Seorang Suy

tumblr_nw7rh4s81d1uo2qxso1_540

Suy. Sebuah nama yang agak happening beberapa bulan terakhir, dan semakin menggila hingga kini. Suy adalah nama seorang teman kos, adik tingkat, sekaligus teman gila baru dalam menyelami dunia kepribadian dan intelektual. [Aaah, NT banget lah]

Suy is like a gift. Saya bersyukur Allah mempertemukan saya dengan orang ini. Perempuan 22 tahun yang cukup dewasa karena pikirannya terbuka. Saya seperti menemu sahabat saya yang hilang (baca: kini terpisah jarak) dalam pertemanan kami 8 tahun lalu. We called it sisterhood.

Terimakasih Suy, an ENFP girl :* (kiss kiss)

Terimakasih perempuan super baik yang mudah kasihan sama orang, tapi tetap objektif melihat segala sesuatu. Suatu hari, aku yakin, kamu akan bersama yang setujuan :’)

Advertisements

Cara berkomunikasi diantara kita

a-good-relationship-starts-with-good-communication-quote-1

Sudah lama tulisan ini hanya mampir di draft, alhamdulillah kini bisa diunggah.

Pelajaran komunikasi, bagi saya, tampaknya akan menjadi pelajaran sepanjang hidup yang takkan pernah usai. Komunikasi adalah satu-satunya cara untuk berinteraksi dengan orang lain. Tidak ada yang bisa kita lakukan dalam hidup di dunia ini, tanpa kita berkomunikasi dengan orang lain. Karena kita tak hidup sendiri dan kita membutuhkan orang lain. Maka kita harus tau bagaimana caranya hidup dengan orang lain. Salah satu syaratnya adalah berkomunikasi dengan mereka. Tanpa komunikasi yang baik, takkan akan pernah terjalin hubungan yang baik diantara kita dan mereka.

Saya bersyukur, keteledoran saya dalam berkomunikasi, seringkali memunculkan pengingat dari orang lain. Beberapa waktu terakhir saya begitu menandai bagaimana sahabat-sahabat saya memberikan nasihat luar biasa mengenai hal ini. Nasihat itu membuat saya berpikir dan merenung kembali. Sepertinya ada yang perlu saya perbaiki, saya susun kembali, tentang pemahaman saya dalam berkomunikasi.

Selama ini, saya memiliki konsep sendiri dalam pikiran saya, tentang tingkatan cara berkomunikasi dengan orang lain. Menurut saya, ada 3 tingkat komunikasi yang terjadi antara satu orang dengan orang lainnya.

Read More »

Tentang rizki

Barangkali tak ada artinya, seberapapun rizki yang dititipkan pada kita, ketika kita tidak mensyukurinya. Kita sibuk mencari pembanding rizki itu, sedang pada detik yang sama, orang lain harus berpeluh-peluh mendapatkannya.

-roihanah, 2015

Alhamdulillah, Rabb. Tak ada kata seindah hamdalah ketika diri ini mencoba mengingati begitu banyak rizki yang telah Allah berikan. Seberapa banyak pun diri ingin menuliskan, takkan mampu diri ini menuliskan. Terlalu banyak, terlalu indah, terlalu mempesona. Ma shaa Allah, laa quwwata illa billah.

Hari ini kembali saya merenungi betapa setujunya saya dengan sebuah kalimat sederhana yang dinasihatkan Ust Salim A Fillah pada suatu waktu tentang rizki. Beliau mengatakan, “Rizki itu bukan tentang izin memiliki, tetapi izin menggunakan – memakai“. Bagi saya, ungkapan ini begitu mendalam melalui setiap perjalanan saya. Betapa banyaknya rizki yang Allah hadirkan, sengaja bukan untuk saya miliki, tetapi saya diberi izin menggunakan rizki itu seperti apapun saya menginginkannya. Betapa Maha Kasih Sayang Allah, yang mengijinkan banyak rizki yang sampai kepada kita tanpa pernah kita perlu bersusah payah mencarinya. Allah hadiahkan pada waktu-waktu yang tepat, dengan kadar nikmat yang tak terduga.

Read More »

Barangkali ini suatu kecerobohan

Hari ini sembari berjalan pulang menuju rumah cahaya saya tetiba mengingat pesan seorang senior terhadap saya,

Kamu itu kurang berani, Ta!

Di detik berikutnya, pada sisi lain, saya mengingat pesan seorang teman sepergerakan beberapa tahun lalu,

Kamu hanya perlu menulisnya, memulai untuk menuangkannya

Waktu itu saya berdalih seperti ini: saya tidak ingin terjebak dengan euforia kebanggan diri dalam menuangkan ini dan itu. Ahh, betapa absurdnya pikiran saya hari ini.

Read More »

Tentang sebuah nama: memejam, mendengar, merasa

Aaah, betapa menyenangkan rasanya bisa menari jemari kembali. Di sela aktivitas ini dan itu, yang begini dan begitu. Salah satu hiburan paling membahagiakan adalah memiliki rumah pada setiap karya, sehingga otak tidak mudah jenuh. Sehingga nalar semakin berimbang dan berkembang dalam renung kontemplasinya sendiri.

Saya ingin bercerita bahwa, agaknya saya cukup lama merenung untuk kemudian memutuskan dan me-launching nama ini untuk mengkatifkan blog ini. Artinya, sebelumnya saya memiliki blog kah? Iya betul. Saya yang gemar menulis walau seringkali tulisannya tidak jelas arah dan tujuan (haha) tentu harus punya ruang aktualisasi diri agar tidak berulah kemana-mana. Dulu, 8-10 tahun lalu saya mulai memiliki blog. Dimulai dari blog via multiply, friendster, blogspot, hingga wordpress. Tak ketinggalan, akhirnya karena ketidak-mampuan mengorganisir penulisan (saat itu masih cupu ) jadilah, notes facebook pun jadi tempat singgah.

Saya akhirnya berfikir, sembari mem-flashback semua perjalanan penulisan saya. Terkadang orang memang harus melalui fase alay dalam hidupnya sebelum ia menjadi dewasa. Termasuk dalam menulis, dalam berpikir, dan menuangkan pikiran tentang kehidupan. -roihanah, 2015

Read More »