bekasi)

Asswrwb…

Saya mau bertanya, saya punya adik sepupu usia 10 tahun, tinggal dg orang tua saya sejak 1,5 tahun, krna ibunya meninggal.

Sejak kecil terbiasa menonton tv dan main game dalam waktu yg lama. Saat ini konsentrasi kurang, lebih senang nonton atau main, dan enggan belajar (bilangnya cape). 

1. Bagaimana mengembalikan (merecovery) fitrah belajarnya (yg sudah meredup)? Ia senang mengerjakan tugas anak usia 5 tahun, mudah menyerah saat menemukan kesulitan, dan tidak mau diluruskan/dinasehati saat melakukan kesalahan.

2. Jika pd usia 11thn anak blm mengenal dirinya sendiri, blm tahu minat/bakatnya. Apa yg harus dilakukan oleh orangtuanya?

Jazakallah sebelumnya.

7⃣bunda Annisa di Tasikmalaya dan bunda Windi di Bekasi,

1. Perlu diperiksa tingkat kecerdasannya dan perlu diperiksa apakah pernah mengalami trauma. Mohon maaf, apakah lingkungannya selama ini menerima dan menyayangi sebagai anak kandung atau masih ada anggapan dia anak “titipan” dsbnya. Suasana kejiwaan seperti ini akan berpengaruh pada fitrah belajar bahkan adabnya, 

2. Segera dibantu untuk mengenali bakatnya, kemudian dibantu untuk dikembangkan dengan serius. Silahkan lihat skema di bawah ini✅

*Tanggung Jawab Moral*

6⃣ Pipiet – Surabaya dan Feby – Tangerang

1. Bagaimana bentuk recovery bagi anak yg umur 11 thn masih belum memiliki tanggung jawab?

2. Kapan kita mulai membiasakan anak peduli dg keadaan sekelilingnya.krn sbg mnusia memupuk kpdulian sosial jg perlu sedini mungkin kan. Misal, membantu teman yg kesulitan, berani mengingatkan kalau teman salah, mau berbagi dll. Bagaimana cara efektif nya?

3. Apakah memang ada perbedaan antara anak laki2 dan anak perempuan dalam kematangan emosi sblm umur 14 thn?

6⃣Pipiet yang baik di Surabaya, 

1. Tanggungjawab personal dan sosial secara serius justru baru dimulai di usia 11 tahun. Temukan saja potensi bakatnya lalu libatkan dalam tanggungjawab di rumah dan (sebaiknya lebih banyak) di luar rumah.

2. Sejak usia 7 – 10 tahun, sesungguhnya fitrah sosialitas sudah mulai berkembang, dimulai dengan empati pada lingkungan terdekat dan empati pada ternak/tumbuhan/alam. Melibatkannya dalam aktifitas bersama di rumah amat membantu, membersihkan sampah, merawat tumbuhan dsbnya.

Usia 11-14 tahun, fitrah sosialitas ini berbentuk peran peran dalam sosial, maka berikan anak peran2 sosial seperti kepemilikan sendiri, kesempatan bisnis kecil2an, dibukakan rekening, terlibat organisasi kepramukaan/sosial dsbnya

Usia di bawah 7 tahun, sosialitas masih belum dimulai, tahap ini fokus saja pada fitrah individualitas, yaitu puaskan egonya, tidak masalah jika tidak mau berbagi dsbnya. Namun kisahkan tentang indahnya berbagi di lain waktu, berikan keteladanan real berbagai misalnya mengajak ke panti asuhan dsbnya.

3. Tentu ada perbedaan antara anak lelaki dan perempuan dalam kematangan emosi terutama ketika baligh (haidh bagi anak perempuan dan ihtilam bagi anak lelaki). Anak perempuan lebih cepat matang emosinya, karena dipersiapkan menjadi Ibu yang lebih banyak membutuhkan perasaan.✅

8⃣ Bunda Risna & Bund Ati – Bekasi

Tentang Fitrah Bakat 

Risna:

Ustadz, putri kami usia 11thn. Bakat sifat yg menonjol dari dulu : 

*suka melayani, 

*suka berbagi, 

*suka kumpul dgn banyak orang, 

*pemaaf. 

Saat ini yg dia sukai  : 

*jalan tol, 

*suka seluk beluk ttg perawatan baju ( mencuci, menjemur, menyetrika ) saat melakukannya sangat rileks n happy. 

ketika kami tanya apa yg dia sukai dari jln tol, dia jawab dia suka saat2 pembayaran tol & bagaimana petugas tol melayani pengguna jalan tol. 

Dari hal2 tsb Ustadz, sebaiknya dibawa ke maestronya dmn? jazakallah.

_________________________

Ati:

Assalamu’alaikum ustd harry,anak saya usia 8th suka sekali menggambar,tp tdk suka mewarnai,dia suka membuat gambar2 seperti komik tp tdk dituliskn ceritany,dia msh blm mau menulis dan lebih suka menceritakn gambarny,jk sdh bercerita bs kuat berjam2. Saat ini dia suka sekali dng pesawat, dia jg suka dng tokoh habibie,dia pernh membuat papper craft pesawat sendiri. Sekarang ini, hal2 tersebutlah yg dominan dilakukan anak saya tsb. Kira2 sebaiknya kita arahkan ke mana bakat dan kesukaan tersebut?

Kemudian, bila susah menemukan maestro, apakah bisa dikursuskan saja? Karena sangat susah menemukan maestro.

8⃣bunda RIsna dan bunda Ati yang baik di Bekasi,

Bertemu dengan Maestro sebaiknya apabila sudah jelas peran yang diinginkan. Jika masih sebatas “suka” maka harus ditingkatkan menjadi aktifitas yang relevan, itulah mengapa ada program tour de talent. Tidak harus semua profesi atau talent cukup yang relevan saja, untuk melihat respon mana aktifitas terkait profesi yang disukai.

Nampaknya dia bukan tertarik pada transportasinya, namun kepada pelayanannya (serving atau servicing), karena dia juga suka melayani baju (mencuci, menjemur, menyeterika). Jadi coba kenalkan pada Talent atau profesi terkait Pelayanan. Nanti jika ada yang nampak tertarik, magangkan saja. 

Dalam pemagangan Kursus tetap diperlukan untuk Skill & Knowledge yang mendukung profesinya ✅

*Fitrah Keimanan*

9⃣ Nana (Depok)

Assalamualaikum, Ustadz.

Sebelumnya, saya izin untuk menanyakan perihal yang mungkin sudah di luar masa aqil baligh, namun saya merasa ini diakibatkan oleh kesalahan pola Didik anak sejak sangat dini yang dampak nya terasa berat hingga anak sekarang sudah dewasa. 

Bagaimana caranya Ustadz, untuk mengajak anak kembali ke Tauhid, sekarang berusia 19 thn, lewat dari masa kritis yang dulu mungkin diakibatkan kelalaian orang tua dan keluarga, sehingga walaupun anak dulu disekolahkan di sekolah Islam hingga smp, namun beranjak kuliah, menolak semua ajaran Islam. 

Adapun kedua orang tua anak tersebut, terlanjur kecewa dan menginginkan shortcut alias jalan instan agar sang anak kembali ke ajaran Tauhid. Sedangkan anak, masih berkeras dengan pendiriannya. Tidak mau shalat dan puasa, mengaji dan senangnya mencari kesalahan agama Islam. 

Syukron, Ustadz.

9⃣bunda Nana yang baik,

Nampaknya dia mengalami kekecewaan berat pada agamanya, bisa karena berbagai faktor, tetapi imaji imaji negatif tentang Islam itu terbentuk sejak masa anak anak. Kita tidak kesampingkan faktor eksternal seperti pergaulan dsbnya, namun penyebab faktor internal justru mengalahkan segalanya. 

Usia di atas 15 tahun pada hakekatnya dia bukan anak anak lagi, dia sudah memiliki pilihan atas akidahnya. Namun pada tahap ini peran orangtua bukan lagi mendidik anak tetapi menjaga keluarga dari api neraka. Mendakwahi sesama Muslim adalah wajib hukumnya.

Maka, janganlah sedih dan berputus asa, doakanlah agar ananda diberi hidayah, berapa banyak orang yang membenci Islam kemudian menjadi pembela yang tangguh,

Lakukan program penyadaran kembali, misalnya dipertemukan dengan da’i yang berkesan mendalam dan dapat meluruskan hatinya, jika bisa diajak untuk ikut semacam dauroh atau pesantren kilat atau kunjungan ke tempat/lingkungan yang berkesan mendalam dsbnya.

“Allahlah yang menunjuki siapa yang dikehendakiNya dan menyesatkan siapa yang dikehendakiNya”✅

*Fitrah Keimanan tumbuh, namun belum kenal Diri*

🔟 Bunda Illa (Depok)

Mau tanya ustadz! Bagainana jika anak di usia 11 tahun sudah kenal Allah (sholat sudah dengan kesadaran sendiri, tidak disuruh2 lagi) tapi belum kenal diri (tak tau minat bakatnya)?

🔟Bunda Illa yang baik di Depok,

Itu pertanda fitrah imannya tumbuh dengan baik, namun fitrah bakatnya tidak tumbuh baik. Kita mengenal ada 8 aspek fitrah yang sebaiknya ditumbuhkan dengan simultan karena jika tidak akan “mengganggu” pertumbuhan yang lain. Berikut 8 aspek fitrah ✅

Ayah bunda, alhamdulillah sudah selesai kulwapp sore ini, masih ada 1 pertanyaan tersisa, insya Allah akan dilengkapi pada resume kullwap…

Kami tim yg bertugas pamit undur diri

Kita tutup dengan doa kafaratul majelis

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

“Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allailahailla anta astaghfiruka wa’atubu ilaik”

Artinya : “Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada tiada Tuhan melainkan Engkau, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.” (HR. Tirmidzi, Shahih)

Jazakumullah khoiron katsir kepada ustadz Harry, tim Sulawesi yang bertugas sore ini, seluruh koordinator kota yang sudah membantu mengumpulkan pertanyaan dan merelay kulwap ke seluruh Indonesia serta Ayah Bunda yang hadir menyimak 🙏🙏🙏

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s